Menikahi Selingkuhan Ibu

Menikahi Selingkuhan Ibu
BAB 93


__ADS_3

" Dia bersalah, karena dia telah membuat orang yang sangat aku cintai pergi meninggalkan ku. Istriku bahkan bersembunyi di tempat yang begitu sulit untuk ku temukan hanya karena Jordan. Hah! Pria brengsek yang bahkan pernah menjadi simpanan Ibu mertuanya bagaimana bisa membuat istriku begitu menggilainya? Aku benar-benar malu dengan diriku sendiri karena di bandingkan dengan pria brengsek yang tidak bermoral itu. "


" Hentikan, jangan bicara lagi, tolong jangan mengatakan apapun tentang Jordan. " Ana menatap kesal Rigo karena pria itu nampak begitu merendahkan Jordan melalui cara bicara dan mimik wajahnya. Padahal dia juga melakukan hal yang begitu hina dengan melecehkan Soraya bukan? Kenapa dia begitu fokus untuk kesalahan orang lain dan lupa untuk melihat kesalahan diri sendiri?


Rigo tersenyum dengan wajah jengah, sungguh dia memang merasa jengah karena Ana begitu jelas memperlihatkan rasa keberatannya saat dia menceritakan keburukan tentang Jordan. Sebenarnya apa yang bagus dari Jordan? Apa hanya karena memiliki wajah tampan lantas dia pantas untuk di cintai siapapun sampai begitu gila dan tidak memperdulikan kesalahannya? Kenapa juga Ana terlihat begitu mencintai Jordan setelah kebenaran bahwa Jordan telah menjadi orang simpanan mantan Ibu tirinya dulu? Apakah benar-benar wanita mudah buta oleh cinta yang hanya karena ketampanan saja?


" Ana, menikah lah denganku. Aku akan memperlakukan mu dengan baik, aku juga akan menerima anak yang ada di dalam perutmu. Aku tidak akan menyakitimu, asalkan kau memenuhi keinginan ku tadi, karena hanya dengan memilikimu, aku yakin Jordan akan sangat terluka bukan? Dan lagi, aku juga tertarik denganmu, jadi terimalah dengan rela agar kau bisa menyelamatkan banyak orang. Kau, tidak perlu melihat Ayahmu sedih, kau bisa menyelamatkan dirimu sendiri, kau juga bisa menyelamatkan nyawa bayimu. "


Ana menatap penuh kemarahan, bagaimana bisa seorang pria tiba-tiba mengajaknya menikah untuk misi balas dendam? Menyelamatkan Ayahnya dari kesedihan dia bilang? Bukankah dengan melakukan itu semua sama artinya membuat Ayahnya malu dan pasti akan merasa sedih bukan?


" Bermimpi lah, aku tidak akan Sudi memenuhi keinginan gila mu yang tidak masuk akal itu! " Ana terlihat begitu marah hingga dadanya naik turun saat tarikan dan hembusan nafasnya begitu kuat.


Rigo yang mulai kehabisan kesabaran berjalan mendekati Ana, mencengkram dagunya membuat Ana meringis karena rasa sakit. Dia tetap menatap Rigo dengan tatapan marah, membuat Rigo semakin kesal karena dia jadi teringat dengan tatapan istrinya saat terus meminta untuk berpisah.


" Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu! "


Ana masih tak bisa mengentikan tatapan marahnya meski tangan Rigo semakin erat mencengkram dagunya. Biar saja dia mati, bukankah mati membawa kehormatan juga adalah sebuah kebanggaan? Benar, pria yang sudah menyentuh tubuhnya bukalah pria yang baik, tapi dia sedang menjadi suami yang baik, juga calon Ayah yang baik. Sekarang Ana benar-benar sadar betapa berartinya Jordan untuknya hingga rasanya tak Sudi menerima pria lain di dalam hidupnya, apalagi di sentuh seperti sekarang ini, dia benar-benar tidak takut mati sama sekali.

__ADS_1


" Kau seharusnya memohon padaku, kau tahu bagaimana posisinya sekarang kan? Kau, adalah orang yang akan menjadi target ku. " Rigo bangkit dari posisinya, melepas kemeja yang ia gunakan dengan tatapan mengancam, lalu turun membuka ikat pinggangnya.


" Kau tidak akan bisa menolak jika memang aku menginginkannya. "


Ana sebenarnya sudah mulai takut saat Rigo menatapnya penuh maksud, apalagi saat dia membuka kemejanya, dia benar-benar menjadi semakin gemetaran, tapi dia juga tidak ingin memperlihatkan perasaan takut itu.


" Iya, kau benar sekali. Aku, tidak akan bisa menolak. Tapi aku juga tidak akan segan-segan menghabisi diriku sendiri begitu tubuhku kotor oleh mu. Coba ingatlah baik-baik bagaimana dirimu, kau baru aja melecehkan matan Ibu tiri ku, sekarang kau ingin melecehkan ku yang sedang hamil? Bahkan Jordan jauh lebih terhormat di banding kau yang mengaku sebagai orang baik. "


" Bajingan! Tutup mulutmu! "


" Aku benar-benar merasa jauh lebih terhormat saat suamiku menyentuh ku, tapi ketika membayangkannya denganmu, aku sangat jijik. Perasaan jijik itu bahkan melebihi apa yang aku bayangkan sekarang, betapa sedihnya istrimu melihat mu sekarang ini. Yah, aku yakin dia pasti merasa kalau meninggalkan mu adalah keputusan terbaik yang dia ambil selama hidupnya. "


Plak!


Rigo menampar wajah Ana dengan kuat, sehingga Ana pingsan seketika dan darah di sisi bibirnya mulai terlihat. Rigo mengusap wajahnya dengan kasar karena merasa menyesal telah menyakiti Ana, padahal dia tidak ingin berbuat sejauh ini kalau saja Ana tidak terus membela Jordan dan merendahkannya.


" Andai saja kau memahami ku, aku mana mungkin akan menyakitimu seperti ini, Ana? "

__ADS_1


Rigo berjalan untuk meraih ponselnya, lalu menghubungi Steve untuk datang ke kamarnya dan mengobati Ana.


***


Setelah mendapatkan telepon dari Jordan, kakak perempuannya kini sedang berada di dalam perjalanan, sedangkan Ayahnya Jordan sudah mulai menyewa beberapa detektif untuk mencari keberadaan Ana. Ibunya Jordan juga ikut mencari bantuan melalui teman-temannya yang kebanyakan adalah istri pejabat tinggi, istri dari Intel, dan banyak profesi lain yang bisa membantunya. Terdengar berlebihan, tapi Ana adalah bagian dari keluarga mereka, sehingga mereka yang terbiasa saling membantu tak bisa tinggal diam, ditambah lagi ada penerus keluarga mereka di dalam perut Ana, tentu saja mereka tidak akan tinggal diam dan menunggu saja.


Jordan, pria itu masih saja kesana kemari mencari kemana saja kemunginan Ana berada. Dia bahkan meminta bantuan dari beberapa orang untuk mengecek nama penghuni beberapa apartemen, tapi itu membutuhkan waktu yang tidak cepat sehingga Jordan yang tidak bisa diam saja menjadi kelimpungan dan memilih mencari saja kemana kemungkinannya.


Jordan memukul kemudi mobilnya, dia benar-benar tida memperhatikan sampai kehabisan bakar di tengah jalan seperti sekarang ini.


" Ana,..... Tolong baik-baik saja ya? Aku tidak perduli apapun asalkan kau kembali dengan sehat, itu sudah sangat cukup bagiku. " Hilangnya Ana benar-benar membuat Jordan lupa kalau Ana sedang hamil, yang dia pikirkan hanya Ana saja tidak yang lain.


Jordan mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi sopir Ibunya untuk segera menjemputnya dan membawakan bahan bakar. Setelah itu Jordan keluar dari mobilnya, duduk di pinggiran jalan dengan wajah yang begitu lesu dan pilu.


" Ana, sekarang aku sadar benar bahwa aku mencintaimu melebihi apa yang aku pikirkan. Kau sudah seperti nyawa untukku, jadi tolong baik-baik saja dan berikan aku kesempatan untuk membahagiakan mu, juga supaya aku bisa berperan sebagai suami yang baik untukmu. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2