
Pukul 00.30 waktu setempat....
Genta dan Maurine kembali ke kamar mereka setelah makan, mencuci piring dan jalan-jalan di belakang rumah.
Maurine yang tadi saat terbangun tidak memperdulikan sekeliling kamar, kaget melihat ada bunga dan cokelat di atas meja dekat sofa. Ada juga tas berisi gaun. Maurine tersenyum senang mendapatkan banyak hadiah dari Genta.
"Sungguh perhatian, masih sempat membeli coklat, bunga dan gaun. Suamiku yang terbaik," batin Maurine memuji Genta.
Maurine mengambil bunga di meja lalu menatap Genta, "apakah ini darimu?" tanya Maurine.
"Tentu, siapa lagi selain aku yang akan belikan kau bunga dan cokelat. Apa kau berharap ada pria lain yang memberikan?" jawab Genta.
"Apa kau lupa, ada pria lain yang memberiku cokelat dan bunga? meski itu kau yang belikan, Alvian lah yang memberikannya secara langsung padaku."
"Ahh iya, aku pria kedua yang memberikan jika begitu. Sayang sekali," keluh Genta.
Maurine tersenyum, sebenarnya Maurine hanya menggoda Genta. Mendengar Genta yang terlihat sedih karena menjadi pria ke dua, Maurine meletakan bunga kembali kemeja dan memeluk Genta. Maurine mencium leher Genta dab berbisik.
"Terima kasih sayang, aku suka sekali. Aku hanya menggodamu, meski Alvian yang berikan bukankah kau yang menyuruhnya? aku hanya menggodamu, jangan kesal."
Genta mengeratkan pelukan, "aku mencintaimu," bisik Genta.
Setelah puas berpelukan, Maurine melonggarkan pelukan dan melepas pelukannya. Maurine meraba wajah Genta. Maurine menundukan kepala Genta dan berjinjit mencium kening Genta.
Genta tersenyum, tiba-tiba saja langsung menahan tengkuk leher Maurine dan mencium bibir Maurine dengan sangat lembut. Beberpaa saat kemudian, Genta melapas ciuamannya. Belum sampai jarak bibir keduanya jauh Maurine segera mengalungkan tangannya menahan tengkuk leher Genta dan langsung mencium bibir Genta.
Genta terkejut, Maurine bergitu liar seperti kucing kelaparan. Genta diam menikmati ciuman Maurine. Mendapatkan serangan yang tiba-tiba dan memabukkan membuat Genta yang sebagai pria normal merasakan sesuatu. Genta melepas tangan Maurine dari lehernya dan melepas ciuman. Genta menaha diri agar dirinya tidak lepas kendali.
"Sayag cukup, jangan seperti itu."
Maurine sedikit kecewa, "Kenapa?" jawab Maurine.
"Jika kau seperti ini aku tidak akan tahan lagi. Aku akan menerkammu dan tidak akan biarkan kau lepas malam ini," kata Genta.
Maurine tersenyum, "Oh..., jika begitu ayo, terkam aku. Aku akan sangat senang kau terkam," kata Maurine tersenyum cantik dengan tatapan mata menggoda.
"Jangan menggodaku sayang," kata Genta.
"Tidak, aku tidak menggoda. Aku hanya berusaha merayumu," jawab Maurine.
"Nakal," gumam Genta.
Genta merangkul pinggang Maurine dan mendekap Maurine. Genta mendekatkan dahinya ke dahi Maurine, membuat hidung mereka saling bertemu. Genta dan Maurine saling tersenyum, mereka pun kembali berciuman.
Genta menggendong Maurine berjalan mendekati tempat tidur. Genta membaringkan Maurine, dan menindih Maurine.
Ciuman masih berlangsung, Genta melepas ciuman dan berbaring di samping Maurine.
"Kita lakukan lain waktu. Aku lelah hari ini," kata Genta dengan suara pelan.
"Hm, oke."
"Kau kecewa?" tanya Genta.
"Ya, sedikit."
"Sedikit? seberapa itu?" tanya Genta lagi.
"Ya sedikit, sedikit sekali."
__ADS_1
Genta menatap Maurine dan tersenyum, "Maurine," panggil Gebta tiba-tiba.
"Ya," jawab Maurine.
"Besok lusa aku ada urusan. Kemungkinan akan pulang larut malam. Tidak boleh menungguku seperti hari ini lagi ya. Kau makan saja jika sudah waktu makan malam," kata Genta.
"Ya, aku akan menurut. Maaf untuk hari ini. Aku sungguh tidak bernafsu untuk makan tadi. Aku akan menuruti ucapanmu, jangan cemas dan khawatir."
"Kau harus bisa jaga kesehatanmu. Jaga diri sendiri saat aku tidak bersamamu. Istriku tidak boleh lemah tanpa suaminya, oke?" Jelas Genta.
"Oke," jawab Maurine.
Maurine mameluk Genta, menyandarkan kepalanya ke dada bidang Genta.
"Sayang," panggil Maurine pada Genta.
"Ya?" jawab Genta.
"Jadi, apa kesibukanmu besok lusa? boleh aku tahu?" tanya Maurine penasaran.
Genta terkejut karena Maurine tiba-tiba saja bertanya hal yang tidak terduga. Maurine tidak pernah bertanya apa-apa jika dirinya terlambat pulang atau pergi ke acara apa. Kali ini Maurine bertanya dan Genta tidak tahu harus menjawab apa. Terpaksa Genta harus berbohong demi kebaikan bersama.
"Oh, itu ulang tahun teman. Aku diundang datang ke club. Jangan khawatir, aku bersama Alvian."
Maurine diam mendengar baik-baik perkataan Genta. Dalam hati Maurine berpikir jika pesta ulamg tahun orang kelas atas pasti akan pergi ke tempat ramai, seperti club atau makan malam mewah di hotel.
"Oh, begitu. Baiklah, bersenang-senanglah."
"Ada apa? tidak biasanya kau bertanya," tanya Genta.
"Tidak ada apa-apa. Lupakan saja," jawab Maurine tersenyum.
"Bu-bukan seperti itu. Aku tidak akan melarangmu pergi. Aku hanya pesaranan saja," jawab Maurine.
"Jangan berpikir macam-macam. Aku datang hanya karena aku menghargai temanku itu. Bukan untuk bersenang-senang tidak jelas."
"Iya iya aku tahu. Kenapa perkataanmu serius seperti itu? aku hanya bertanya saja. Tidak menuduhkan atau melarang," jelas Maurine.
"A-ahh maaf, aku mungkin terlalu lelah sehingga tidak fokus."
"Ayo tidur, besok aku akan buatkan roti panggang istimewa untukmu. Dengan banyak keju," kata Maurine.
"Hm, membayangkan saja sudah terasa nikmat. Besok pasti aku akan makan habis semua roti pangganmu dan membawa ke kantor juga."
Meurine tersenyum, "selamat tidur sayang, mimpi indah."
"Selamat tidur juga sayang," jawab Genta mencium kening Maurine dan memeluk Maurine.
Maurine menutup matanya tidur dalam pelukan Genta. Kini perasaan Maurine mulai mendalam pada Genta. Genta masih membuka mata, mengusap rambut Maurine sesekali dan mengusap punggung Maurine.
"Maaf telah bebohong Maurine. Aku masih belum bisa jujur bicara tentang segalanya. Sebelum aku bisa bertemu Ferdian dan memastikan Ferdian mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Maafkan aku," batin Genta mencium puncak kepala Maurine.
Beberapa lama Genta terus membuka mata sampai akhirnya rasa kantuk melanda. Genta perlahan memejamkan mata dan terlelap tidur bersama Maurine.
***
Hallo semua..
Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
__ADS_1
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2) (End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) (CLYDK SEASON KE 3) (End)
•Suami Pengganti (End)
•Oh My Husband (End)
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silakan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"