Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Welcome To The World TAMAT


__ADS_3

Di rumah Laura masih belum bisa bernapas lega, padahal Diko sudah mengutus kakaknya untuk mencabut laporan ke polisi. Laura masih duduk di atas tempat tidur, memeluk lututnya sendiri.


Diko datang membawa buah-buahan segar yang sudah dipotong kecil-kecil dan vitamin untuk Laura, lalu dengan sabar ia membujuk Laura agar mau menerima suapan dari tangannya.


"Kamu tidak akan meninggalkan aku 'kan?" Sedari tadi Laura ketakutan memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi padanya.


"Aku takut masa laluku akan mengganggumu," ucap Laura lagi.


Diko mengelus puncak kepala Laura. "Satu hal yang kamu harus tahu dan percaya, kamu adalah napasku, bagaimana bisa aku hidup tanpamu? Kau benar ... setiap orang punya kesempatan kedua dan aku juga sudah mendapatkannya darimu. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi, besok kita akan pergi dan mulai hidup baru di Paris."


Laura menjadi lega. "Teima kasih sudah mencintai aku sedalam ini, aku juga sangat-sangat mencintaimu...."


Diko tidak tahan mendengar kata cinta, hingga ia merampas ciuman dari bibir Laura. Ciuman itu berawal lembut dan berakhir menuntut. Sebelum pergi ke Paris, mereka membuat sejarah di dalam kamar pribadi yang akan mereka tinggalkan dalam jangka waktu yang cukup lama.


***


Beberapa bulan kemudian.


Kerumunan wartawan terlihat memenuhi Rumah sakit tebaik di Paris. Mereka mendapat kabar bahagia lahirnya cucu pertama dari pengusaha kaya bernama Remon. Santer terdengar kabar, beberapa jam yang lalu istri Daniel Alfroz sudah melahirkan seorang bayi laki-laki sehat dan tampan yang diberi nama Arda Alfroz Niel. Namun sayang, wartawan tidak diijinkan meliput atau mengambil gambar bayi dan ibunya. Pengawalan disekitar rumah sakit juga lebih ketat dari hari biasa.


Bayi itu dilahirkan pukul 08.00 waktu setempat. Karangan bunga bertuliskan ucapan selamat dari para kolega bisnis Daniel sudah memenuhi sepanjang jalan menuju rumah sakit. Berbagai hadiah juga selalu berdatangan sampai dikediaman pribadi Daniel.


"Welcome to the world, MY Baby boy!"


Daniel menggendong bayi merah yang sudah beberapa jam lalu dilahirkan, putra pertamanya dianugerahi wajah tampan seperti dirinya. Meskipun masih bayi tapi, alis dan rahangnya terlihat tegas dan kokoh. Tidak ada kekurangan apapun dari bayi mungilnya.


"Hati-hati gendongnya!" Tiara masih duduk bersandar di atas tempat tempat tidur pasien. Aura keibuan uang ia miliki sudah terpancar dari sikap dan wajahnya.


Daniel menyerahkan baby Arda kepada mama dan Laura yang setia menemani dan menunggu lahirnya bayi Arda. Kemudian, ia mendekati Tiara dan menciumi seluruh wajahnya.


Terbayang, perjuangan Tiara menahan rasa sakit yang luar biasa ketik berada di ruang persalinan bertaruh nyawa demi buah hati tercinta.


"Aku sangat takut sayang, aku takut terjadi sesuatu dengan dirimu. Kalau bisa aku ingin menggantikan posisimu, tadi. Tapi tidak bisa karena kodrat kita berbeda. Aku semakin sadar betapa berharganya seorang wanita, betapa spesialnya wanita sepertimu. Terima kasih sudah mau mendampingi, menemani dan melengkapi hidupku. Terima kasih sudah berikan aku gelar sebagai papa, terima kasih untuk semuanya."


Daniel tidak berhenti mengucap syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan dihidupnya. Memiliki istri cantik berhati lembut dan selalu sabar menghadapi keras kepalanya. Terkadang, ia tertawa mengingat hubungan mereka. Siapa yang akan menyangka kalau ia menikahi adik calon istrinyan sendiri.

__ADS_1


Tiara mengelus pipi Daniel. "Aku pun bersyukur memilikimu, pria yang sangat mencintai aku, menerima segala kekuranganku, selalu berusaha melindungi dan menjaga perasaanku. Karena kamu juga, aku bisa menjadi seorang Ibu, aku bisa memiliki bayi tampan yang mirip seperti kamu. Terima kasih untuk semua cinta ini."


Tiara menangis bahagia, kehadiran Baby Arda akan semakin memperkuat cinta mereka.


"Sayang ... kita pulang ke rumah, ya. Biarkan saja Papa dan Mamamu di sini," celetuk Mama, ia senang sekali bisa menimang cucu pertama.


Daniel dan Tiara tertawa, mereka tidak mau merusak moment bahagia antara cucu dan nenek tersebut.


"Laura, seperti janjimu padaku dulu. Kalau anakku lahir kamu akan beri tahu jenis kelamin bayimu 'kan?" tanya Tiara ketika Laura baru mengakhiri percakapan di telepone.


"Ehm... aku lupa!" canda Laura seraya mengelus perut yang besar.


"Curang!" Tiara cemberut dibuatnya.


"Ayolah Laura, jangan buat istriku jelek begini!" Daniel ikut bicara, membujuk Laura agar mau menepati janjinya.


"Sepertinya Arda akan menjadi bodyguard anakku nanti" Laura menolel pipi mungil Arda.


"Anakmu perempuan?" Tiara terlihat girang.


Diko baru datang dan memeluk Laura.


Kebahagiaan dirasa sudah lengkap. Sudah beberapa bulan ini Diko dan Laura menetap di Paris. Papa dan Nicky menetap di Indonesia, sesekali mereka berkunjung ke Paris. Apalagi sekarang Papa kandung Laura sudah berdamai dengan sanak saudara terutama dengan bibik yang menjaga Laura sedari kecil.


Sedangkan papa Tiri Laura pindah kedaerah lain karena perusahannya sudah bangkrut. Keserakahan membuat orang hilang percaya padanya.


Nicky dan Rey semakin sukses di Indonesia. Mereka belum menikah dan masih mencari pendamping hidup yang baik.


Oca dan Rima berada di suatu tempat yang tidak terjangkau. Berharap kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Soal jodoh (Serahkan apada Author😂)


Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Laura sudah melahirkan seorang bayi perempuan cantik. Kehadirannya menjadi pelengkap kebahagiaan Diko dan Laura.


Keluarga Remon merayakan pesta besar-besaran sama persis saat bayi Arda lhir dulu. Bonus, hadiah dan santunan kepada yang membutuhkan menjadi proritas utama yang tidak boleh terlewatkan.


"Uncle, Mike! Kau kapan menikah?" tanya Daniel dihadapan semua orang.

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat semua orang tertawa.


"Kau mengejekku, Kak?" Mike mengumpat dalam hati. Ketampanan dan kejomloannya dipertanyakan.


"Kita jodohkan dengan adikku, saja!" Andre memberi solusi yang tepat.


Mike semakin berdecih. "Tidak, aku menunggu anakmu saja. Sebentar lagi istrimu melahirkan kan?" Mike mengangkat sebelah alisnya.


"Sial! Aku tidak mau punya menantu tua sepertumu!" umpat Andre.


Semua orang pun semakin tertawa


🌹🌹🌹TAMAT🌹🌹🌹


Terima kasih sudah membaca Menjadi Istri Simpanan dari bab 1 sampai akhir, makasih untuk, hadiah, vote, komen dan like juga. Pokoknya makasih banyak ya, Readers tersayang.


Semua sudah hidup bahagia. Apa masih ada yang mau baca kisah para jomloan sejati ini?


Rey dan Oca


Nicky dan Rima


Mike dan Otor😌


Kalau ada yang mau baca, tetap Favoritkan cerita ini, ya. Nanti otor umumkan di sini.


Kalau otor lupa silhkan DM ya.


Instagram Violla536


Makasih banyak ya Men-temen🤗


Oh iya hampir lupa hiihihi


Nanti malam sudah bisa dibaca. Cek profil vio ya.🤗

__ADS_1



__ADS_2