Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Kesedihan Felicia


__ADS_3

Felicia merasa sedih, dia kembali kerumah dan mengurung diri di kamar. Felicia tidak mengira jika Genta akan tega padanya.


Tidak hanya kecewa pada Genta, Felicia juga kecewa pada Papanya. Saat di kantor polisi Ferdian mengakui semua perbuatannya di masa lalu pada Felicia dan meminta maaf. Felicia kaget, mendengar penyataan Ferdian. Tidak menyangka jika Papanya akan sekejam itu. Membunuh demi menguntungkan diri sendiri.


Felicia memeluk kedua kakinya dan menangis terisak. Tidak bisa menerima kenyataan, mengapa semua bisa seperti ini.


"Aku harus bagaimana sekarang?" batin Felicia.


Felicia terus menangis, pikirannya kacau tidak bisa berpikir jernih. Felicia mengambil ponsel di nakas dan melihat daftar kontak telepon. Felicia menghubungi seseorang teman lamanya.


(Percakapan di telepon)


"Hallo," jawab seseorang di ujung telepon.


"Ha-halo, Zack...," panggil Felicia.


"Fel, ada apa? mengapa menangis?" tanya Zack.


"Kau dimana?" tanya Felicia.


"Aku di rumah, ada apa? jangan menangis," kata Zack.


"Genta..., dia...," kata Felicia terisak.


"Genta? ada apa dengannya? bukankah kalian baik-baik saja selama ini, Genta juga terlihat bahagia bersamamu."


"Dia hanya memanfaatkanku Zack, dan pernikahan kami pun palsu. Dia sudah merencanakan sejak lama demi membalas dendam pada Papaku," jelas Felicia.


Zack terdiam sesaat, Zack tidak bisa bicara apa-apa lagi. Dulu saat Felicia ingin menikahi Genta, Zack sudah melarang. Namun Felicia tetap kukuh pada pendiriannya dan menikahi Genta.


"Zack...," panggil Felicia.


"Ahhh, i-iya Fel? maaf, aku melamun."


"Kau kenapa?" tanya balik Felicia.


"Tidak ada, aku hanya ingat kejadian yang dulu. Bukankah aku adalah satu-satunya orang yang menikah rencanamu menikahi Genta?" ucap Zack.


"Maaf Zack, aku sungguh tidak menduga Genta akan mempermainkan permainan seperti ini. Yang aku tahu dia sangat baik padaku, meski sikapnya terkadang dingin."


"Lupakan saja, aku akak datang besok melihat keadaanmu. Aku sekarang sedang ada di luar kota," kata Zack.


"Aku tidak tahu harus mengadu pada siapa lagi Zack, hanya kau satu-satunya teman yang aku punya selain Genta."


"Tidurlah Fel, ini sudah malam. Tutup matamu dan pikirkan hal-hal yang membuatmu senang. Lupakan dulu kesedihan untuk hari ini, aku akan datang besok. Aku janji," kata Zack meyakinkan Felicia.


"Iya," jawab Felicia


"Selamat malam Fel, selamat tidur."


"Iya Zack, selamat malam."


Felicia menutup panggilannya dan langsung berbaring memeluk bantal. Air matanya berlinang membasahi bantal yang di peluknya.


Hiks....


Hiks....


Hiks....


Felicia menangis sesenggukan. Felicia sangat kecewa dengan Genta dan Papanya. Felicia kesal mengapa Genta harus mempermainkan perasaannya, terlebih Felicia sangat mencintai Genta. Hatinya sangat sakit, perasaannya hancur.


***


Keesokan harinya....


Seperti biasa, Maurine bangun awal dan menyiapkan sarapan. Maurine terlihat sangat senang, dia menyiapkan sarapan istimewa untuk Genta.


Maurine yang sudah selesai memasak, meminta Bibi pelayan rumah membantunya membereskan dapur. Maurine berjalan melangkah pergi dari dapur menuju kamar.

__ADS_1


Dikamar, Maurine melihat Genta yang baru saja selesai mandi. Maurine tersenyum menatap Genta, Genta membalas senyuman Maurine dengan wajah yang berseri.


"Kau sudah bangun dan mandi. Aku mengira kau masih tidur," kata Maurine.


Maurine merapikan tempat tidur, melihat Maurine sibuk merapikan selimut dan seprei tempat tidur, Genta pun membantu. Maurine manatap Genta dan kembali tersenyum, senyuman Maurine begitu manis. Jantung Genta berdegup, Genta pun meraba dadanya dan membuat Maurine panik.


Maurine segera merapikan tempat tidur dan menghampiri Genta. Maurine memegang dada Genta, dan bertanya dengan paniknya.


"Kenapa sayang?" tanya Maurine.


"Dadaku...," kata Genta sengaja memutus kata-katanya.


"Ya, dadaku kenapa? kau baik-baik saja kan?" tanya Maurine tidak sabar.


Maurine sudah terlihat gelisah, melihat wajah Maurine yang sedih, Genta menjadi tidak tega menjahili Maurine. Genta menarik tangan Maurine dan memeluk Maurine, Maurine mendorong Genta dan melepas pelukan. Maurine bertanya apakah Genta baik-baik saja atau tidak.


"Apakah sangat sakit?" tanya Maurine.


Genta tersenyum, "Apa kau takut?" tanya Genta.


"Tentu saja, aku tidak ingin kau sakit."


Genta mencium kilas bibir Maurine, "aku tidak sakit sayang, hanya saja dadaku berdebar saat aku melihat senyumanmu."


Maurine memukul dada Genta, "Menyebalkan, aku sungguh takut kau sakit. Kenapa tidak bilang jika berdebar," kata Maurine merasa malu juga.


"Aku senang melihatmu kaget dan panik. Maafkan aku sayang," kata Genta.


"Jangan menggodaku lagi sayang. Aku sungguh panik dan cemas tadi, aku takut kau kenapa-kenapa."


"Maaf," kata Genta tang lalu mencium pipi Maurine.


Maurine berjalan mendekati lemari dan mengambil kemeja untuk Genta. Maurine membantu Genta berganti, Maurine mengancingkan kemeja Genta.


Genta menatapi Maurine, matanya lekat menatap d*da Maurine yang terbuka karena gaun tidur Maurine memiliki belahan d*da yang rendah.


"Seksi sekali istriku," kata Genta.


Seketika wajah Maurine memerah. Maurine merasa malu. Genta begitu terus terang bicara tanpa rasa malu ataupun canggung.


"Sudah jangan bicara lagi," kata Maurine.


"Kenapa, kau malu?" tanya Genta menggoda.


Genta akhirnya diam, Maurine mengenakan dasi untuk Genta. Maurine tersenyum saat Genta sudah terlihat rapi.


"Sayang, apakah Alvian sudah datang? aku memintanya mengirim sebuah dokumen, karena aku langsung menemui seseorang di kedai kopi pagi ini."


"Alvian...," ulang Maurine yang langsung menggelengkan kepala, "Alvian mungkin masih di jalan."


"Ya mungkin saja," jawab Genta.


"Jadi, kau langsung pergi ke kedai kopi? Tidak langsung ke kantor?" kata Maurine memastikan.


"Ya sayang," jawab Genta, "Sarapanku sudah siap?" tanya Genta balik.


"Tentu, ayo keluar dan makan."


"Hm," jawab Genta.


Maurine dan Genta bersama-sama keluar dari kamar. Mereka berjalan menuju meja makan, di meja makan Bibi Anna mendekat dan memberika sebuah berkas dokumen pada Genta.


"Tuan, Alvian datang dan menitipkan dokumen ini pada saya," kata Bibi Anna.


"Oh, dia sudah datang. Terima kasih Bi," kata Genta.


Maurine menyajikan sarapan Genta dan duduk di samping Ganta untuk menemani Genta sarapan. Genta begitu lahap makan, membuat Maurine terus melebarkan senyuman.


"Kau suka?" tanya Maurine.

__ADS_1


Genta mengangguk, "Ya..., suka sekali. Kau paling tahu seleraku sayang. Terima kasih untuk sarapan lezat dan bergizi yang kau siapakan setiap hari. Aku sangat beruntung," ungkap Genta.


Bel rumah tiba-tiba berbunyi, Genta dan Maurine saling bertatapan. Bibi Anna langsung bergegas untuk melihat siapa yang menekan bel rumah.


"Siapa yang datang?" gumam Genta.


"Mungkin Alvian, pasti dia melupakan sesuatu," jawab Maurine.


"Mungkin saja lupa sarapan," sambung Genta tersenyum.


"Iya mungkin saja," jawab Maurine tertawa kecil.


Genta dan Maurine bergosip mengenai Alvian. Alvian memang sudah dianggap seperti keluarga oleh Genta dan Maurine, sama seperti Bibi Anna. Jika datang kerumah, Genta atau Maurine selalu mengajak Alvian makan bersama-sama. Terkadang jika lapar dan ingin makan masakana rumah, Alvian datang ke rumah dan meminta Bibi Anna memasak untuknya.


Genta melihat Bibi Anna, "Dimana Alvian, Bi?" tanya Genta.


Bibi Anna terdiam, tidak bicara. Wajah Bibi Anna terlihat gelisah. Maurine nenatap Bibi Anna karena tidak kunjung menjawab pertanyaan Genta.


"Bibi, kenapa diam? ada apa?" tanya Maurine.


"Itu Tuan, Nyonya...," kata-kata Bibi Anna terputus oleh seseorang yang datang.


Tak....


Tak....


Tak....


Suara langkah kaki, seseorang muncul dibelakang Bibi Anna. Membuat Genta melebarkan mata, Maurine juga kaget merasa asing dengan sosok yang datang tanpa di undang itu.


***


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


***


Kunjungi juga novel saya yang lain.


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2


•Vampir "Sang Abadi"


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)


•Suami Pengganti


•Oh My Husband

__ADS_1


Jangan lupa like, rate dan isi kolom komentar. Terima kasih.


__ADS_2