Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Makan Siang Spesial


__ADS_3

Siang harinya, Felicia akhirnya bertemu dengan Zack di sebuah restorant. Zack dan Felicia makan siang bersama.


"Kau terlihat baik sekarang," kata Zack.


"Baik di luar, sesak di dalam!" seru Felicia.


"Katakan, ada apa?" tanya Zack ingin tahu.


"Genta sudah menikah, bantu aku mencari tahu siapa istrinya dan sudah berapa lama si j*l*ng itu bersama Genta."


"Itu hal mudah, aku akan minta seseorang menyelidiki nanti."


"Terima kasih Zack," ucap Felicia.


"Tidak perlu sungkan. Jadi apa rencaanmu selanjutnya?" tanya Zack penasaran.


"Apa lagi, tentu aku ingin membuat perhitungan dengan Genta dan jalangnya. Aku tidak terima dimanfaatkan, aku ingin pisahkan mereka bila perlu."


"Kau tidak akan menyerah? meski Genta sudah memanfaatkanmu, kau tetap ingin bersamanya?" tanya Zack lagi menyakinkan apa yang ada di benaknya.


"Ya, aku begitu mencintainya. Aku tidak rela dia bersama wanita lain," jawab Felicia.


Zack merasa tidak suka dengan jawaban Felicia. Hatinya sakit, saat mendengar Felicia begitu mencintai Genta.


"Genta, Genta dan Genta. Selalu Genta..., tidak pernahkah kau memandangku Fel?" batin Zack.


Zack tidak mau Felicia mendekati Genta lagi, dia sedang memikirkan cara bagaimana agar Felicia jadi miliknya. Mendapati Felicia yang memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Genta, Zack merasa senang. Terlebih Genta memutuskan untuk tidak lagi bersama Felicia. Kesempatanya semakin besar untuk mendekati Felicia, namun Zack harus berhati-hati agar Felicia tidak membencinya dan menjauhinya.


Filicia menatap Zack, "Zack...," panggil Felicia.


Zack kaget, "I-iya Fel, ada apa?" tanya Zack terjaga dari lamunannya.


"Kau melamun, ada apa? apa kau sangat lelah?" cecar Felicia.


"Oh, mungkin saja. Aku memang merasa tidak nyaman beberapa hari ini," jawab Zack.


"Kau terlalu bekerja keras," ucap Felicia.


"Kau benar, mau bagaimana lagi. Aku tidak punya seseorang yang selalu mengingatkanku akan kesehatanku. Aku terbiasa sendiri," keluh Zack.


"Jangan terlalu lelah bekerja. Kesehatanmu juga sangat penting," kata Felicia.


"Ya, terima kasih," kata Zack.


"Ayo pergi minum malam ini. kita bersenang-senang," ajak Felicia.


"Hmmmm, boleh...."


"Kau ada acara?" tanya Felicia.


Zack menggeleng, "Tidak ada, bukankah aku datang khusus untukmu? apapun yang kau inginkan aku akan lakukan," kata Zack penuh arti.


"Kau pandai berkata-kata manis sekarang. Kau belajar dari siapa Zack?" tanya Felicia menggoda.


"Lupakan saja, bukan apa-apa. Ayo lanjutkan makanmu," kata Zack merasa malu di goda oleh Felicia.


Zack dan Felicia kembali makan bersama, mereka makan sembari berbincang hal-hal lain selain persoalan Felicia dan Genta. Untuk sementara, Felicia ingin mengesampingkan masalahnya dengan genta dan membicarakan hal yang lain.

__ADS_1


***


Maurine datang ke kantor Genta, dia di jemput Alvian dan diantar langsung oleh Alvian menuju ruangan Genta.


"Silakan Nyonya," kata Alvian.


"Boleh aku masuk?" tanya Maurine ragu-ragu.


"Tentu saja Nyonya, Tuan pasti senang melihat Anda."


Maurine tersenyum, "Terima kasih Alvian. Maaf merepotkanmu," kata Maurine.


"Sama-sama Nyonya. Senang melayani Anda," jawab Alvian.


Maurine memegang pegangan pintu dan membuka pintu. Maurine melangkah masuk, lalu menutup pintu kembali.


Maurine melangkahkan kaki perlahan mencari-cari keberadaan Genta. Mata Maurine melihat sekitar ruangan, dia melihat dekorasi yang mewah di dalam ruangan tersebut.


Maurine melihat Genta yang duduk santai mengenakan earphone di telinganya. Kedua tanganya dilipat didada, dan dua kakinya naik ke atas meja. Genta duduk dengan posisi bersandar, dengan mata yang tertutup.


Maurine mendapat ide, ingin mengejutjan Genta. Maurine berjalan perlahan meletakan tas berisi kotak makan siang diatas meja. Dia langsung berjalan mendekati Genta yang ada di meja kerja, dengan langkah hati-hati Maurine melangkah. Maurine berdiri di samping Genta, mencondongkan tubuh bagian atasnya sedikit kedepan seperti membungkuk. Maurine lalu mencium pipi Genta dengan sangat lembut.


Genta perlahan membuka mata, dia melihat Maurine tersenyum kearahnya. Genta perlahan tersenyum, melepas earphonenya dan menurunkan kakinya dari meja.


"Sudah lama datang sayang?" tanya Genta.


"Tidak, baru saja datang. Kau tidak sibuk? Sedang dengar apa?" tanya Maurine.


"Oh, ini rekaman suara yang di kirim oleh klien."


Genta manarik Maurine ke pangkuannya. Genta lalu memeluk Maurine dan menyembunyikan wajahnya di bahu Maurine.


"Manja sekali," ucap Maurine mengusap tengkuk dan kepala bagian belakang Genta.


"Aku senang kau datang, rinduku ini pasti akan terobati," kata Genta.


"Kita baru berpisah beberapa jam, kau sudah serindu ini. Bagaimana jika aku pergi seminggu?" kata Maurine menggoda Genta.


"Aku akan mati," jawab Genta.


"Jangan bicara sembarangan seperti itu. Aku tidak suka," keluh Maurine.


"Maaf," kata Genta lirih.


Maurine tersenyum, Genta yang dilihatnya dingin dan tidak takut pda siapapun bisa begitu manja padanya. Seperti anak kecil yang haus akan perhatian dan kasih sayang.


Maurine melepas pelukan, mengusap-usap lembut wajah Genta dengan dua tangannya.


"Ayo makan, aku sudah masak makanan istimewa untukmu."


Genta menatap Meurine, mengusap kepala Maurine dengan penuh kasih. Genta mencium kening Maurine, mencium hidung Maurien, mencium kedua pipi Maurine, dagu Maurine dan terakhir mencium bibir Maurine.


Saat bibirnya dicium oleh Genta, perlahan dua tangan Maurine mengalung di leher Ganta.


***


Ciuman Genta dan Maurine berakhir. Maurine berdiri dari pangkuan Genta dan menggandeng tangan Genta.

__ADS_1


Genta berdiri dari duduknya, dia mengikuti Maurine yang berjalan menuju sofa yang ada di ruangannya. Sesampainya di sofa, Maurine mendorong pelan tubuh Genta agar duduk santai disofa. Maurine mengikuti duduk di samping Genta dan langsung mengeluarkan kotak makan siang di dalam tas yang di bawanya.


"Wah, telihat lezat," ucap Genga melihat kotak bekal makan sianganya.


Genta segera membuka tutup kotak makan sianganya, dia terkesan pada penampilan masakan Maurine yang selalu menarik. Rasa yang di hasilkan dalam masakan pun selalu membuat Genta ketagihan.


Genta tidak sabar melahap makan sianganya. Air liurnya sudah akan menetes, dengan pasti akhirnya Genta menyendok makanannya, dan melahap makanan itu masuk dalam mulut.


"Enak sekali sayang, kau selalu bisa menyenangkan hatiku. Kau yang terbaik," puji Genta senang.


"Mau aku suapi?" tanya Maurine.


"Tidak, aku bisa makan sendiri. Kau sudah makan?" tanya Genta.


Maurine menganggukan kepala, "Sudah, saat di rumah aku sudah makan. Makan siang ini khusus untukmu sayang. Makan perlahan dan habiskan," pinta Maurine.


Genta mengangguk tanpa menajwab. Genta terlihat begitu menikmati makanan sampai tidak bisa bicara apa-apa lagi. Mulut Genta seakan terkunci, hanya bisa merasakan rasa masakan.


Maurine senang dan bangga masakanya disukai Genta. Maurine senang melihat Genta yang lahap makan di hadapannya.


***


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


***


Kunjungi juga novel (TAMAT) saya yang lain.


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2


•Vampir "Sang Abadi"


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)


•Suami Pengganti

__ADS_1


•Oh My Husband


Jangan lupa like, rate dan isi kolom komentar. Terima kasih.


__ADS_2