
Genta melihat sekeliling. Semua tersenyum, tertawa bahagia. Genta terus-menerus menatap ke arah Ferdian yang masih sibuk bicara dengan para tamu.
Felicia juga sedang berbincang dengan beberapa tamu. Genta hanya berdiri diam seorang diri, tiba-tiba saja Genta melihat Ferdian meraba saku jas dan mengeluarkan ponsel. Ferdian menatap layar ponsel begitu lama, mimik wajahnya langsung berubah. Ferdian tidak lagi ceria dan tersrnyum, Ferdian terlihat gelisah dan panik.
"Pertunjukan di mulai," batin Genta tersenyum dingin.
Genta meraba saku jasnya, ponselnya bergetar di balik jasnya. Genta mengeluarkan ponsel dan mendapat pesan dari Alvian, jika pertunjukan sudah di mulai dan perintahnya sudah di laksanakan.
Polisi tiba-tiba datang, semua orang ramai menghentikan perbincangan dan menatap kearah polisi yang datang. Polisi membawa surat penangkapan untuk seseorang.
"Tuan Ferdian Lorenz, maaf kami datang menjemput Anda untuk kami bawa ke kantor polisi."
Semua kaget, para tamu mulai bergosip. Felicia dan Ferdian masih bingung, Genta masih tetap berdiri diam melihat pertunjukan menarik di hadapannya.
"Tuan, Anda tidak salah orang bukan? Bagaimana bisa Tuan Lorenz?" tanya seseorang di samping Ferdian.
"Apa yang terjadi?"
"Bagaimana bisa Tuan Lorenz?"
"Sepertinya ada sesuatu."
Polisi menatap Ferdian, "Anda terbukti melakukan kejahatan. Pembunuhan, perdagangan gelap dan penipuan. Mohon kerja sama Anda," kata seorang polisi dengan tegas.
Ferdian kaget, "Apa?" kata Ferdian seakan tidak percaya akan tuduhan polisi padanya.
"Tangkap dia, dia pembubuh!" Teriak seseorang di kejauhan.
Semua orang menatap kearah suara, berdiri seorang wanita paruh baya di dampingi Alvian. Wanita itu perlahan berjalan mendekati Ferdian, wanita itu dengan mata berkaca melangkah dengan penuh kepastian.
"Pembubuh, kau tidak akan bisa lari dari hukumanmu!" serunya menatap tajam di hadapan Ferdian.
Ferdian mentap seseorang di hadapanny, Ferdian kaget dan melebarkan mata seakan tidak percaya.
"Ka-kau...," kata Ferdian.
"Ya, aku. Pelayan rumah Tuan Aiden. Kau masih mengingatku Tuan Lorenz? Masih ingat rasa kopi buatanku dan kue yang sering ku sajikan padamu saat bertamu ke rumah? kau sungguh kejam dan keji, bagaimana bisa seorang teman baik membunuh temannya sendiri hanya karena iri hati. Kau pantas di hukum!" Jelasnya lantang membuat suasana yanh tadinya hening menjadi ricuh.
Felicia terkejut, "Siapa kau Bibi? mengapa kau berkata seperti itu?" tanya Felicia mendekati Ferdian, berdiri di sisi Ferdian.
"Seseorang yang selama ini menyimpan rahasia terbesar," jawab Bibi tua itu.
"Papa..., apa ini?" tanya Felicia.
Ferdian terdiam, Ferdian tiba-tiba memalingkan wajah mencari keberadaan Genta. Ferdian melirik sekeliling, dan di kejutkan oleh Genta yang berdiri di samping Alvian.
"Kau mencariku?" kata Genta.
Ferdian menatap Genta, "Kau yang melakukannya?" tanya Ferdian.
"Ya, kau begitu menikmati hidupmu setelah membunuh semua keluargaku. Kau bahkan berpura-pura baik dan membantuku saat aku hilang ingatan. Aku begitu percaya padamu saat itu, kau membuatku yakin jika kau orang yang baik. Itu semua hanya topengmu Ferdian!" ucap Genta penuh kekesalan.
"Genta, kenapa kau seperti ini? dia Papaku," ucap Felicia.
__ADS_1
"Aku tidak boleh menjahati Papamu, dan aku harus menerima perlakuan Papamu, begitu kah Nona Lorenz? Maaf, Genta bukan orang sebaik itu sampai harus melupakan kejahatan dan merentangan tangan menyambutnya dengan senyuman."
"Genta..., jangan seperti ini. Aku mohon, tidak bisakah kau melepaskan Papaku. Aku sebagai istrimu memohon," kata Felicia berjalan kearah Genta dan berlutut.
"Felicia!" sentak Ferdian.
"Huh, kau sungguh menganggapku suamimu ya? sayang sekali Felicia, sejujurnya..., tidak ada pernikahan diantara kita!" kata Genta menatap Felicia.
"Maksudmu?" tanya Felicia bingung.
"Pernikahan kita hanyalah pernikahan palsu, aku merekayasa semuanya seolah nyata. Mereka juga ada disini sekarang, dibelakangku. Aku hanya bisa mengikatmu untuk mendapatkan semua bukti kejahatan Papamu," jelas Genta.
"Brengs*k! kau memanfaatkan putriku?" sentak Ferdian.
Felicia berdiri dari berlutut, Felicia mendekati Genta dan langsung menampar Genta.
Plaaaakkkkkkk....
Tamparan keras mendarat di wajah Genta. Genta hanya tersenyum, menatap Felicia.
"Kita impas!" kata Genta.
"Kau sungguh keterlaluan Genta. Kau membodohiku? aku tidak menyangka, semuanya yang kau berikan dan perlakuan baikmu hanya sandiwara Genta. Aku begitu buta dengan cintaku sampai aku tidak sadar jika kau hanya memanfaatkanku. Kau penjahat Genta, kau jahat!" Kesal Felicia memukul-mukul dada Genta dengan menangis.
"Aku memang jahat, mulai sekarang lupakan aku. Kita sudah tidak ada keterikatan, bukan siapa-siapa lagi! jangan temui aku, dan aku juga tidak akan mengganggumu lagi."
Genta mengulurkan tangan pada Alvian, Alvian memberikan selembar surat dokumen.
"Surat pernikahan palsu ini adalah bukti jika aku dan kau sudah berakhir Felicia!" seru Genta yang langsung merobek-robek kertas di tangannya dan langsung menyebarnya ke udara.
Genta memalingkan wajah menatap polisi, polisi mengerti maksud Genta dan membawa paksa Ferdian. Felicia melihat Papanya di bawa polisi, Felicia menatap Genta dengan tatapan tajam.
"Ini belum berakhir Genta. Kau membuatku kecewa dan hancur, meski aku sangat mencintaimu. Namun cintaku bisa berubah menjadi kebencian yang akan membunuhmu suatu saat nanti. Aku tidak akan pernah melupakan ini, lihat saja..., aku akan membalas semuanya!" ucap Felicia yang langsung pergi mengikuti polisi dan Ferdian.
Genta menghela napas panjang. Genta meminta maaf dan membuat penjelasan singkat pada semua tamu. Singkatnya Genta memberitahu kebenarannya namun tetap mengingatkan agar tidak membuat gosip yang menyudutkan. Genta juga mengatakan jika semuanya sudah berkahir. Tidak perlu lagi di pertanyakam dan di bahas, semua akan di proses sesuai hukum yang berlaku demi kebaikan bersama.
***
Genta merasa lega, masalah dengan Felicia dan Ferdian sudah selesai. Tinggal masalahnya dengan Maurine.
Genta dalam perjalanan pulang, Genta ingin menjelaskan semuanya pada Maurine. Dia tidak ingin Maurine tahu dari orang lain dan salah paham padanya.
***
Hallo semua..
Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
__ADS_1
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2) (End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) (CLYDK SEASON KE 3) (End)
•Suami Pengganti (End)
•Oh My Husband (End)
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silakan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"