
Norry dan keluarganya sedang makan malam bersama. Norry melihat kearah Liana yang sedang melayani Papanya untuk makan.
"Bibi tidak ingin bertemu Maurine? ini sudah seminggu," kata Norry memancing pembicaraan.
"Iya," jawab Liana.
"Norry, jaga sikapmu. Jangan bicara saat makan," ucap Nicky.
Norry meletakan sendoknya dengan kasar, "Apa Papa tau, siapa Nyonya Aiden?" tanya Norry menatap Nicky.
"Entahlah, kenapa kau bertanya pada Papa?" jawab Nicky.
"Nyonya Aiden adalah Maurine Stella, putri Bibi Liana. Mengejutkan bukan?" ungkap Norry.
Semua orang terkejut, Liana meletakan gelas air minumnya dan terdiam. Nicholas yang mmepunyai perasaan kepada Maurine terlihat kaget dan kecewa, seakan tidak percaya dengan ucapan Norry. Sedangkan Norry hanya tersenyum simpul melihat semua orang di hadpaannya, dia melanjutkan menikmati makanannya.
"Semua terkejut," batin Norry.
"Darimana Norry tahu?" batin Liana.
Nicky menatap Liana, seakan tahu kegelisahan Liana, Nicky pun meminta semua diam dan kembali makan.
"Diam! kita disini untuk makan. Bukan untuk berbincang. Makan makanan kalian," perintah Nicky.
Norry, Nicholas dan Liana diam. Mereka melanjutkan menikmati makan malam mereka masing-masing.
***
Pukul 9 malam waktu setempat, Zack pergi ke club milik Rey. Zack adalah keponakan Rey. Saat ini Zack dan Rey sedang berbincang.
"Bagaimana kabarmu, Nak?" tanya Rey.
"Aku baik Paman. Sepertinya bisnis Paman maju pesat," ucap Zack.
"Ya, beginilah adanya. Tidak ada yang berubah," jawab Rey.
"Tidak ada wanit cantik untukku?" tanya Zack.
"Kau terlambat, sebenarnya beberapa waktu yang lalu ada wanita muda yang cantik dan ramah, suaranya sangat lembut , juga sikapnya yang sopan. Sayang sekali seseorang membawanya pergi dengan imbalan yang mahal.
"Benarkah paman?" tanya Zack tidak percaya.
"Kapan Paman pernah berbohong padamu?" jawab Rey menyakinkan Zack.
"Siapa wanita itu, Paman? Maksud ku, dari mana Paman mendapatkannya."
"Oh, itu..., seperti biasa, berurusan dengan hutang dan uang. Dia adalah pelunas hutang," jawab Rey.
"Wah, ini gila. Siapa yang tega menjualnya, apakah kekasihnya?" tanya Zack.
Rey menggelengkan kepala, "Bukan, tapi Ayahnya sendiri."
"Apa?" sentak Zack kaget dengan ucapan Rey, Pamannya.
"Kenapa? kau terkejut? aku juga terkejut, sepertinya dia bukan Ayah kandungnya. Tidak akan ada Ayah kandung yang tega pada darah dagingnya sendiri, bukan begitu Zack?" tanya Rey.
"Entahlah Paman. Aku merasa juga seperti itu. Demi uang Ayah rela menjual putrinya ke Club. Sungguh Ayah yang keji," caci Zack.
"Tidak akan ada lagi akal sehat jika menyangkut uang, Nak. Orang baik pun akan berubah menjadi jahat jika karena uang. Tidak akan ada yang cuma-cuma di dunia ini," jawab Rey.
Rey dan Zack masih berbincang, mereka tidak menyadari jika di depan club, Bobby mengamuk dan memaksa ingin bertemu Rey juga putrinya.
***
Bobby membuat onar. Bobby berteriak-teriak memanggil Maurine. Bobby bertanya kedapa semua orang, namun tidak ada yang menggubris Bobby. Dalam keadaan setenah sadar, Bobby meracau mengatakan hal-hal yang aneh.
__ADS_1
"Dimana gadis j*l*ng itu? dimana? aku butuh uang sekarang, aku tidak punya uang!" seru Boby dihadapan banyak uang.
"Apakah dia gila?"
"Sepertinya begitu..."
"Ada orang gila, dimana pihak keamanan...."
"Pria gila!"
"Siapa yang dia cari?"
"Gila!"
Banyak cemooh orang untuk Bobby. Namun Bobby tetap pada pendiriannya, mencari Maurine untuk bertemu dan meminta uang.
Karena meresahkan, Bobby pun di seret keluar dari dalam club. Bobby meronta, dia bersikeras ingin bertemu dengan Maurine putrinya.
"Lepaskan aku!" sentak Bobby, "Aku harus bertemu putriku, Maurine. Lepas...," jerit Bobby minta di lepaskan.
"Dengar baik-baik, tidak ada Maurine disini. Kau pulang saja!" sentak petugas keamanan.
"Jika kau tidak pulang, kami akan lapor polisi!" Kata petugas yang lain.
"Tolong izinkan aku bertemu Tuan Reyvandy."
"Beraninya kau...."
"Tolonglah Tuan, aku berjanji akan segera pergi setelah bertemu. Ini penting, aku meninggalakan Putriku disini, dan sekarang dia menghilang."
Kedua petugas keamanan saling bertatapan. Seorang memberi isyarat untuk masuk, seseorang lagi berjaga di luar.
"Baiklah, temanku sudah masuk dan menyampaikan pesanmu. Kau tunggu saja disini, apa kau paham?" ucapnya.
Bobby mengangguk, "Ya," jawab Bobby.
Petugas keamanan menatap Bobby, "Kau boleh masuk. Ikuti dia," katanya sedikit kasar.
"Ba-baik," jawab Bobby senang.
Bobby mengikuti seorang yang tadi masuk ke dalam. Mereka bersama-sama masuk kedalam menuju ruangan pribadi Reyvandy.
***
Didalam ruangan, Bobby bertemu Reyvandy dan Zack. Reyvandy mempersilakan Bobby duduk, dan bertanya ada keperluan apa ingin bertemu.
"Hai, Bob. Katakan, ada apa?" tanya Reyvandy.
"Tuan, dimana Putriku? aku ingin menemuinya," jawab Bobby.
"Putrimu sudah dibeli seseorang Bob. Maaf," kata Reyvandy.
"Apa?" bagaimana bisa?" kata Bobby kaget.
"Bagaimana lagi, aku butuh uang. Pembeli membeli dengan harga mahal," jawab Reyvandy.
"Kau menjual putriku?" kesal Bobby langsung berdiri dan mendekati Reyvandy, Bobby menarik krah baju Reyvandy.
"Kenapa tidak? bukankah kau juga sama? membawanya padaku untuk pelunas hutang? aku harap kau tidak melupakan ucapanmu Bob," jelas Reyvandy yang langsung menepis tangan Bobby.
"Siapa yang membeli Maurine? cepat katakan," geram Bobby.
"Maurine?" batin Zack merasa tidak asing. Zack mengingat-ingat dan kaget saat ingat nama yang tidak asing didengarnya itu.
"Aku tidak bisa beritahu, itu rahasia bisnisku. Yang jelas putrimu baik-baik saja dan pasti bahagia. Jangan mencarinya lagi," kata Reyvandy.
__ADS_1
"Kau br*ngs*k! kembalikan Putriku," sentak Bobby.
"Keluar! atau kau mau ku bawa ke kantor polisi?" Kata Reyvandy kasar.
Bobby tidak bisa bertingkah saat petugas keamanan sudah mendekatinya. Reyvandy menatap dengan tatapan mata yang tajam dan tidak suka. Dia serega meminta orangnya menyingkirkan Bobby dari hadapannya.
"Ayo pergi."
"Lepaskan aku! aku bisa jalan sendiri," sentak Bobby yang langsung pergi meninggalakan ruangan Reyvandy dengan perasaan kesal.
Reyvandy menghela napas panjang, Zack yang panasaran mulai mengajukan pertanyaan.
"Siapa dia Paman?" tanya Zack.
"Itu orang gila yang Paman ceritakan tadi."
"Aku jadi penasaran, seperti apa Maurine itu. Secantik apa dia?" gumam Zack, memancing Reyvandy agar memperlihatkan foto Maurine.
Reyvandy membuka laci dan mengeluarkan sebuah buku, ada biodata dan foto Maurine didalam buku itu. Reyvandy pun memberitahu dan menceritkan pada Zack semuanya.
Saat Zack melihat foto Maurine, Zack kaget. Wanita itulah yang sedang gencar dia cari dan gali informasi. Zack bagai menerima sesuatu yang besar, dia dengan segera mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai Maurine. Tanpa ragu Reyvandy menjawab, dari Pamannya itu, Zack akhirnya tahu jika Maurine adalah wanita pekerja club malam. Meski bukan wanit panggilan untuk teman tidur, namun Maurine adalag wanita panggilan untuk teman minum.
"Hari yang indah, tidak perlu sibuk mencari. Semua yang aku butuhkan sudah aku ketahui sekarang," batin Zack.
Banyak informasi yang di dapat Zack, Reyvandy tidak menyadari jika Zack ingin melakukan sesuatu dengan informasi yang di dapatnya itu. Reyvandy juga tidak tahu jika Zack tahu-menahu soal Maurine dan Genta Aiden.
Apa yang akan dilakukan Zack?
***
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
***
Kunjungi juga novel (TAMAT) saya yang lain.
•Lelaki Bayaran Amelia
•Pelukan Hangat Paman Tampan
•Pangeran Es Jatuh Cinta
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir
•Pangeran Vampir 2
•Vampir "Sang Abadi"
•Cinta Lama Yang Datang Kembali
•Mommy And Daddy
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)
•Suami Pengganti
__ADS_1
•Oh My Husband
Jangan lupa like, rate dan isi kolom komentar. Terima kasih.