Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Ulang Tahun Felicia


__ADS_3

Malam harinya....


Pesta ulang tahun Felicia di adakan. Felicia mengenakan gaun cantik berwarna putih, disamping Felicia berdiri Genta yang juga siap dengan stelan jasnya. Felicia merangkul lengan Genta dan tersenyum pada beberapa tu yang hadir.


Pesta yang di adakan memang tidak mewah, hanya mengundang beberapa orang saja. Sebagian dari tamu undangan adalah orang-orang yang mengenal Ferdian dan dekat dengan Felicia.


Genta sudah mempersiapkan semuanya, malam pesta ulang tahun Felicia adalah akhir dari sandiwaranya. Di pesta itu ada Alvian yang juga sudah siap membantu Genta.


Genta diam-diam merencanakan hal besar. Dia igin menjatuhkan Ferdian, dan membuat Ferdian berlutut di hadapannya. Genta sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan Ferdian di masa lalu. Genta sengaja memilih hari ulang tahun Felicia, hari bahagia akan penuh dengan air mata kesedihan. Terlihat kejam, namun bagi Genta itu belum seberapa dibandingkan saat keluarganya di habisi oleh Ferdian.


***


Felicia menatap Genta dan membuyarkan lamunan Genta.


"Sayang, kau melamun?" tanya Felicia.


"Ma-maaf, hari ini banyak pekerjaan. Aku sedikit lelah," jawab Genta beralasan.


"Kita bisa pergi dari pesta lebih awal jika kau inginkan," kata Felicia tersenyum. Ada maksud tersembunyi dari kata-kata Felicia.


"Kita? apa kau berencana membuatku tidur denganmu Felicia? maaf, aku tidak akan tidur dengan wanita lain selain istriku Maurine. Hati dan tubuhku hanya untuknya," batin Genta.


"Hm, ya...," jawab Genta tak ingin memperpanjang durasi percakapan.


Genta melihat sekeliling, pesta mulai ramai. Tamu mulai datang, tetapi Ferdiab belum muncul. Genta harap-harap cemas, namun Alvian sangat yakin jika Ferdian akan datang. Karena ada seorang tamu penting yang sekaligus adalah rekan kerja Ferdian yang ingin bertemu dengan Ferdian.


"Papamu tidak terlihat," kata Genta.


"Papa? kau rindu padanya?" jawab Felicia menggoda Genta.


"Tentu saja," jawab Genta


"Tentu saja, sangat rindu untuk menghancurkannya. Aku sudah tidak sabar ingin menjatuhkannya," batin Genta.


"Bersabarlah, mungkin Papa akan sedikit terlambat."


Alvian membawa buket bunga berjalan mendekati Genta dan Felicia.


"Tuan," sapa Alvian.


"Oh, oke. Terima kasih Al," jawab Genta


Alvian memberikan bunga, dan Genta menerima bunga dari Alvian. Genta lalu memberikan bunga pada Felicia. Sesaat setelah memberikan bunga pada Genta, Alvian pergi memantau keadaan dan bersiap dengan hadiah besar yang akan diberikan pada Ferdian.


"Selamat ulang tahun," kata Genta.


Felicia senang, menerima bunga dengan tersenyum lebar. Felicia menatap Genta, terlihat jelas Felicia sangat mentukai Genta.


"Terima kasih sayang, aku suka sekali hadiahmu."


"Sama-sama, masih ada lagi...," kata Genta.


"Lagi? apa? aku tidak sabar," jawab Felicia.


Genta merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kalung, "ini hadiah istimewa dariku. Aky harap kau suka," kata Genta.


"Ini adalah kalung yang aku dapat dari menukar cincin pernikahan, dan barang-barang yang kau berikan padaku. Harusnya tidak masalah kan? Di jariku hanya akan melingkar cincin pernikahanku dengan Maurine. Maafkan aku Felicia, ini aku lakukan untuk menyenangkan hatimu. Maafkan aku yang hanya memanfaatkanmu," batin Genta.


Felicia menatap jari tangan Genta saat menunjukan kalung di hadapannya. Felicia menatap Genta dan bertanya mengenai cincin pernikahannya.


"Dimana cincinmu sayang?" tanya Felicia.


"Maaf, aku melupakannya di laci kantor. Tadi aku melepasnya," kata Genta beralasan.


"Oh," jawab Felicia ber-oh ria.


"Apa kau marah?" tanya balik Genta menatap Felicia dengan tatapan mata yang intim.


Felicia berdebar, jantungnya seakan ingin melompat. Hanya dengan menatap mata Genta saja, bisa membuatnya malu dan salah tingkah. Felicia tidak bisa marah ataupun kesal pada Genta. Genta terlalu sempurna untuk di perlakukan kasar juga di abaikan.


Deg....

__ADS_1


Deg....


Deg....


Suara detak jantung Felicia. Felicia masih terus menatap lekat mata Genta. Genta tersenyum tipis, Felicia masun dalam perangkapnya. Genta tau benar jika Felicia sangat menyukainya, hanya dengan menatap dan berbicara manis saja, pasti akan meluluhkan hati Felicia detik itu juga.


"Felicia," panggil Genta membuyarkan lamunan Felicia.


"Ahh, iya? maaf aku melamun," jawab Felicia.


"Apa yang kau pikirkan? apa ada sesuatu?" tanya Genta berpura-pura tidak tahu.


"Tidak ada. Hanya saja aku terpesona olehmu. Kau selalu terlihat tampan dan memukau," puji Felicia.


Genta tersenyum lebar meski terpaksa, "Terima kasih, aku senang kau tidak berpaling pada pria lain selain aku. Kau juga sangat cantik, kau wanita tercantik Felicia. Kau membuat jantungku berdebar," sanjung Genta.


Genta berbicara sangat manis dihadapan Felicia, membuat Felicia besar kepala.


"Kau suka di puji bukan? ini adalah pujian terakhirku, hanya mengatakan kau wanita tercantik saja bukan hal besar bagiku. Karena saat aku bicara aku bisa membayangkan kecantikan Maurine. Kau tidak sebanding dengan Maurine, dihatiku..., Maurine lah wanita yang paling sempurna. Tidak ada seorang pun yang bisa menggeser posisinya di hatiku," batin Genta.


Genta mendekati Felicia dan mengenakan kalung di leher Felicia. Felicia sangat bahagia, sangat senang saat Genta perhatian dan peduli padanya.


***


Beberapa saat kemudian, setelah menunggu cukup lama. Ferdian akhirnya datang, Ferdian mengucapkan selamat dan di sambut oleh pelukan Felicia.


"Selamat ulang tahun sayang," kata Ferdia merentangkan tangan.


"Papa," seru Felicia yang langsung memeluk Ferdian.


"Papa merindukanmu sayang," ucap Ferdian.


Felicia mengangguk, "Aku juga pa."


Ferdia melepas pelukan, mencium kening Felicia dan menatap Felicia. Ferdia memuji Felicia yang terlihat cantik.


"Kau sangat cantik sayang," kata Ferdian.


"Kau semakin tampan Genta," ucap Ferdian.


"Terima kasih Pa," jawab Genta tersenyum tipis.


"Ini terakhir kali aku memanggilmu Papa! kau pembunuh Ferdian," batin Genta tidak senang.


Ferdian dan Genta saling melepas pelukan, mereka berbincang santai untuk beberapa saat.


"Bagaimana bisnismu?" tanya Ferdian.


"Cukup lancar, bagaimana dengan kesehatam dan pekerjaan Papa di luar negeri?" tanya Genta berbasa-basi.


"Lancar, semua lancar."


"Hm, aku senang jika semuanya lancar."


"Tertawalah sepuasmu. Sebentar lagi kau akan menangis darah," batin Genta.


***


Di rumah, Maurine merasa kesepian. Maurine hanya makan malam sedikit. Maurine terus menatap layar ponselnya, melihat fotonya dan foto Genta. Maurie meraba foto Genta dan tersenyum cantik.


"Hati-hati sayang. Doaku selalu yang terbaik untukmu," batin Maurine.


Maurine merasa lelah, karena Genta pulang terlambat, dia menyibukkan diri membersihkan dapur. Jika ada Genta, Genta pasti akan membantu Maurine tanpa di minta.


Maurine tidak tahu, jika Genta sedang mempersiapkan kejutan untuk istri palsu dan juga Papa dari istri palsunya. Maurine hanya tahu jika Genta pergi ke pesta ulang tahun temannya.


***


Pesta sudah berlangsung tamu undangan sibuk memberikan hadiah dan ucapan selamat pada Felicia. Genta berdiri di samping Felicia, dia tersenyum dengan senyuman penuh kepalsuan. Berpura-pura senang dan bahagia saat bersama anak dari pembunuh keluarganya, Genta sudah tergolong orang yang sangat sabar.


Genta melihat Ferdian sibuk bicara dengan beberapa orang. Ferdian terlihat tersenyum dan sesekali tertawa lebar. Ingin rasanya Genta segera membongkar semuanya.

__ADS_1


"Sabar Genta, sabar. Tahan..., tunggulah sebentar lagi," batin Genta menenangkan hatinya sendiri.


Genta hanya bisa menahan diri demi mencapai kesuksesan rencananya. Dia tidak ingin karena kesalahan kecil dan ketidak sabarannya, perjuangannya akan menjadi sia-sia.


***


Hallo semua..


Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2) (End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) (CLYDK SEASON KE 3) (End)


•Suami Pengganti (End)


•Oh My Husband (End)


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silakan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2