Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Percayalah


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Maurine sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Genta. Maurine begitu sibuk di dapur dibantu Bibi Anna.


"Nyonya, awal sekali Anda bangun."


"Hai Bi, aku tidak bisa nyenyak tidur. Aku bangun lebih awal karena ingin buat sarapan istimewa untuk Genta. Bibi baru bangun?" tanya Maurine.


"iya Nyonya, saya baru bangun. Saat keluar kamar mendengar suara bising di dapur," jawab Bibi Anna.


"Haha..., aku pasti sangat berisik Bi."


"Tidak apa Nyonya, Nyonya rumah bangun lebih awal. Bukankah disini saya yang malu. Nyonya butuh bantuan? saya bisa membantu apa?" tanya Bibi Anna.


"Belum ada Bi. Bibi bekerja saja dulu, nanti aku akan panggil jika butuh bantuan."


"Baik Nyonya, saya akan membersihkan teras depan dan ruang tamu. Permisi," kata Bibi Anna berpamitan.


Maurine menatap Bibi Anna dan mengangguk, "Iya Bibi."


Bibi Anna pergi, Maurine kembali menyelesaikan membuat sarapan. Maurine begitu senang dan terlihat bahagia, membuat makanan untuk Genta dengan sepenuh hati.


***


Tidak terasa langit sudah terang, Maurine baru selesai memasak. Maurine melihat jam di dinding, Maurine langsung melepas apron dan bergegas meninggalkann Dapur. Sebelum melangkahkan kaki ke kamar, Maurine memanggil Bibi Anna dan meminta Bibi Anna membantunya.


"Bi, Bibi Anna...," panggil Maurine.


"Ya, Nyonya," jawab Bibi Anna berjalan mendekati Maurine.


"Tolong batu bersihkan dapur Bi. Letakan makanan yang kubuat di meja makan, aku harus bangunkam Genta."


"Baik Nyonya," jawab Bibi Anna.


Maurine tersenyum, lansung melangkah pergi menuju kamarnya. Bibi Anna segera menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas melakukan perintah Nyonyanya.


***


Dikamar, Maurine melihat Genta masih terlelap tidur. Maurine tersenyum, segera mendekati Genta dan membangunkan Genta.


Maurine membelai wajah Genta, mengusap kepala Genta dengan sangat lembut.


"Sayang bangun," bisik Maurine, yang lalu mencium pipi Genta.


Genta langsung memeluk Maurine, "Lima menit lagi Nyonya, masih mengantuk."


Genta memeluk Maurine begitu erat, Maurine menatap Genta dan menarik perlahan hidung mancung Genta.


"Ayo bangun dan mandi, aku sudah buat yang aku janjikan semalam. Aku juga sudah siapkan yang bisa kau bawa ke kantor," jelas Maurine.


Genta perlahan membuka mata dan menatap Maurine, "terima kasih sayangku. Tapi..., aku hari ini berniat membolos. Aku ingin bersamamu seharian ini, karena aku besok sibuk dari pagi sampai malam."


"Ya, terserah saja. Kau yang berkuasa Tuan Aiden."


"Aku merindukan istriku yang cantik ini," ucap Genta.


Ponsel Genta berdering, Genta meraba nakas dan meraih ponselnya. Genta melihat Nina menghubunginya.


"Nina, untuk apa menghubungiku pagi-pagi seperti ini. Apa ada masalah?" batin Genta.


Genta melepas pelukan dan bangun dari tidurnya. Dia duduk bersadar diikuti Maurine.


"Aku angat panggilan dulu sayang," kata Genta. Maurine hanya mengangguk mengiyakan.


(Percakapan di telepon)

__ADS_1


"Hallo," jawab Genta.


"Tuan, maafkan saya mengganggu Anda. Ada seseorang perwakilan dari perusahaan Sharloz," ucap Nina.


"Shaloz?" ulang Genta.


"Ya Tuan. Sepulang Anda berlibur Nona ini juga datang bersama seorang pria, namun saya menolak mereka karena Anda memerintahkan saya untuk tidak menerima tamu."


Genta berpikir sejenak lalu bersuara, "Begini saja, suruh dia datang pukul 10 ke kedai kopi yang biasa aku datangi untuk rapat. Katakan aku akan datang kesana," kata Genta.


"Oh, baik Tuan. Saya mengerti," jawab Nina.


"Hm, hari ini aku libur Nina. Tolong bantu Alvian ya," kata genta memita tolong pada Nina.


"Baik Tuan saya mengerti," jawab Nina.


Genta mengakhiri panggilannya Nina dan meletakan kembali ponsel di atas nakas.


"Sharloz? sepertinya aku pernah dengar, seperti nama suami Mamaku yang baru."


Genta tersenyum, "Kau benar sayang," jawab Genta.


"Ada apa dengan mereka? apa ada masalah?" tanya Maurine khawatir.


"Hm, aku hanya memberi sedikit pelajaran saja pada Norry. Bukan hal besar," jelas Genta.


"kau tidak membuat perusahaan suami Mamaku bangkrut kan?" tanya Maurine khawatir.


"Hahaha, kau berpikir aku akan seperti itu? atau kau ingin akuu seperti itu?" tanya Genta.


"Sayang, tolong jangan menjadi orang jahat. Aku tidak mau melihat Mamaku menderita," jawab Maurine tiba-tiba sedih.


"Hei, suamimu bukan orang jahat yang seperti itu. Aku tidak akan buat keluarga itu bangkrut. Aku hanya ingin Norry memohon padamu, oke."


"Percaya padaku, semua akan baik-baik saja."


Maurine mengangguk, "Baiklah. Aku akan percaya padamu," jawab Maurine tersenyum.


Genta tersenyum, "Tidak ada yang boleh menindas Nyonya Aiden. Sekalipun itu," ucap Genta menakankan kata-katanya.


"Genta memang begitu peduli padaku, bahkan sampai menekan kata-katanya seperti ini. Sampai detik ini pun aku tidak mengerti akan jalan pikirannya," batin Maurine.


"Terima kasih sayang," kata Maurine.


"Kemari, biarkan aku memelukmu."


Genta merentangkan dua tangannya, Maurine tersenyum lebar langsung memeluk Genta. Genta memeluk Maurine erat-erat.


"Setiap hari memelukmu, setiap hari menciummu, aku tidak akan pernah bosan. Kau tau, saat dikantor aku diam-diam melihatmu di ponselku. Aku sangat merindukanmu," ungkap Genta.


Maurine melepas pelukan, "Sungguh? Kau sampai seperti itu?" tanya Maurine menggoda Genta, berpura-pura tidak percaya.


"Sungguh, aku tidak berbohong."


Maurine meraba wajah Genta dengan kedua tangannya lalu mencium kening Genta, mencium kedua pipi Genta, mencium hidung, dagu dan terakhir mencium bibir Genta.


Genta bergerak cepat, saat Maurine menciumnya, Genta langsung membalas ciumanan Maurine. Genta dan Maurine mememulai hari indah mereka pagi itu. Mereka bersenang-senang melanjutkan kegitan semalam yang tertunda.


***


Norry merasa kesal, Norry seperti dipermainkan. Norry sempat merah dsn membentak-bentak Nina. Namun Nina di bela oleh Alvian, Alvian meminta Norry pergi dan mengikuti ucapan Sekertaris Direktur atau di seret pergi oleh keamanan.


***

__ADS_1


Hallo semua..


Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2) (End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) (CLYDK SEASON KE 3) (End)


•Suami Pengganti (End)


•Oh My Husband (End)


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silakan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2