Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Rencana Zack & Bobby


__ADS_3

Zack berpamitan pada Reyvandi. Zack merasa puas, dengan mudah bisa mendapatkan banyak informasi mengenai Maurine dan Genta.


Zack berjalan keluar dari club. Saat ingin masuk dalam mobilnya, Zack melihat Bobby masih berdiri tidak jauh dari pintu utama club. Zack mengurungkan niatannya untuk masuk ke dalam mobil, ia pergi menghampiri Bobby.


Zack melihat sekeliling, ia berdiri membelakangi Bobby karena tidak ingun terlihat orang.


"Aku perlu bicara denganmu," kata Zack tanpa berpaling.


Bobby terkejut, dia ingin berbalik dan melihat Zack. Namun Zack melarangnya, meminta Bobby tetap pada posisinya dan bersikap biasa-biasa saja.


"Jangan melihatku atau berpaling, tetap pada posisimu. Jangan bicara apa-apa juga, cukup kau ikuti aku. Ayo...," ajak Zack.


Zack melihat sekeliling lagi, saat dirasa semuanya aman, Zack pergi berjalan mendekati mobilnya.


Bobby terdiam sesaat, tidak mengerti apa maksud seseorang yang ada di belakangnya tadi. Bobby yang penasaran mengikuti ucapan Zack, dia berbalik perlahan dan berjalan membuntuti Zack.


Zack sudah ada di dalam mobil, Bobby pun ikut masuk ke dalam mobil Zack. Bobby kaget mendapati seseorang yang tidak asing di hadapannya.


"Kau...," kata Bobby terdiam seketika.


"Ya, aku yang tadi ada di dalam club. Aku Zack," jawab Zack tanpa ragu.


"Ada apa kau mencariku, apa si br*ngs*k itu menyuruhmu?" kesal Bobby.


"Santai dulu. Aku punya hal menarik untukmu saat ini. Jangan kesal pada Pamanku, dia memang orang keras kepala seperti batu. Namun, aku bisa berikan informasi dimana putrimu Murine itu tinggal. Hanya saja, informasi dariku tidak gratis."


"Katakan apa syaratnya?" tanya Bobby.


"Aku ingin kau membuat kekacauan dianatara putrimu dan suaminya," jawab Zack.


"Apa? apa aku tidak salah dengar?" ujar Bobby kebingungan.


"Dengar baik-baik. Putrimu Maurine dibeli oleh seseorang pengusaha sukses bernama Genta Aiden. Genta menikahi putrimu tanpa persetujuanmu, bukankah itu tidak baik? darimana aku tahu itu tidak penting, aku menjamin pasti jika informasi dariku adalah 100 persen benar," jelas Zack.


Bobby diam sesaat, "Pria ini punya tujuan tersembunyi rupanya. Apa tujuannya?" batin Bobby.


"Kau dengar ucapanku apa tidak?" tegur Zack kesal.


"Iya, aku dengar. Maaf," jawab Bobby.


"Kenapa? apa kau memikirkan putrimu?" tanya Zack lagi.


"Iya," jawab Bobby singkat.


"Aku punya penawaran menarik lagi, jika kau bisa memisahkan putrimu dari suaminya aku akan memberimu sejumlah uang besar."


Mendengar kata uang, pikiran Bobby langsung teralihkan. Bobby sangat menggilai uang, seketika pikirannya berpindah dan membayangkan betapa banyak uang yang akan dia dapatkan.


"Apa perintahmu?" tanya Bobby tidak sabar.


Zack mengemudikan mobilnya meninggalkan club. Zack masih diam belum berkata apa-apa, membuat Bobby penasaran dengan rencana apa yang akan dilakukannya.


"Apa tujuanmu sebenarnya? kenapa kau memintaku memisahkan putriku dari suaminya?" tanya Bobby memecah keheningan.


Zack melirik sekilas, "Karena aku benci menantumu," jawab Zack.


"Mengapa?" tanya Bobby lagi.

__ADS_1


"Bukan urusanmu! kerjakan saja tugasmu, pisahkan putrimu darinya. Aku ingin Genta merasakan sakitnya kehilangan orang yang disayanginya. Bila perlu, bawalah putrimu jauh-jauh dari negara ini."


"Baiklah, aku hanya akan menunggu perintah darimu," jawab Bobby.


Bobby langsung diam tidak bertanya apa-apa lagi. Begitu juga Zack yang fokus mengemudi mobilnya menuju suatu tempat.


Zack memikirkan Felicia, melihat Felicia yang meringkuk dipenjara membuat Zack marah pada Genta. Zack ingin membalas perbuatan Genta yang menyakiti hati dan perasaan Felicia.


Zack memulai rencananya dari Bobby, ia ingin Bobby mengacaukan hidup Maurine dan Genta. Membuat kedua orang yang saling mencintai itu berpisah, keinginan dan tekad Zack begitu kuat.


***


30 menit kemudian....


Zack sampai di seberang jalan gedung kantor perusahaan milik Genta. Zack menunjuk gedung besar di seberang jalan dan meminta Bobby melihat.


"Lihat gedung seberang itu, disitulah menantumu bekerja dan dipanggil sebagai Direktur Aiden. Tidakkah kau bangga? ya, tentu saja bangga. Genta Aiden adalah orang terpandang di kota ini," kata Zack.


Bobby menatap apa yang di tunjukan Zack, "Bagaimana bisa Maurine mengenal seseorang dari kalangan atas seperti ini? Maurine sama saja dengan Liana, Mama dan putri sama saja rupanya. Tunggu..., mengaapa aku kesal? bukankah ini bagus? aku bisa memeras Liana dan juga Maurine sekalugus. aku akan jalankan perintah pemuda disamlingku ini, aku juga akan dapatkan uang dari mantan istri dan putriku juga. Surga dunia akan menungguku," batin Bobby.


Pikiran Bobby berkeliaran kemana-mana. Bobby begitu senang dengan hasil pemikirannya. Tidak menyadari jika kemungkinan besar apa yang akan dia lakukan beresiko.


"Aku akan ceritakan sesuatu padamu...."


Bobby mendengar cerita Zack. Matanya melebar, Bobby seakann tidak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Zack. Melihat ekspresi Bobby yang terlihat kesal, Zack hanya tersenyum tipis. Sepertinya Zack beehasil membuat Bobby kesal pada Genta.


"Bagus, murkalah pada menantumu. Dengan begitu kau tidak akan setengah hati bertindak," batin Zack tersenyum puas.


Wajah kesal Bobby terlihat jelas. Bobby langsung terpengaruh cerita Zack, membuat Bobby ingin sekali memberikan pelajaran pada Genta.


"Bagaimana bisa tenang, dia mempermainkan putriku."


"Kau ingin turun?" tanya Zack memastikan.


"Aku menunggu perintahmu," jawab Bobby.


"Pergilah, buatlah keonaran dan permalukan Genta di depan banyak orang. Jangan khawatir, jika ada apa-apa denganmu kau katakan saja jika kau adalah Papa dari istri Direktur. Siapa yang akan mencegahmu," kata Zack tersenyum.


"Begitukah?" gumam Bobby.


Zack memberikan ponselnya pada Bobby, "Berikan aku nomor teleponmu. Aku akan hubungimu melakukan pekerjaan selanjutnya. Jangan lakukan apa-apa tanpa perintahku," kata Zack.


Bobby mengambil ponsel Zack, menekan tombol dan mengisi nomor teleponnya untuk disimpan dalam daftar kontak ponsel Zack. Setelah selesai dengann itu, Bobby memberikan kembali posel Zack dan diterima oleh Zack.


"Ini sudah larut malam, apakah aku bisa masuk kesana?" tanya Bobby.


"Bukankah ada keamanan? buatlah keonaran agar menantumu menunjukan batang hidungnya. Jika kau diusir, besok kau bisa kembali datang. Lakukan apa saja untuk mempermalukannya."


"Baiklah, aku akan coba."


"Selamat bersenang-senang," kata Zack.


"Aku pergi dulu," kata Bobby.


Bobby membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobil. Bobby menutup pintu, dia menuju penyebrangan jalan untuk menyebarang jalan menuju gedung perusahaan Genta.


Didalam mobil Zack melihat, Bobby sudah menyebarang jalan bersama beberapa orang lain. Zack tertawa senang, tidak sabar mendengar kabar baik.

__ADS_1


"Hahaha...," Zack tertawa keras, "Genta, Genta..., ini baru awal pembalasanku. Aku akan pastikan kau berlutut dan mencium sepatuku," gumamnya.


Mata Zack melihat sekitar gedung perusahaan Genta. Beberapa saat kemudian, Zack melajukan mobilnya pergi. Zack ingin kembali ke rumahnya dan beristirahat.


***


Bobby mendekati pintu utama gedung perusahaan. Seorang petugas keamanan mencegah Bobby masuk.


"Anda tidak bisa masuk Tuan. Jam kerja sudah berakhir," kata petugas itu.


"Aku ingin bertemu putriku dan suaminya," kata Bobby.


"Siapa putri dan menantu Anda, Tuan? ini sudah larut malam. Bagaimana bisa Anda mencari ke kantor," kata petugas dengan penuh rasa heran.


"Putriku Maurine Stella, suaminya adalah Genta Aiden."


Petugas itu melebarkan mata lalu tertawa, "Hahahaha..., apakah Anda mabuk? bagaimana bisa Anda adalah mertua Direktur?" ejek petugas itu.


"Kau berani padaku, lihat apa yang akan terjadi padamu nanti. Beritahu menantuku sekarang, aku menunggunya."


"Maafkan saya Tuan. Beberapa hari ini Ditektur tidak datang ke perusahaan."


"Apa? bagaimana bisa? sudah berpaa hari?" tanya Bobby.


"Kira-kira sudah seminggu. Silakan Anda kembali pulang Tuan," kata petugas jaga itu ramah karena tidak ingin menyinggung lagi.


"Tidak, aku tidak akan pulang. Aku ingin bertemu menantuku," jawab Bobby bersikeras.


"Tuan tolong jangan seperti ini. Atau saya akan memanggil rekan-rekan saya dan akan bertindak tegas," gertak petugas keamanan.


"Apa yang bisa kau lakukan? aku adalah Papa mertua pemilik perusahaan ini. Aku hanya ingin bertemu putriku, hubungi saja atasanmu dan katakan Bobby Papa Maurine ingin bertemu. Cepat!" perintah Bobby.


***


Alvian dan Nina baru pulang berkencan. Mobil Alvian melewati gendung kantor Genta, Alvian penasaran saat melihat melihat Bobby di depan gedung kantor. Alvian menepikan mobil dan menghentikan mobilnya.


"Siapa itu?" kata Nina memalingkan kepala melihat kelakang.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tunggu sebentar, aku akan hubungi kepala keamanan."


Alvian mengeluarkan ponselnya. Alvian menghubungi kepala keamanan dan bertanya, siapa petugas jaga malam itu dan meminta nomor teleponnya. Alvian pun mengakhiri penggilan dan menunggu pesan masuk di ponselnya, dengan gelisah Alvian menunggu.


Setelah mendapat apa yang di inginkan, Alvian segera menghubungi nomor telepon petugas jaga pintu utama. Panggilannya terhubung namun berlum di terima.


Dari dalam mobil, Alvian melihat petugas keamanan mengeluarkan ponsel dan tidak lama panggilannya terjawab.


***


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2