Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Salah Sasaran


__ADS_3

Sebelumnya....


Alvian dan Nina panik. Mereka melihat sekeliling mereka tidak mendapati Felicia.


"Cepat sekali nenek sihir itu," keluh Alvian.


"Kau harus cepat cari Al, jangan sampai dia membuat masalah untuk Nyonya."


"Ahh aku lupa ada Nyonya di dalam ruangan Tuan. Seharusnya aku tidak membawanya kesini. Jangan-jangan...," kata-kata Alvian terhenti mendengar suara teriakan Maurine.


"Ahhh, sakit!" teriak Muurine dari dalam ruangan.


Alvian dan Nina saling menatap dan melebarkan mata. Keduanya panik, cepat-cepat berjalan menuju ruangan Genta.


"Al cepat!" seru Nina khawatir. Jika sampai terjadi apa-apa pada Nyonyanya, maka Tuannya akan marah besar.


"Celaka, matilah kita!" sambung Alvian, "Nina, kabari Tuan secepatnya, aku akan masuk kedalam," ucap Alvian yang sama khawatirnya dengan Nina.


Nina menganggukan kepalanya cepat, "Iya," jawab Nina yang langsung berlari menuju ruang tunggu menemui Genta.


Alvian berdiri didepan pintu ruangan Genta, dia langsung membuka pintu. Dan masuk, Alvian kaget mendapati Maurine yang acak-acakan, juga Felicia yang memegangi kakinya.


***


Maurine menyentuh kepalanya, kepalanya terasa sakit karena Felicia menarik rambutnya begitu kuat.


"Sakit sekali," batin Maurine mengeluh.


Felicia juga masih meringis kesakitan di area kakinya. Felicia sangat kesal, hatinya terasa begitu sakit saat melihat Maurine ada di hadapannya.


Klekkk....


Pintu ruangan terbuka, Alvian segera masuk dan melihat apa yang terjadi di dalam ruangan.


"Nyonya..., Anda baik-baik saja?" tanya Alvian.


Maurine kaget melihat Alvian, Maurine hanya menganggukan kepala menjawab Alvian. Kepalanya terasa sakit, seakan rambuntnya sudah terlepas dari kulit kepalanya.


"Nona Felicia, Anda tidak boleh masuk tanpa izin. Anda jangan membuat masalah," kata Alvian.


"Diam!" teriak Felicia, "Aku tidak akan segan melemparmu ke jalan Alvian. Kau ikut bersamaku dan menusukku, kau bersekongkol dengan Genta menghancurkanku dan juga Papaku. Kau tidak lain adalah pengkhianat," maki Felicia.


"Nona tenanglah," kata Alvian.


"Tenang? kau bicara ketenangan? hahaha, kau pengkhianat jangan menguruhiku. Tidak pantas!" jawab Felicia.


Alvian terdiam, dia tidak bicara apa-apa lagi. Memang benar, pada awalnya dia bekerja pada Ferdian dan Felicia. Namun pada akhirnya dia membantu Genta menyerang Ferdian dan menjatuhkan Ferdian tanpa ampun.


Alvian tidak merasa menyesal, sbab Genta tidak menyerang tanpa alasan. Genta hanya memperjuangakan haknya yang di kuasai Ferdian, juga menuntut keadilan bagi kedua Orangtua dan dua Kakaknya.


***


Diruang pertemuan. Nina tergopoh-gopoh mengetuk pintu dan membuka pintu, dia berjalan cepat mendekati Genta dan berbisik.


"Tuan cepat kembali keruangan Anda. Nona Felicia dan Nyonya, mereka sedang bertengkar. Saya dan Alvian mendengar teriakan Nyonya," bisik Nina.


Dengan napas tersengal Nina bicara, Genta yang awalnya tenang menjadi kaget dan panik. Genta menatap Nina dan langsung berdiri dari duduknya.


"Nina, kau urus dokumen Nona Sharloz. Minta ditinggalkan dokumennya," kata Genta.


Genta segera berlari keluar dari ruang tunggu menuju ruangannya. Nina hanya menganggukkan kepalanya perlahan mendengar perintah atasannya itu.


"Nona, ada masalah apa?" tanya Norry ingin tahu.

__ADS_1


Nina menatap Norry, "Maaf Nona. Itu adalah masalah pribadi Direktur, silakan berikan kepada saya dokumen Anda. Saya akan berikan pada Direktur nanti," kata Nina.


Norry penasaran, merasa ada sesuatu yang terjadi tetapi tidak tahu apa. Norry berdiri dari duduknya dan menyerahkan dokumen ditangannya pada Nina. Nina menerima pemberian Norry dan tersenyum.


***


Genta sampai di ruangannya. Dia langsung berlari memeluk Maurina. Genta mengusap kepala dan punggung Maurine.


"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Genta.


Maurine tersenyum, "Ya, aku baik-baik saja."


Genta melepaskan pelukan, "Katakan apa yang dia lakukan padamu?" tanya Genta.


Felicia mengepalkan kedua tangannya melihat Genta yang begitu peduli pada Maurine.


"Genta, kenapa kau begitu peduli padanya? aku juga terluka," kata Felicia.


"Apa peduliku kau terluka? kau bukan siapa-siapa bagiku Felicia. Jika aku begitu peduli pada istriku itu hal yang wajar," jawab Genta dengan nada suara dingin tanpa menatap Felicia.


"Br*ngs*k, kau pria br*ngs*k!" maki Felicia.


"Ya, aku br*ngs*k! lalu kau mau apa?" kata Genta masih dengan posisi yang sama.


Maurine menatap Genta, meraba wajah Genta. Maurine berusaha meredam amarah Genta. Genta kembali memeluk Maurine, Maurine menyandarkan wajahnya dibahu Genta, mengusap kepala belakang dan punggung Genta.


Felicia menggigit bibir bawahnya sendiri, "Kau sungguh mengecewakanku Genta. Jika kau tidak bisa menjadi milikku, maka wanita busuk itu juga tidak berhak mendapatkanmu. Lebih baik kau mati," batin Felicia.


Felicia merogoh tasnya, dia berjalan mendekati Genta dengan tergesa-gesa. Saat jaraknya sudah mendekati genta, Felicia mengeluarkan sebuah pisau hendak menusuk Genta.


Maurine tanpa sengaja melihat Felicia yang berlari semakin dekat dengan membawa pisau. Maurine tahu, Genta dalam bahaya, Maurine langsung melepas pelukan Genta, dengan cepat mengubah posisi nya membelakangi Genta. Jarak Felicia sudah dekat dan hal yang tidak diinginkan pun terjadi.


Jleb....


"Aaaah...."


Maurine memegangi perutnya dan hampir jatuh. Dengan segera Genta meyangga tubuh Maurine dan kaget melihat pisau menancap di perut Maurine.


Genta langsung melebarkan matanya, "Maurine...," teriak Genta.


Felicia hanya bisa diam dan melangkah mundur perlahan-lahan. Alvian langsung memegang tangan Felicia agar Felicia tidak melarikan diri.


"Lepaskan!" seru Felicia.


"Nona, Anda akan saya bawa ke kantor polisi. Anda sudah menyerang Nyonya," kata Alvian.


Genta menatap Maurinen, Maurine menatap Genta sebentar dan lansung pingsan. Darah segar terus keluar dari luka, membuat Genta semakin panik.


"Sayang bertahanlah!" seru Genta menggendong Maurine.


Saat Genta berjalan melewati Felicia, Genta menatap Felicia dengan tatapan penuh kebencian dan murka.


"Kau akan terima akibatnya, Felicia!" kata Genta dengan nada suara dingin.


Genta menatap Alvian, "Hubungi polisi, ikat dia sampai polisi datang. Aku harus segera ke rumah sakit!" Kata Genta yang langsung pergi.


"Baik Tuan," kata Alvian.


Nina yang melihat di depan pintu kaget, dia memberi jalan saat Genta lewat untuk keluar dari ruangannya. Nina segera berlari masuk membantu Alvian.


"Nina, cepat ambil tali untuk mengikat."


"Oke," kata Nina.

__ADS_1


Nina keluar membuka laci di ruangan Genta dan mengeluarkan tali. Alvian dan Nina mengikat tangan Felicia. Felicia terus berteriak-teriak dan histeris, Felicia seperti seseorang yang kerasukan.


"Lepaskan aku b*doh!" teriak Felicia.


"Diam, kau itu sudah dalam masalah tetap saja menggila. Hentikan semua aktingmu," sentak Alvian. Alvian geram karena Felicia terus menerus merengek.


"Kau punya nyali mengataiku Al, aku akan membunuhmu nanti," ucap Felicia.


"Ya bunuh saja, itu jika kau bisa bebas dari penjara!" seru Alvian kesal.


"Kau...," kata-kata Felicia terhenti saat Nina menutup mulut Felicia dengan perekat.


"Sudah bersalah, tidak menyesali kesalahamu kau justru menggila bicara hal tidak pasti. Wanita aneh," keluh Nina.


Alvian menghubungi polisi dengan segera, Alvian dan Nina menjaga Felicia sampai polisi datang.


***


Genta membawa Maurine dengan mobilnya menuju rumah sakit. Genta membaringkan Maurine di bangku belakang, dengan kecepatan diatas rata-rata Genta mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.


"Bertahanlah sayang, jangan sampai terjadi sesuatu padamu. Tolong bertahan," kata Genta menangis.


Genta terus fokus mengemudi, dia berusaha tenang dan berpikir jernih. Menahan amarah dan kekesalannya kepada Felicia. Prioritasnya saat ini adalah Mauriene, keselamatan Maurine lebih dari segalanya.


***


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


***


Kunjungi juga novel (TAMAT) saya yang lain.


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2


•Vampir "Sang Abadi"


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta)


•Suami Pengganti


•Oh My Husband

__ADS_1


Jangan lupa like, rate dan isi kolom komentar. Terima kasih.


__ADS_2