
Norry datang ke perusahaan milik Genta. Norry kesal karena sejak dihari Papaya memarahinya, dia tidak kunjung bertemu dengan Genta.
Norry tidak tahu jika orang yang sedang di carinya sudah pernah bertemu dengannya dan di ejek mentah-mentah olehnya.
Norry bertemu Nina. Nina adalah Sekertaris Genta, yang tidak lain adalah Dikrektur perusahaan yang dicari-cari Norry.
"Nona maaf, Tuan kamu belum datang."
"Aku akan menunggu," jawab Norry.
"Baiklah, mari saya antar Nada ke ruang tunggu."
"Hm," jawab Norry.
Nina mengantar Norry ke ruang tunggu. Norry dipersilakan masuk oleh Nina.
"Silakan Nona," ucap Nina ramah.
"Bisakah kau menghubungi atasanmu. Katakan Nona Sharloz ingin bertemu, aku tidak bisa menunggu Lama."
"Baik Nona, saya akan menghubungi Tuan. Mohon bersabar untuk menunggu," jawab Nina yang langsung menutup pintu ruangan.
Norry melihat sekeliling dan akhirnya duduk di sofa. Norry menunggu, Norry mengingat omelan-omelan Papanya yang membuat telinganya Panas.
Norry menjadi kesal dan emosi, "Si*l, kenapa juga Direktur ini menghentikan kerja sama secara sepihak. Membuatku dalam masalah saja, menyebalkan sekali. Lihat saja, bukan Norry jika tidak bisa merayu. Aku pasti akan dapatkan kerja sama itu kembali," kata Norry dengan penuh percaya diri. Norry berbicara sendiri.
Setalah beberapa lama menunggu, Nina datang membawa kabar jika Direkturnya ingin bertemu pukul 10 di sebuah kedai kopi. Nina memberikan sebuah catatan untuk Norry, Norry menerima dan membaca catatan itu. Catatan itu berisi waktu dan tempat janji temu.
"Huh, kalian mempermainkanku? aku datang kesini untuk menemui Direktur kalian, bukan untuk bermain tarik ulur."
"Nona tenanglah, saya sudah menghubungi dan bicara pada Direktur. Tuan mengatakan jika hari ini sibuk, tidak bisa datang ke kantor. Tuan ingin mengajak Anda bertemu di kedai kopi pukul 10. Saya tidak akan berani bermain-main," jelas Nina dengan tenang dan serius.
"Katakan aku tidak bisa menunggu selama itu, aku sibuk!" sentak Norry.
"Maaf Nona, saya sudah sampikan apa yang dikatakan Direktur. Mohon Nona mengerti," jawab Nina.
"Kau hanya Sekertaris, tetapi kau berwani membantah ucapanku?" kesal Norry menatap tajam pada Nina.
"Maafkan saya, disini saya hanya mendengar apa yang diperintahkan Tuan saya. Bagi saya orang lain tidak berhak memerintah, silakan Anda kembali dan menunggu waktu janji temu. Jika tidak ada kepentingan lagi saya akan kembali bekerja," ucap Nina.
Norry masih tidak terima dan membentak-bentak Nina. Alvian yang sedang mencari Nina, mendapat informasi dari beberapa karyawan jika Nina sedang mengantar tamu ke ruang tunggu. Alvian pun datang keruang tunggu dan melihat Norry sedang memarahi Nina. Nina diam tidak bicara, bukan karena takut. Melainkan malas meladeni orang menyebalkan dan berkepala badak seperti Norry.
"Ada apa Sekertaris Nina?" tanya Alvian.
"Asisten Alvi," sapa Nina, "Begini Nona ini...," belum sampai Nina melanjutkan ucapannya Norry langsung angkat bicara.
"Aku datang untuk menenui Direktur kalian. Seketaris menyebalkan ini mengatakan jika aku harus menunggu sampai pukul 10. Aku seperti dipermainkan, saat pertama kali datang dia menolakku dengan alasan Direktur tidak ingin di ganggu. Sekarang aku datang dia mengatakan Direktur tidak ada, apa-apan ini."
Alvian mendengar ucapan Norry dan mengernyitkan dahi, "Mengapa ada orang seperti ini di dunia ini. Wanita ini sungguh tidak mengenal malu," batin Alvian.
"Nona tolong tenang dulu. Jika Direktur mangatakan ingin bertemu pukul 10, lebih baik Anda mengikuti waktu yang sudah ditentukan. Anda berdebat seperti ini, rasanya tidak perlu dan hanya membuang-buang waktu Anda. Mohon mengerti posisi kami, Sekertaris Direktur sudah menyampaikan pesan dari Direktur pada Anda. Mohon Anda tidak membuat kekacauan lagi," tegas Alvian.
"Kekacauan? kau berpikir aku pengacau?" sentak Norry.
"Nona tolong, jangan sampai saya bertindak lebih. Saya akan persilakan Anda dengan hormat untuk meninggalkan perusahaan, atau Anda harus diseret oleh pihak keamanan kami?" gertak Alvian.
Norry langsung terdiam, Norry ingat jika tidak boleh menyinggung perasaan Direktur yang ingin di temuinya. Demi mendapatkan kembali kerja sama, Norry pun akhirnya pergi tanpa bicara apa-apa lagi.
"Kau baik-baik saja Nina?" tanya Alvian perhatian.
"Ya, aku baik. Terima kasih Al, kau datang tepat waktu. Jika tidak Nona Sharloz itu akan terus menggonggong," jawab Nina.
"Haha, kau kira dia apa. Ucapanmu menakutkan Nina," kata Alvian menahan tawa.
"Lupakan saja, ada apa mencariku?" tanya Nina menatap Boby.
__ADS_1
"Bantu aku menyiapkan beberapa data," jawab Alvian.
"Baik Tuan Alvian, mari kita lanjut bekerja saat jam kerja di mulai nanti. Aku ingin minum susu hangatku dulu," jawab Nina.
Nina dan Alvian pergi meninggalkan ruangan bersama-sama.
***
Kedai kopi....
Genta dan Maurine datang lebih awal, Maurine sudah menghabiskan 2 potong roti cokelat dan segelas cappucino hangat.
Genta sengaja datang lebih awal untuk menikmati waktu bersama Maurine dengan romatis.
"Kau suka rotinya?" tanya Genta.
"Ya, suka sekali. Rasanya sangat lezat," ucap Maurine memuji rasa roti yang sudah di makanya habis.
Tidak beberapa lama Norry datang. Norry melihat kedai kopi itu sepi dan hanya ada dua orang yang tidak lain adalah Genta dan Maurine.
"Kalian disini," sapa Maurine dengan arogan.
Genta menatap Norry, "Apa ada masalah Nona Sharlos yang terhormat?" jawab Genta.
"Tentu, aku muak melihat wajah kalian."
"Hahaha..., muak? jika seperti itu pergilah dari sini!" Jawab Genta.
"Kenapa tidak kau saja yang pergi!" Sentak Norry.
"Kau yakin meminta kami pergi? ingat baik-baik tujuanmu datang Norry Sharloz," kata Genta.
Norry mengeryitkan dahi, "apa maksud ucapanmu?" tanya Norry menatap Genta.
Norry melebarkan mata, "Kau..., bagaimana bisa tahu tujuanku datang? si-siapa kau?" tanya Norry lagi.
"Siapa? aku bukan siapa-siapa. Aku hanyalah seseorang yang sebelumnya bekerjasa dengan perusahaan Sharloz, aku lah yang menolak kerja sama baru dan aku juga yang meminta asistenku menghentikan kontrak kerja sama. Perusahaan Sharloz sudah menerima uang ganti rugi bukan?" jelas Genta.
Mata Norry terbelalak, "jadi kau..., maaf maksud saya Anda Direktur Aiden?" tanya Norry.
"Jika sudah tahu masih bisa kau bersikap arogan dan sombong di depanku?" kata Genta.
Norry menunduk, "Ma-maafkan saya Tuan. Saya sungguh minta maaf, saya salah sudah bersikap kasar dan tidak sopan pada Anda. Sa...," kata-kata Norry dipotong oleh Genta.
"Aku tidak butuh alasan, karena aku bisa melihat sendiri sikap juga ucapanmu yang sungguh memalukan sebagai seorang Nona keluarga kelas atas seperti keluarga Sharloz. Jika sampai Papamu tahu, apakah kau masih punya muka? Maafkan aku Nona Sharloz, aku tidak ada waktu untuk mendengar alasanmu yang menurutku hany bualan. Jangan mencoba membujukku dengan kata-kata manis," tegas Genta.
"Lalu? apa yang harus saya lakukan agar anda mau memaafkan saya?" tanya Norry.
"Berlutut dan meminta maaflah pada Maurine!" perintah Genta.
"Apa? padanya?" tanya Norry terkejut.
"Kenapa? kau beratan? kau sudah menyakiti hatinya, apa kau berpikir ucapanmu layak saat kau menghina Maurine? terserah saja, waktu berpikirmu hanya 10 detik saja. Jika kau ingin kontrak kerja sama kembali terjalin, maka kau harus berlutut dan meminta maaf pada Maurine. Jika tidak mau maka pergi lah, aku akan jamin tidak akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Sharloz."
Begitulah cara Genta mengancam Norry. Genta meminta Norry memilih pilihan yang sulit, bertahan dan merendahkan harga diri dengan berlutut meminta maaf, atau pergi tanpa membawa apa-apa yang berujung murka dari Nicky.
Norry terdiam, Dan Genta pun mulai menghitung mundur waktu berpikir Norry.
"10...."
"9...."
"8...."
***
__ADS_1
Hallo semua..
Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2) (End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) (CLYDK SEASON KE 3) (End)
•Suami Pengganti (End)
•Oh My Husband (End)
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silakan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1