Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan
Penculikkan


__ADS_3

Terkadang, rasa penasaran membuat Tiara terlupa akan bahaya yang bisa mengintainya, dulu karena penasaran dengan percakapan Daniel dan Andre, ia menguping dan berakhir kehilangan kesuciannya. Kini tanpa pikir dua kali, Tiara meng-iyakan- ajakan Mike duduk di bangku taman. Tengah hari dan dalam keadaan yang sunyi.


Tiara dan Mike duduk berdampingan di bangku taman yang terbuat dari besi, jarak keduanya hanya dipisahkan oleh tas yang diletakkan Tiara diantara mereka. Tiara mengedarkan pandangan ke segala arah. Melihat seorang anak laki-laki duduk membaca buku di bawah pohon rindang.


Sekilas, Mike memperhatikan Tiara, wanita ini masih terlihat sangat muda. Mike semakin penasaran hubungan apa yang dimiliki Daniel dan Tiara.


"Bicaralah, kenapa diam saja?" Tiara memecah keheningan. Wajahnya menegang tanpa mau bicara basa-basi kepada adik iparnya.


Mike berdehem melihat Tiara. "Apa hubunganmu dengan Daniel?" Mike melirik perut Tiara. "Kau mengandung anaknya?" tebak Mike, jika benar maka ini adalah kesempatan emas untuknya, menculik, menyandera dan menjadikan Tiara sebagai tawanannya agar Daniel bersedia menyerahkan semua saham padanya.


"Apa itu penting untukmu? Aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskannya, bukan?"


"Jelas ada kerana aku adiknya. Kenapa Daniel menyembunyikanmu dan anak itu dari semua orang? Semua orang tau kalau Daniel belum menikah lantas hubungan apa yang kalian miliki? Apa kau wanita simpanan laki-laki kaya seperti Daniel yang hanya dijadikan sebagai pemuas nafsunya saja?"


"Tutup mulutmu, Mike!" Tiara geram. Dia teringat status dan awal hubungannya dengan Daniel. Pemuas nafsu yang sama sekali tidak berharga. "Kau pikir aku menjual tubuhku demi harta yang dimiliki laki-laki kaya itu? Apa semua laki-laki di keluargamu suka merendahkan harga diri wanita?" Tiara menunjuk bahu Mike. Dia marah dan kecewa. "Pergilah, Mike ... aku tidak punya urusan denganmu!"


Andai saja Tiara sudah memegang buku nikah, pasti dia akan mengatakan kepada dunia bahwa dia adalah seorang wanita yang sudah dinikahi Daniel secara sah. Namun sayangnya dia tidak memiliki bukti untuk membela dan memperkuat statusnya.


"Kenapa marah? Aku cuma bertanya, ntah mengapa akhir-akhir ini Daniel sulit dihubungi bahkan dia tidak hadir dipernikahan Diko dan Laura. Jadi aku datang ke sini untuk melihat keadaannya saja. Apasih yang menyibukkan dia di sini?"


"Kak Diko, apa kabarnya dia? Jadi nama istrinya Laura?" Tiara membatin mengingat Diko.


Tiara tampak melamun, hal ini dimanfaatkan Diko. Dia melihat situasi sunyi di sekitar. Mike mengambil sapu tangan kecil yang diam-diam diberikan obat bius dan membius Tiara hingga tidak sadarkan diri. Aman! Mike menggendong Tiara dan membawanya pergi menggunakan mobil.


***

__ADS_1


Pengawal yang diutus Daniel kelimpungan mencari Tiara. Dua orang pria berbadan kekar langsung menuju lokasi setelah mendapat pesan dari bos mereka namun, tidak ada tanda-tanda kehadiran Tiara di Restoran. Bahkan, Tiwi pun tidak melihat Tiara.


Sementara Daniel masih memimpin rapat. Perusahaannya sudah mulai stabil. Dia sudah berhasil menarik para investor yang sempat kecewa padanya. Getaran benda pipih di atas meja menarik perhatian Daniel. Tertulis nama bodyguard yang dia perintahkan untuk menjaga Tiara.


"Ada apa?" tanya Daniel padahal rapat masih berlangsung dan dia mengabaikan orang-orang yang masih fokus melihatnya.


"Non Tiara tidak ada di restoran!"


"Apa maksudmu?" Daniel berdiri dan membentak lawan bicaranya. "Sejak kapan kalian jadi bodoh? Cari ISTRIKU sampai dapat!"


Teriakan Daniel membuat semua orang berbisik. Kapan Daniel menikah? Andre dan Wira berusaha menenangkan ruangan agar kondusif seperti semula.


Daniel semakin emosi bahkan sampai menggebrak meja ketika mendengar informasi kalau anak buahnya melihat Tiara pergi bersama laki-laki asing, sekilas bukti CCTV menangkap sosok Tiara berinteraksi dengan pria lain.


Daniel tidak mau membuang waktu. Dia meninggalkan rapat dan pergi ke restoran. Begitu sampai di Restoran, dia melihat CCTV dan terkejut melihat Tiara pergi dengan MIKE.


Alat pelacak yang diam-diam dipasang di ponsel Tiara menunjukkan di mana lokasi Tiara berada, taman kota yang tidak jauh dari restoran. Amarah di dada semakin berkobar saat Daniel hanya menemukan tas Tiara beserta isinya di bangku tamat.


"Aarggghhhhh! Cepat cari istriku!" titah Daniel pada beberapa pengawalnya. Daniel sudah lama hidup sendiri, selama ini dia memilih diam tanpa mengusik keluarganya tapi hari ini Mike sudah berani membangkitkan jiwa iblisnya.


"Jangan membangunkan macan yang sedang tidur, Mike!" geram Daniel. Dia akan mencari istri dan anaknya sampai ke titik darah penghabisan.


***


Tiara tidak tau ntah sudah berapa lama dirinya tidak sadarkan diri. Ketika dia membuka mata, dia berada di ruangan asing. Terbaring di tempat tidur yang bukan miliknya. Terdapat layar tv LED ukuran besar, beberapa kursi kecil berbahan kayu, lemari pakaian berbahan kaca juga pintu yang mengarah ke kamar mandi.

__ADS_1


Pelan-pelan Tiara turun dari tempat tidur, netra matanya masih buram saat ia menyingkap kain jendela ternyata, dia berada di lantai bangunan yang cukup tinggi. Tiara baru sadar kalau Mike sudah mengurungnya di sini.


"Kau bercanda Mike! Kau berani menculikku! Keluarkan aku dari sini Mike!"


Tiara menggedor pintu kamar yang dikunci dari luar. Dia berteriak memanggil Mike. Namun, tidak ada tanda-tanda kehadiran orang lain di luar sana. Tiara mencari tas miliknya dia ingin menghubungi Daniel tetapi dia tidak menemukannya.


"Keluarkan aku sebelum Daniel menghabisimu, Mike!" Tiara lelah berteriak, lelah menggedor pintu hingga akhirnya memilih diam berharap Mike datang membukakan pintu untuknya.


"Daniel cepat datang, aku nggak mau di sini." Tiara terduduk di balik pintu. Dia melihat jam di dinding pukul tiga sore, Tiara berharap Daniel sudah menyadari apa yang terjadi dan datang menjemputnya.


Knop pintu kamar bergerak, Tiara berdiri. "Mike keluarkan aku dari sini!" teriak Tiara lagi.


Pintu terbuka lebar, Mike datang membawa nampan bersisi makanan untuk Tiara.


"Kau sudah sadar? Sini makanlah dulu!" Mike meletakkannya di atas meja. "Jangan khawatir, bius itu tidak berbahaya untukmu!" seru Mike lagi, Tiara menatapnya dengan benci.


"Kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Tiara, rasanya dua ingin mencekik leher Mike sekarang juga.


"Hanya untuk jaminan." Mike menyunggingkan senyuman licik. "Agar Daniel tidak berani serakah lagi," imbuhnya kemudian.


"Serakah katamu? Kau sadar dengan apa yang kau ucapkan, huh!" Tiara melemparkan piring makanan tersebut sampai pecah dan berserak di lantai. "Aku tidak mau mendengarkan leluconmu, Mike! Keluarkan aku dari sini sebelum suamiku mencekikmu!"


Mike melongo melihat Tiara, Istri? Perempuan seperti apa yang dinikahi Daniel? Tubuhnya kecil tapi, nyalinya cukup besar.


***

__ADS_1


Aahhhh kiran bisa tamat di bab 50, ternyata melenceng. Maaf ya readers sayang. Sabar menanti Diko dan Laura.


__ADS_2