
Norry bingung, di sisi lain harga dirinya begitu tinggi. Di sisi lain ada Nicky yang sudah bertanduk dan siap untuk menendangnya kapan saja.
"7...."
"6...."
Maurine memegang tangan Genta. Menghentika Genta menghitung mundur. Genta menatap Maurine dan bertanya.
"Ada apa? kau ingin aku berhenti menghitung?" tanya Genta.
"apa ini tidak kerterlaluan?" ucap lirih Maurine.
"Keterlaluan? kau lihat di sini sepi, hanya ada kita ber tiga. Yang ada Norry lah yang keterlaluan saat itu, kita dilihat banyak orang! aku sudah berbelas kasih mengosongkan tempat, jika dia tulus merasa bersalah dan memohon harusnya bukan hal besar untuk merendahkan sedikit harga dirinya."
Maurine kaget, Genta benar-benar terlihat kesal dan marah. Maurine hanya bisa diam dan melihat pilihan apa yang akan dipilih Norry
"5...."
"4...."
"Sial pria ini tidak mau dengar apa yang di katakan Maurine. Ini keterlaluan, aku harus bagaimana? Norry pikirkan sesuatu," batin Norry.
"3...."
"Wanita ini sangat keras kepala, kau pikir aku akan luluh dengan ucapan Maurine? sayang sekali, kau tidak mengenalku dengan baik. Aku bukan orang yang suka berbaik hati," batin Genta.
"2...."
"Apa yang akan di pilih Norry, tidak mungkin dia akan berlutut bukan?" batin Maurine.
"1...."
Genta menatap Norry usai menghitung. Norry masih berdiri diam tanpa bicara dan bergerak.
"Baiklah, kau hanya diam membisu. Aku akan anggap kau menolak! pergilah dan jangan mengharapkan apa-apa lagi."
Norry mengepalkan kedua tangan, perlahan dia menurunkan kakinya dan berlutut menghadap Maurine. Norry menunduk, merasa malu juga merasa kesal. Hatinya campur aduk, saat ini Norry tidak ada pilihan lain. Selain berlutut dan memohon.
"Ma-maaf Maurine. Aku bersalah padamu, semuanya yang aku katakan itu salah. Seharusnya aku tidak mengolokmu, aku menyeasal Maurine. Maafkan aku," kata Norry memohon maaf pada Maurine.
Maurine kaget, tidak percaya jika Norry akan memilih merendahkan harga diri. Norry yang begitu sombong dan angkuh akhirnya bertekuk lutut.
"Bertahanlah Norry, ini hanya berlutut kan. Disini juga tidak ada orang yang melihat selain Maurine dan pria jahat ini. Bertahanlah," batin Norry
"Jadi..., apa aku puas sayang?" tanya Genta pada Maurine.
Maurine menatap genta, "Aku? hm, Norry bangunlah. Aku sudah memaafkanmu," kata Maurine merasa canggung.
Norry berlahan berdiri meski dengan tubuh gemetar, Norry berusaha untuk tidak goyah. Norry berdiri menunduk, dia merasa malu.
Bagaimana perasaanmu Norry? kau malu kan? meski hanya ada kami disini," kata Genta.
"Maaf," kata Norry lagi.
"Maaf tidak lah cukup Norry, namun aku tidak ingin mepersulitmu lagi. Bagaimana pun jika aku menggulung perusahaan Papamu, maka Mama Maurine akan kena dampaknya juga. Aku akan melanjutkan kontrak kerjasama yang sebelumnya kita sepakati, namun aku tidak akan menerima kontrak barumu. Ini adalah hasil yang kau tabur sendiri," jelas Genta.
Norry mengangguk, "Baiklah, asalkan kita masih bekerja sama. Aku akan menurut apapun keputusanmu. Terima kasih," kata Norry dengan nada suara gemetar.
"Kau bisa pergi, aku akan mengurus itu. Besok kau akan dapatkan kembali apa yang kau inginkan."
__ADS_1
"Baik, terima kasih."
Norry pun pada akhirnya pergi, Norry sudah tidak tahan lagi ingin rasanya menjerit dan berteriak.
Maurine menatap kepergian Norry sampai hilang di balik pintu.
"Apa yang kau pikirkan sayang, kenapa melamun?" Tanya Genta.
"Tidak ada, hanya terkejut saja. Seorang Norry mau berlutut demi sebuah kerjasama. Aku juga senang, kau tidak mempersulit keadaan mereka. Terima kasih sayang," kata Maurine.
"Jangan berterima kasih. Apapun akan aku lakukan untukmu sayang, selagi aku bisa dan mampu untuk melakukannya. Aku aka berikan hidupku, aku akan lakukan sampai batas akhir kemampuanku untuk membuatmu tersenyum dan tertawa bahagia. Asalkan kau terus berada di sisiku," ucap Genta.
"Manisnya suamiku, kau sungguh handal bicara."
Mendengar ucapan Maurine, Genta tersenyum dan mengucapkan terima kasih karena Maurine sudah memujinya.
"Terima kasih untuk pujianmu sayang," jawab Genta.
Genta lega, Maurine tidak kesal padanya. Meski rasanya belum puas melihat Norry hanya berlutut saja, Genta cukup membuat Norry gemetar.
"Sayang sekali, jika saja aku tidak mementingkan perasaan Maurine. Aku akan membuat Norry lebih malu dari pada ini," batin Genta.
"Jika bukan karena ku, kau pasti lebih kejam dari ini kan Genta? Melihat dari kekesalan dan amarahmu, hanya membuat Norry saja berlutut tidaklah cukup. Kau mementingkan perasaanku lebih dari apapun, aku sangat menghargai itu dan juga sangat senang. Terima kasih sayang," batin Maurine.
***
Norry ada di dalam mobil dan menangis. Norry kesal, dia marah karena sudah dipermalukan.
Seorang Nona keluarga Sharloz berlutut di depan orang lain. Itu sungguh memalukan, Norry menyeka air matanya dan menatap tajam kearah kedai Kopi yang ada di depannya.
"Kali ini kau boleh tertawa bahagia Maurine. Kau lihat saja, lain waktu aku pasti akan membalasmu lebih dari ini. Meski kau punya dukungan dari Direktur Aiden, jangan kau kira ku tidak punya cara untuk menjatuhkanmu dan menyeretku kedalam jurang kehancuran. Tidak ada yang boleh merendahkan Norry, siapapun itu!" Seru Norry dengan kekesalannya.
(Percakapan di telepon)
"Ya pa?" jawab Norry.
"Kau dimana? tidak ada di kantor?" tanya Nicky.
"Aku baru saja menemui Direktur Aiden Papa," jawab Maurine.
"Apa kau berhasil bicara dengannya?" tanya Nicky lagi.
"Ya, Pa. Aku akan segera kembali ke kantor dan menemui Papa. Aku akan ceritakan semuanya nanti," jawab Norry.
"Baiklah, hati-hati di jalan sayang."
"Iya Pa," jawab Norry yang langsung mengakhiri panggilan.
Norry memasukan ponselnya kembali ke tas, Norry pun pergi dengan mobilnya untuk kembali ke kantornya.
"Kembali ke kantor dulu. Yang terpenting kerja sama tetap akan berjalan. Soal Maurine, aku akan pikirkan cara membuatnya malu nanti. Aku akan balas berkali-kali lipat," batin Norry.
Kekesalan dan kebencian Norry semakin menjadi. Norry hanya bisa menerima kekalahannya saat itu dan berencana membalas dendam nanti.
***
Hallo semua..
Terima kasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
__ADS_1
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2) (End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) (CLYDK SEASON KE 3) (End)
•Suami Pengganti (End)
•Oh My Husband (End)
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silakan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"