Milik CEO Muda

Milik CEO Muda
Naura Mantan Kekasih Eric.


__ADS_3

Sambungan telfonnya sudah terhenti Dinda memberikan ponsel Eric kembali.


"Ini tuan." Dinda menyodorkan ponsel pada Eric lalu Eric menerimanya.


"Sudah semester berapa?" tanya Eric saat melihat buku-buku Dinda di atas meja.


"Saya tuan?"tanya Dinda.


"Aku bertanya pada pantai, disini hanya ada kau di sampingku. Dasar bodoh!" jawab Erik ketus mendapat pertanyaan dari Dinda.


"Ohh, Dinda sudah semester lima Tuan." jawab Dinda.


Dinda memang pernah menjalani kelas akselerasi saat SMA dulu, makanya sekarang Dinda sudah semester 5 walau teman se-angkatannya masih semester 3.


Eric masuk ke dalam kamar melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


"Selesai juga." Eric hanya butuh waktu beberapa menit untuk menyelesaikan satu berkas, Eric hanya memeriksa dan menandatangani saja selebihnya Rian yang mengerjakan.


Ngomong-ngomong soal Rian, sekarang dia sangat sibuk akibat semua berkas yang harusnya dikerjakan oleh Eric malah ditinggalkan pergi honeymoon.


Tuut...tuut...tuut...


Eric menelfon sahabatnya itu untuk menanyakan proyek yang tengah mereka kerjakan.


"Halo, assalamualaikum." salam Eric.


"Wa'alaikumsalam, apa lu telfon-telfon." Rian mengangkat telfon dengan marah-marah karena memang di jam seperti ini Rian lagi sibuk-sibuknya.


"Apa sih lu, marah-marah mulu kayak cewek yang PMS."Eric heran kenapa Rian selalu marah-marah jika di telfon semalam juga Eric meneleponnya tapi Rian juga marah.


"Gue nggak marah, cuman tensi gua naik gara-gara pekerjaan yang lu tinggalin."


"Kan gue kasi saran sini aja ke Bali gue bantu kerjain tuh berkas-berkas."saran Eric memang bagus sih tapi menurut Rian justru itu mengambil waktu saja ketika perjalanan di sana, lagi pula Rian tidak ingin menjadi obat nyamuk bagi orang yang sedang honeymoon.

__ADS_1


"Ribet banget saran lu, udah deh selesaikan cepat honeymoonnya lalu pulang bisa gila gue kerjain ini tugas lu." Rian menolak mentah-mentah saran Eric bahkan menyuruh Eric untuk menyelesaikan honeymoonnya segera.


"Iya iya gue bakal pulang dalam waktu dekat , bosen juga gue tinggal di sini berdua sama tuh perempuan." perkataan Eric tadi dapat didengar jelas oleh Dinda di balkon.


"Apa aku cari alasan tentang kuliah saja supaya tuan Eric bisa cepat pulang?" ucap Dinda dalam hati mencari cara agar dirinya dan Eric segera pulang.


"Uakin lu bosen ame bini lu? bukannya enak ya honeymoonnya?" Rian tidak yakin dengan perkataan Eric jika bosan bersama Dinda di sana.


"Terserah, udah gue tutup dulu telfonnya , bye!" Eric menutup sambungan telfonnya sepihak , dia bosen mendengar ejekan Rian terus.


Eric selesai menelfon telah bersiap menuju keluar kamar tapi Dinda mencegatnya dengan memanggilnya.


"Tuan.."Eric berhenti dan berbalik, sudah ada Dinda di depannya.


"Apa?"


"Ehhm, bisa Dinda bicara sebentar Tuan?" tanya Dinda.


"Pekan depan Dinda sudah mulai ujian final , jadi bisakah kita pulang lebih awal?" sebenarnya pekan depan Dinda bukan mau ujian final tapi ada ujian harian untuk satu mata kuliahnya, hanya saja Dinda menjadikan itu alasan agar mereka pulang lebih awal, menurutnya satu pekan di Bali sangatlah lama, apa lagi Eric tidak menyukainya.


Eric berbalik meninggalkan Dinda di kamar, ia menuju restoran hotel. Eric berencana akan tinggal di restoran sampai sudah makan malam, ia makan malam di kamar juga tetap sendiri, bagaimana tidak sendiri Eric sendiri tidak ingin makan bersama Dinda.


Di tempat berbeda, tepatnya di Banua Amerika sana, Los Angeles. Sepasang kekasih yang tengah bertengkar yakni Naura, mantan kekasih Eric bersama dengan kekasihnya sekaligus selingkuhannya saat masih bersama Eric.


"Kamu kapan sih nikahin aku?udah lama banget aku nunggunya, bahkan aku sampai putus sama Eric gara-gara kamu janji mau cepat nikahin aku." Naura yang marah-marah sejak tadi didepan kekasihnya, Leo.


"Iyya honey nanti dulu, aku masih ngerjain proyek penting." Leo berdiri dari kursinya menghampiri Naura di sofa apartemennya.


"Dari dulu selalu aja alasan kamu soal proyek itu, kalau aku tau kamu belum mau nikahin aku saat aku putus sama Eric, lebih baik aku masih sama Eric, dia bisa membelikan ku apa aja yang aku mau, sedangkan kamu sudah tidak punya waktu, nggak pernah beliin aku barang branded, belum juga nikahin aku. Nyesel aku!" Naura jika marah selalu saja membandingkan Leo dengan mantannya Eric, hal itu sangat tidak di sukai Leo.


"Ohh, kamu bilang aku nggak pernah beliin kamu barang branded yah, heii! jika bukan aku kau mau tinggal dimana sekarang hah!!" Leo sudah terpancing emosi oleh perkataan Naura .


Naura dimarahi oleh orang tuanya saat tau jika dia putus dengan Eric, karena sejak Naura berpacaran dengan Eric suntikan dana pada perusahaan Papa Naura selalu terpenuhi dengan baik. Tapi setelah kabar putusnya dia dan Eric, saham perusahaan Papanya langsung anjlok di pasaran, bahkan perusahaan mereka sulit mendapat investasi dana.

__ADS_1


Naura bahkan memutuskan ikut dengan Leo ke LA karena lelah dengan omelan Papa dan Mamanya.


"Kamu bilang apa tadi? kamu nyesel telah putus dengan Eric dan pacaran denganku? baiklah kembalilah ke Indonesia dan cari mantan pacarmu itu."sambung Leo sudah mengusir Naura secara halus.


"Tapi laki-laki seperti Eric tidak mungkin belum memiliki kekasih, dan ketika kau ingin kembali dengannya dia akan dengan mudahnya menyingkirkan mu dari hadapannya." Leo kembali duduk di kursinya, dia lelah dengan perempuan di depannya itu, setiap hari pasti ada saja yang di perdebatkan.


"Honey maksud aku bukan kayak gitu, aku nggak nyesel kok milih kamu daripada Eric, sungguh!"ucap Naura yang menyusul Eric di kursi dan bergelut manja di lengan Eric.


"Kau kembalilah ke apartemen mu aku masih ingin mengerjakan sesuatu."usir Leo yang sudah muak dengan kelakuan perempuan di sampingnya.


"Ya sudah aku pulang dulu, dah honey!"pamit Naura yang diakhiri menge*up bibir Leo.


Setelah kepergian Naura, ponsel Leo berdering.


"Halo baby! Kamu di mana? Aku chat kamu nggak di balas-balas tadi, makanya aku nelpon." yaa.., Leo juga memiliki pacar lain selain Naura , sifat buruk Naura sendiri yang menjadikan alasan Leo selingkuh.


"Iyya baby, aku tadi ada urusan sebentar . Nelfonnya nanti saja yah aku mau selesaiin pekerjaan dulu nih."


"Ya udah dehh, byee!"


"Byee!"


*****


Dinda sudah selesai makan malamnya sendiri, ada pelayan restoran tadi yang membawa makanan untuknya tapi hanya satu porsi, Dinda belum menanyakan kenapa cuman satu porsi, tapi pelayan itu sudah mengatakan Eric sudah makan di restoran sendiri.


"Sepertinya Tuan Eric sudah sangat mau pulang."ucap Dinda sambil berjalan ke dalam kamar mandi ingin mengambil air wudhu untuk sholat isya.


Tepat di rakaat terakhir sholatnya, Eric sudah masuk ke dalam kamar dengan hati-hati karena melihat Dinda sholat. Eric sendiri sudah sholat di musholla hotel sejak tadi.


Eric berjalan ke arah kamar mandi sambil melihat Dinda yang khusyuk berdo'a. Saat Eric keluar dari kamar mandi Dinda juga telah selesai sholat.


Mereka berdua masih belum ada yang memulai pembicaraan, hingga akhirnya keduanya melakukan aktivitas masing-masing seperti biasa.

__ADS_1


*****


Like , coment and vote guyss.🖤❤️


__ADS_2