Milik CEO Muda

Milik CEO Muda
Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

"Sayang..."bujuk Eric sambil mengelus lengan Dinda. Namun Dinda tetap menangis hingga badannya bergetar membuat Eric kebingungan.


"Hei, ini Mas sudah pulang, berbaliklah." ucap Eric dengan lembut.


"Tidak! Dinda hanya mimpi. K-kenapa mas selalu datang di mimpi Dinda!?" Ujar Dinda dengan tangis tersedu-sedu sambil memeluk guling di sampingnya dengan erat. Eric mengerutkan keningnya saat Dinda menyebut kata 'mimpi'.


"Apa Dinda kira, dia sedang bermimpi melihatku? Itu artinya dia sering bermimpi tentangku." ucap Eric dalam hati menyadari kesalahannya telah mengabaikan istrinya selama berada di Singapura. Dia telah mengabaikan istrinya, tapi di sini istrinya tengah tidak baik-baik saja. Sungguh ia menyesal.


"Sayang, heiii, sini!" Eric membalikkan Dinda menghadapnya lalu menariknya ke dalam pelukannya. Posisinya sekarang mereka saling berpelukan sambil berbaring di atas tempat tidur sempit Dinda, tanpa mengganti pakaiannya dulu. Eric memeluk Dinda dengan begitu erat, disertai dengan elusan halus ke punggung Dinda.


"Sudah, sudah!" sambil terus mengelus punggung Dinda untuk menenangkannya.


"Liat kesini dulu," ujar Eric mulai melerai pelukannya agar Dinda menatapnya.


"Ini aku, kamu tidak sedang bermimpi." ucapan Eric tetap mendapatkan gelangan kepala dari Dinda.


"K-kalau Dinda tidak mimpi, mana mungkin mas mau ajak Dinda b-bicara." Eric menghapus air mata yang mengalir tanpa henti dari mata indah sang istri.

__ADS_1


"Maaf, maaf karena mas mengabaikanmu selama ini." Eric kembali menarik Dinda ke dalam pelukannya dan mencium dengan dalam kening Dinda.


"M-maaf karena Dinda sudah bilang seperti itu," ucapan Dinda terputus karena Eric mendorong Dinda dengan pelan, agar pelukan keduanya terlerai.


"Dinda j-janji tidak akan mengatakannya la-lagi." Eric hanya menggeleng sambil menatap Dinda.


"Ma-maaf juga karena Dinda telah mencintai mas,"


"Ssstt.. jangan mengatakan itu sayang, mas benar-benar tidak pernah marah dengan hal itu." ucap Eric dengan jari telunjuknya berada di depan bibir Dinda. Eric mengubah posisinya yang dari berbaring menjadi duduk, setalah itu dia menarik Dinda ikut duduk dan menghadap ke depannya.


"Jadi, jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Maaf kalau sikap mas selama ini sudah melukaimu, mas tahu kamu pasti kesepian disini tanpa mas, Maaf." Dinda hanya bisa menatap Eric dengan diam, dia masih tidak percaya jika didepannya sekarang adalah sang suami yang sangat ia rindukan.


"Tapi kenapa mas selalu menghindar dari Dinda? Apa Dinda sangat mengganggu mas?" tanya Dinda terus menatap mata Eric. Eric hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Dinda.


"Kau tahu, setiap hari mas selalu ingin menelfonmu, tapi ego mas sangat tinggi sampai-sampai malah lebih memilih menahan kerinduan pada istriku ini." ujarnya beralih mengelus rambut Dinda.


"Asal kau tahu saja, kamu benar-benar hampir membuat mas jantungan saat sampai ke rumah tadi." Dinda mengerutkan keningnya tanda penasaran dengan lanjutan ucapan Eric.

__ADS_1


"Saat mas sampai di rumah, kamu tidak ada, bahkan saat mas ke rumah mama, kamu juga tidak ada."


"Dinda sudah lama bermalam di sini mas, kalau di rumah Dinda merasa sangat sepi, makanya Dinda ke panti saja. Saat Dinda mau minta izin dengan mas, tapi telponnya mas tidak angkat." ucap Dinda dengan wajah sedihnya.


"Maaf. Maaf sayang." Eric memeluk kembali tubuh kecil istrinya dengan erat.


"Kamu belum makan?" tanya Eric saat melihat makanan di atas meja kecil depannya. Dinda hanya menggelengkan kepalanya, tadi dia merasa tidak enak badan sampai-sampai tertidur saat bekerja.


"Kenapa kau tidak mengurus dirimu dengan baik hmm? Badanmu terasa hangat, dan kau tidak makan?" Dinda hanya menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Eric.


"Kapan kamu makan?" tanya Eric.


"Tadi pagi." ucap Dinda dengan pelan. Eric hanya menggeleng mendengar ucapan Dinda.


"Makan dulu, lalu tidur kembali." Eric mengambil piring yang berisi nasi dengan lauk, lalu hendak menyuapi Dinda.


"Biar Dinda saja mas, Dinda bisa." ucap Dinda menghentikan Eric lalu mulai memakan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2