
Adzan subuh telah berkumandang, Dindapun ikut terbangun dari tidur nyeyaknya. Dinda memeriksa tempat di sampingnya tapi, dia tidak menemukan Eric. Biasanya Dinda bangun jauh lebih dulu dibanding Eric tapi, sekarang justru Eric yang bangun dulu.
"Mungkin mas Eric ke masjid sholat subuh, tapi dia lupa bangunin Dinda." pikir Dinda lalu segera mengambil handuk untuk mandi.
Waktu berlalu begitu cepat, sampai tak terasa sudah jam tujuh pagi. Dinda makin bingung kemana Eric pergi sampai belum pulang hingga sekarang. Dinda juga sudah menelfon Eric dari tadi, tapi hasilnya nihil, ponsel Eric tidak aktif, sehingga tidak bisa di hubungi.
Sedangkan di negara tetangga sana, sudah ada Eric yang tengah memakai pakaiannya, tapi pikirannya masih berada di Indonesia, tempatnya di rumahnya. Eric masih memikirkan Dinda, dia tidak sempat memberikannya kabar, karena, saat di pesawat tidak di haruskan untuk menon-aktifkan ponsel lalu saat sampai di hotel, ponselnya malah lowbat.
"Mungkin sudah bisa di aktifkan!" ucap Eric lalu meraih ponselnya.
Saat menekan tombol power beberapa saat, akhirnya ponselnya sudah dapat di aktifkan. Betapa kagetnya Eric saat melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Dinda, bukan hanya panggilan tapi, terdapat banyak pesan Whatsapp yang masuk.
Little wife.
__ADS_1
"Mas, kamu dimana?" 04.55
"Mas ke masjid yahh?" 05.00
"Mas kenapa nggak pulang? ini sudah hampir jam enam." 05.55
"Mas, Dinda berangkat duluan yah ke kantor, bajunya udah Dinda siapin di atas tempat tidur. Assalamualaikum." 07.10
^^^"'Mas sekarang ada di singapura, ada trouble di sini, makanya mas kesini bareng Rian tadi malam. Tidak usah menunggu mas pulang, soalnya mas juga belum tahu sampai kapan mas tinggal sementara di sini."^^^
^^^07.25^^^
Dinda yang sedang bekerja, mengalihkan pandangannya ke ponselnya yang berbunyi. Saat melihat nama Eric yang tertera, Dinda dengan semangat sambil tersenyum membuka isi pesan Eric.
__ADS_1
Setelah membaca pesan dari Eric, tiba-tiba senyum yang terbit tadi langsung memudar, Dinda benar-benar merasa begitu bodoh telah mengungkapkan perasaannya pada Eric malam itu, jika dia tahu Eric akan menjauh darinya setelah mengungkapkan perasaannya, mungkin dia tidak akan pernah mengungkapkan perasaannya itu.
"Mas Eric juga pasti menghindar dariku karena ucapanku malam itu." ucap Dinda dalam hati.
"Setelah mas Eric pulang nanti, aku akan minta maaf."
"Iyya mas." 07.30
Balas Dinda lalu berusaha fokus kembali pada pekerjaannya.
Tepat jam empat sore, semua karyawan dari Pratama Group sudah pulang satu per-satu, begitupun Dinda. Bedanya sekarang, Dinda pulang sendiri tanpa bersama dengan Eric. Saat sampai di rumahpun Dinda tampak tak bersemangat, makan malampun ia lewatkan, karena setelah bersih-bersih dan sholat isya Dinda langsung tidur. Dinda merasa sangat lelah hari ini, matanya juga bengkak akibat menagis saat pulang dari kantor.
Di Singapura, Eric juga sudah selesai dengan pekerjaannya. Eric sudah memberitahu soal kepergiannya yang mendadak ke Singapura pada orang tuanya. Mengetahui hal itu tentu saja membuat mamanya marah karena, ia meninggalkan Dinda sendirian di rumah. Keesokan harinya bu Hasna ke kediaman Eric untuk menjemput Dinda bermalam di rumahnya tapi, Dinda menolak dengan alasan rumah orang Tua Eric terlalu jauh jaraknya dari kantor. Dengan segala bujukan yang dilakukan bu Hasna akhirnya ia meminta Bi' Sum dan Mang Diman untuk ke kediaman Eric untuk menemani Dinda.-
__ADS_1