Milik CEO Muda

Milik CEO Muda
Rencana Licik Lucy dkk.


__ADS_3

Keesokan harinya, Dinda datang ke kost Sima karena, Sima memanggilnya ke kost untuk bersiap-siap dari kost Sima ke pesta nanti malam.


Sima juga sudah pindah kost dari beberapa pekan yang lalu, dia tidak bisa bolak-balik dari rumahnya ke kantor, jadi dia memutuskan mencari kost didekat gedung Pratama.


"Mas, Dinda pamit yah, makan siangnya udah Dinda siapin." ucap Dinda meminta izin pada Eric yang tengah berkutat dengan laptopnya.


"Mau ke mana?" tanyanya sambil mengalihkan pandangannya ke Dinda.


"Mau ke kost Sima Mas."


"Kau tidak mau ke pesta nanti malam?"


"Mau kok Mas tapi, nanti perginya bareng Sima aja." ucap Dinda.


"Ohh, yau udah pergilah." balas Eric tidak peduli.


"Kenapa Mas Eric kembali seperti pertama? apa aku punya salah lagi?" ucap Dinda dalam hati.


Eric memang sengaja bersikap dingin pada Dinda. Dia ingin mengetahui isi hatinya yang sesungguhnya pada Dinda. Apakah dia bisa selalu menghindari Dinda atau tidak.


Selama satu bulan terakhir, Eric selalu lembur di kantor, bahkan pergi ke luar kota selama beberapa hari demi menghindari Dinda.


Tapi, hasil yang di dapatnya adalah, dia sendiri mulai risih karena Dinda juga mulai menghindarinya. Bahkan sesekali dia melihat wajah sendu Dinda ketika dia mengabaikannya dan menolak makan masakan Dinda.


Dia juga merasa tidak tega selalu melihat Dinda tertidur di sofa karena menunggunya pulang dari kantor.


Dinda meninggalkan rumah dengan keadaan perasaan sedih, dia berpikir Eric sudah mulai mencintainya tapi, rupanya Eric malah semakin mengindari dan kembali bersikap dingin padanya.


Hari semakin berjalan, hingga tiba waktunya Dinda dan Sima akan berangkat menunju hotel golden, tempat pesta akan berlangsung.


"Sim, aku nggak pede pake gaun seperti ini, aku malu." ucap Dinda sambil terus menunduk masuk ke dalam hotel mewah di depannya.


"Udah, santai aja, lagian gaunnya cocok banget kok dipake sama kamu." balas Sima sambil menilai penampilan sahabatnya yang mengenakan gaun berwarna hitam selutut dengan heels 5 cm yang dikenakannya.


Gaun yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang sangat putih, dihiasi anting kecil yang begitu indah saat dikenakan nya. Rambutnya yang digerai ke belakang semakin menampilkan aura kecantikan yang tersembunyi dari kesederhanaan Dinda selama ini.


Semuanya sudah berkumpul, yang ditunggu tinggal CEO yang tengah berulang tahun.


"Perhatian.., semuanya Pak Eric sudah ada di lobby menuju ke sini, jadi bersiaplah menyambutnya." ucap MC pria di atas panggung.

__ADS_1


"Ric, lu nggak sama Dinda?" tanya Rian di dalam lift.


"Nggak, dia sama temannya."


"Ohh.." saat ini mereka sudah ada di kerumunan para karyawan.


Mata Eric menyapu ruangan mencari keberadaan istrinya. Hingga pandangannya terhingga pada sosok gadis cantik di pojok ruangan yang diyakini adalah istrinya.


Sima memberikan jus pada Dinda yang masih berdiri di pojok ruangan.


"Din, ini jus-nya." Dinda berbalik dan Eric dapat melihat dengan jelas wajah Dinda yang terpoles make up natural.


Bibirnya tersenyum melihat penampilan Dinda yang sangat anggun nan cantik.


"Dia sangat cantik.." ucapnya tanpa sadar terdengar oleh Rian yang di sampingnya.


"Cantik memang, lu nya aja yang baru nyadar." ucap Rian di belakangnya yang ikut memandang Dinda.


"Ck, tidak usah menatapnya, bukan orangnya yang ku bilang cantik tapi, gaunnya." ucap Eric bohong.


"Ya elah alasan aja lu, nanti ada pria yang embat si Dinda, mampus lu." Rian pergi dari hadapan Eric.


Rangkaian demi rangkain telah dilewati mulai dari sambutan CEO, acara pemotongan kue hingga sekarang acara makan-makannya telah tiba.


"Din, kamu mau makan kue yang mana?" tanya Sima karena, dia ingin mengambil kue ke stand makanan yang tersedia lengkap.


"Samain aja punya kita."


Di tengah keramaian Eric telah berbincang-bincang dengan kolega bisnisnya, baik yang dari dalam maupun luar negeri.


"Hai Pak Eric! Happy birthday yah!" ucap salah seorang kolega bisnisnya yang dari LA, yang tak lain adalah Leo, didampingi sang kekasih.


Leo sudah kembali ke Indonesia sejak kemarin lusa, dia mendapatkan undangan pesta ulangtahun CEO Muda Pratama Group kemarin sore jadi, dia menyempatkan hadir di acara tersebut.


Naura sendiri pada awalnya menolak permintaan Leo untuk mendampinginya menghadiri pesta ulang tahun mantan kekasihnya itu tapi, Leo memaksa bahkan sudah menyogok Naura dengan tas branded keluaran terbaru.


"Terima kasih!" ucap Eric dingin pada mantan sahabatnya itu.


"Hai lama tak jumpa! apa kabar?" tanya Naura dengan senyum manis.

__ADS_1


"Baik!"


"Upss sorry aku sampai lupa bilang, happy birthday yah!" Naura dengan genitnya langsung cipika-cipiki dengan Eric. Seandainya tidak banyak kolega bisnis penting yang hadir, mungkin Eric sudah mendorong perempuan yang sangat jijik dia lihat di depannya.


Karena risih dengan kehadiran Leo dan kekasihnya, Eric memilih pindah dari tempatnya dan menemui kliennya yang lain di dekat meja di duduki Dinda.


Saat Eric mendekat, Dinda kira dia akan menemuinya tapi, rupanya dia bertemu salah satu klien yang cantik dan bisa dibilang seksi.


Gadis itu terlihat memeluk Eric membuat mata Dinda melebar melihat adegan itu.


"Hi!! Selamat ulang tahun Pak Eric."


"Terima kasih, nikmati makanannya."


Sima sudah kembali dengan dua jenis kue di piringnya.


"Din ini kuenya." Sima menyerahkan piring yang berisi kue ulang tahun dengan potongan sedang.


"Terima kasih."


Sejak kedatangan Dinda, semua mata laki-laki seakan-akan tertuju padanya, membuat Lucy sang karyawan yang menyuruh Dinda dan Sima duduk di meja belakang ruang divisi keuangan.


"Hai, boleh gabung gak?" ucap Lucy dengan lembut berhasil membuat Sima dan Dinda mengernyitkan dahi melihatnya. Karena selama merek bekerja Lucy inilah yang selalu membebani mereka dengan pekerjaan yang banyak.


"Boleh kak, silahkan." ucap Dinda dengan ramah.


"Makasih." Lucy dan teman prianya duduk di kursi yang kosong dekat Dinda.


"Dinda kamu terlihat sangat cantik malam ini." Lucy memuji Dinda.


"Terima kasih kak." Lucy tampak tersenyum terpaksa menanggapi ucapan Dinda.


"Semuanya ini minuman untuk kalian." teman Lucy datang membawa nampan berisi berbagai jenis minuman, yang dimana salah satu minumannya sudah di berikan obat tidur untuk menjebak Dinda.


"Ini untuk Sima dan ini untuk Dinda." dengan polos dan tanpa ragu, Dinda dan Sima menerima minumannya dengan senang hati.


"Terima kasih."


Lucy dan teman-temannya berencana untuk membuat skandal untuk Dinda. Karena, semenjak Dinda bergabung di divisi keuangan, mereka jarang mendapat bagian mengerjakan laporan proyek. Bahkan mereka sangat membenci ketika Dinda selalu di puji oleh Pak David.

__ADS_1


*****


Like, coment, beri gift and vote guyss. 🖤❤️


__ADS_2