MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Perkenalkan aku dulu


__ADS_3

"Kenalkan nama saya Genduk Derani, yang baru satu tahun ini menyandang status janda. Entah kurang apa aku ini, yang penting aku berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi suamiku. Tapi nyatanya sia-sia, dimana dia tetap menjalin hubungan gelap dengan pacarnya terdahulu. Padahal usia pernikahan kami baru 2 tahun, yang mana kami menikah karena kecelakaan dulu atau bisa dibilang hamil duluan. Kedua orang tuaku tak pernah mengijinkan aku untuk menjalin hubungan pacaran waktu itu. Tapi entah takdir apa sehingga aku bisa seperti ini.


"Itu semua mungkin karena janji orang tuaku yang sering aku dengar waktu aku masih kecil dulu. Dimana Bertahun-tahun yang lalu Ayahku pernah kerja di perusahaan batu bara terbesar di Kalimantan timur. Karena kami di sana tak ada saudara maka kami diangkat saudara dengan teman Ayahku yang mana kami sama-sama dari jawa, bedanya jawa timur dan jawa tengah. Karena itulah namaku bisa Genduk karena kalau orang jawa Genduk itu sebutan anak perempuan. Sedangkan anak kakak angkat Ayahku yang 5 tahun di atasku sudah diberi nama Thole aranjani yang mana Thole itu sebutan anak laki-laki.


Waktu itu walaupun aku masih berumur kecil sekitar 1 tahun aku sering sekali di asuh oleh kak Thole. Padahal ia juga punya adik perempuan 2 tahun diatasku tapi aku tak mau bermain dengannya. Sampai akhirnya aku sering diajak kemana ia main di komplek perumahan para pekerja pabrik.


Sampai pada suatu saat Ayahku mengalami kecelakaan dalam mengemukakan alat berat dan akhirnya kami pulang ke jawa dan tak ada kabar lagi dengan keluarga Kakak angkat Ayahku. Sampai usiaku 18 tahun Ibuk dan Ayah tak pernah memperbolehkan aku dekat dengan laki-laki lain karena perjodohan ini. Janji yang sudah 2 keluarga buat tanpa aku tahu apa isinya. Tapi aku juga tak pernah melanggar peraturan orang tuaku.

__ADS_1


Tapi entah salah ku dimana, waktu aku kerja di sebuah toko aku mendapatkan perbuatan tak baik dari teman akrabku sendiri yang saat itu sedang frustasi karena di putus pacarnya. Aku mendapatkan cobaan yang begitu berat sampai orang tuaku sempat frustasi juga.


Mau tak mau aku pun menikah dengannya karena sudah ada bayi yang aku kandung waktu itu. Orangtuaku sempat marah karena kabar itu, tapi mau tak mau akhirnya mereka mengikhlaskan aku dengan dia menikah. Dari pada semakin besar perutku, tapi aku tak ada suami. Tapi semuanya tak semanis pertemananku dulu yang selalu baik padaku. Setelah menikah sifatnya berubah 180°. Dia yang selalu pulang malam dan tak ada perhatian dengan kandunganku. Sampai waktu itu aku menangis karena aku hanya ingin makan makanan yang aku inginkan pun tak ia belikan. Boro-boro dibelikan kadang ia juga tak pulang ke kontakan kami. Padahal aku yang sudah gak bekerja dan hanya ingin membeli sesuatu sudah tak bisa. Dan entah dia tidur dimana yang mana aku sering sendirian di kontakan waktu itu. Emang pilihan kami untuk ngontrak rumah kecil yang dekat kerjaan kami agar mudah untuk kami berangkat kerja sebelum akhirnya aku memutuskan keluar karena aku yang merasa lelah. Aku yang merasa sendiri malah tak ada orang yang menjaga aku dan memperhatikan aku. Sampai akhirnya aku diminta untuk pulang ke rumah orangtuaku karena usia kandungan sudah 9 bulan takut tiba-tiba lahiran. Itulah orang tua yang tak tega melihat anaknya berjuang sendiri apalagi aku anak tunggal yang ibu besarkan 19 tahun lalu sampai aku sebesar ini.


Permintaan aku yang mana waktu aku di rumah orangtuaku aku minta suamiku sering pulang agar orangtuaku tak ada yang curiga pada hubungan suami istri kami. Tapi hati ibu mana yang bisa di bohongi karena ibuku selalu tahu apa yang aku rasakan, hanya diam dan mengawasi saja tak mau menanyakan langsung padaku.


Karena dulu aku hanya lulusan SMA jadi aku hanya bisa kerja di toko gak bisa lebih. Begitupun suamiku juga hanya kerja toko yang mana setiap bulan memberikan jatah uang susu hamil seperempat gajinya saja. Aku tahu seperempat karena dulu waktu aku masih sahabatan sering menanyakan gajinya padahal itu dilarang dari bos kami. Pertemuan yang sangat kental yang aku rindukan saat ini. Perhatian yang dulu sering ia berikan padaku sebagai seorang sahabat. Tapi setelah kami menikah itu semua sirna sudah tanpa bekas segores tinta pun.

__ADS_1


Akhirnya permintaan Ayah terwujud, sebuah keajaiban alam. Karena hari dimana aku pulang dari bidan di situ pula ada mertuaku yang datang dengan meminta maaf pada kedua orangtuaku. Mertuaku menangis karena ternyata anaknya sudah menghamili kekasihnya dulu sebelum denganku. Seperti tersengat listrik aku yang habis lahiran langsung mendapatkan kabar seperti itu. Aku ingin sekali menangis, tapi aku takut Ayahku marah karena kabar ini. Raut wajah yang memerah karena marah terlihat jelas di wajah Ayahku. Beliau yang tak menemukan suamiku di rumah ini pun terlihat kilahan emosinya.


",Laki-laki be..jat", umpat Ayahku.


Aku tahu itu karena dimana aku berjuang melahirkan anaknya tapi ia ternyata sudah hidup dengan mantannya bahagia. Dan saat itu juga Ayahku minta aku langsung di ceraikan baru Ayah akan memaafkan perbuatan keluarga mereka. Ancaman kepada orangtuanya pun benar terjadi karena 2 hari setelah kedatangan mertuaku aku dapat surat gugatan cerai dari anaknya. Tak ada yang berani datang ke rumah kami. Hanya surat itu saja yang datang dengan dibawa oleh orang suruhan mereka. Setelah dapat tanda tanganku akhirnya proses demi proses aku lalu sampai akhirnya hakim menyatakan kami berpisah. Hilang sudah harapan hidup berumah tangga dengan saling menyayangi. Yang ada aku semakin benci pada laki-laki. Hingga sudah setahun lebih aku sendiri tak ingin mencoba membuka hati untuk laki-laki manapun.


Sulit rasanya membesarkan anak laki-laki ku tanpa seorang Ayah. Tapi aku masih punya Ayah dan ibu yang membantu kami. Tak sedikitpun kasih sayang kurang untuknya. Tapi karena Ayah yang semakin menginjak usia tak muda lagi, akhirnya beliau tak bisa semakin memforsir tenaganya hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami. Ada 3 orang yang harus beliau beri makan tiap hari, belum lagi kehidupan di desa yang mewajibkan kita untuk saling berinteraksi baik dengan masyarakat sekitar. Jika ada kondangan kita wajib datang, dan untuk orang yang sedang sakit kita juga menjenguknya.

__ADS_1


Semua itu hanya untuk kami keluarga besarnya. Di mana tanggung jawab itu sebenarnya harus sudah aku pikul tapi belum, saat ini karena aku belum bisa melakukan hal itu. Sampai suatu malam aku bermimpi jika Ayah sakit karena terlalu capek pikiran dan tenaga. Sebenarnya sih anakku walaupun sudah setahun lebih tapi ia sudah aku sambung susu formula dimana aku sudah bisa kerja dan gantian jadi tulang punggung keluarga. Agar ayah dan ibu tinggal menjaga anakku saja.


Tapi itu semua tak bisa aku lakukan dengan seutuhnya. Karena upah gaji penjaga toko tak bisa aku untuk mencukupi semuanya. Jadi aku kadang juga masih melihat ayahku bekerja keras sampai Sore waktu aku pulang kerja tak menemukan beliau di rumah. Aku yang ingin membuat ayahku terlalu sakit akhirnya memikirkan apa yang akan aku lakukan untuk mencukupi kebutuhan kami ini. Dengan gantian aku yang akan bekerja semaksimal mungkin untuk mendapatkan upah lebih.


__ADS_2