MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Hari yang melelehkan


__ADS_3

Aran tak mau membuat Dera semakin frustasi akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Dera untuk pergi kemanapun Dera mau. Berharap setelah ini pikiran Dera kembali pulih.


"Dera kita jalan-jalan aja yuk, kita makan siang diluar aja. Siapa tahu kamu menginginkan sesuatu".


"Entahlah mas aku saat ini ingin sekali menghubungi keluarga ku tapi aku takut, apalagi aku belum memberi tahukan jika mas Aran sudah mengirimkan uang untuk Ayah dan ibuk kan". Pikiran Dera kembali pada keluarganya untuk saat ini.


"Ya udah aku hubungi Ayah dan membicarakan hal ini pada beliau".


"Jangan mas, jangan sampai semua tahu tentang hubungan kita ini. Biarkan aku tak melukai perasaan mereka, nanti bilang saja tentang kiriman uang saja tanpa membahas yang lainnya". Dera tak mau semuanya merasa kecewa pada Dera.


"Ya udah kamu bersihin riasan kamu dulu aja biar mas yang menghubungi Ayah".


Akhirnya Dera langsung ke kamarnya dan mandi untuk membersihkan riasan di wajahnya itu. Sedangkan Aran berhasil menghubungi nomor Ayah Dera dan membicarakan tentang kiriman uang itu tanpa membahas pernikahan ini sesuai permintaan Dera.


Setelah menyelesaikan panggilan itu Aran menuju kamar Dera yang tak tertutup, karena pintunya masih rusak belum di ganti. Mendapati Dera yang selesai mandi dengan rambut basahnya Aran langsung mengambil sisir dan menyisirnya. Sungguh diperlakukan seperti itu membuat hati ini juga ikut merasakan iri🤭.


"Dera, walaupun kita hanya nikah siri tapi aku ingin memiliki keturunan yang bisa meneruskan usahaku besok Dera. Apakah kamu siap memberikannya?", tanya Aran yang langsung pada intinya pembahasan.


"Tapi mas aku takut jika kau,,,". Terdiam tak bisa meneruskan ucapannya Dera langsung di tatap oleh Aran.

__ADS_1


"Mas gak mau tahu, mulai malam ini mas ingin kamu tidur di kamar mas dan memindahkan semua barang-barang kamu ke atas. Kamu tak mas perbolehkan tidur di kamar ini lagi. Dan kemampuan mas pergi kamu harus ikut mas, titik". Aran mengucapkan hal itu sambil memasukkan semua baju ke koper Dera dan akan dipindah ke kamarnya. Karena mereka sudah suami istri jadi sudah sah berdua.


"Tapi mas, Dera masih memikirkan sekolah Teo segala mas. Jika aku harus ikut kemanapun mas pergi bagaimana dengan kiriman untuk keluarga di kampung setiap bulannya ".


"Sudah urusan itu mas yang atur, mas hanya ingin memiliki anak, Dera tak ada yang lainnya. Udah lah ayo kita makan siang mau masak sendiri atau mau nyari keluar?", pertanyaan Aran yang tak mau terlalu lama berdebat dengan Dera.


"Dera masak aja mas, Dera lagi males keluar karena hari ini Dera lelah banget".


"Ya udah mas bawa baju kamu ke kamar atas dulu, kamu langsung masak aja nanti aku susul ya. Oya jika kamu ingin sesuatu jangan sungkan minta ke mas ya dan mulai besok kita nyari ponsel ya untuk kamu". Aran begitu mengutamakan apa yang dibutuhkan oleh Dera ia ingin Dera memiliki apa yang bisa membuat semakin mudah untuk menghubungi Dera nantinya.


"Dera belum menginginkan ponsel baru mas biarkan seperti ini, Oya mas mau Dera masakin apa?".


"Terserah kamu aja yang penting kamu ikhlas untuk memasaknya. Dan mulai saat ini aku akan makan apapun yang kamu sajikan untukku, karena kasih sayang dan cintamu akan mempererat cintaku untukmu Dera". Aduh bikin bapar tetangga ni🄰.


Dera akhirnya menyiapkan makanan untuk suaminya, sedangkan Aran membantu memberesi baju-baju milik Dera. Sebenarnya mereka berdua sangat lelah tapi mau bagaimana lagi ini sudah kewajiban dari satu sama lainnya untuk membantu kebutuhan yang lainnya. Dera membuatkan makan yang di kulkas ada bahan untuk dimasak saja. Walaupun menu sederhana tapi Dera sangat yakin jika akan menghilang sedikit lelehan setelah makan dan beristirahat.


Cukup dengan 20 menit akhirnya makanan itu sudah jadi di hidangkan. Aran yang sudah mencium harumnya masakan langsung turun kebawah. Dengan berbekalkan perut yang menahan lapar dari pagi, Aran semangat untuk mendekati meja makan. Pas sampai di sana menu yang di masak oleh Dera masakan sederhana yang menggugah selera makan Aran. Dera yang belum ada disitu karena masih membuat minuman untuk Aran langsung di panggil untuk makan bersama.


"Makasih Dera, aku pasti akan tambah gemuk jika kau seperti ini. Memanjakan ku setiap hari", ucap Aran yang sambil memeluk istrinya dari belakang. Saat ini Aran semakin tak malu melakukan hal ini apalagi setatus mereka sudah resmi suami istri walaupun baru siri.

__ADS_1


"Udah lah mas itu kewajiban Dera, ya udah ya kita makan bersama". Karena Dera juga sangat lapar maka mengajak Aran untuk segera makan dan istirahat lagi. Untuk memulihkan stamina untuk esok hari.


Aran mengambilkan makanan di piring Dera, jadinya ??sebenarnya Dera yang akan mengambilkan untuk Aran tapi dilarangnya. Karena Aran tahu Dera sudah lelah dari tadi maka ia memanjakan Dera gantian.


Nasi, lauk dan sayur sudah ada di piring Dera. Setelah Dera yang akan meminta untuk ia makan Aran langsung menyuapi Dera tanpa aba-aba. Akhirnya mereka makan dengan sepiring berdua agar ikatan batin mereka terjalin dari sekarang. Dengan satu suapan yang tadinya ditolak oleh Dera akhirnya bisa di makan oleh Dera karena paksa Aran. Hingga tak terasa sudah dua piring makanan sudah mereka makan. Setelah kenyang Aran langsung menyenderkan badannya di kursi karena merasa perutnya begah. Makan siang yang istimewa karena ia bisa merasakan makanan rumahan lagi.


Dera langsung membersihkan peralatan yang masih kotor tadi. Ditemani Aran yang hanya bermain ponselnya, Dera menyelesaikan urusannya dengan cepat. Udah pukul 1 siang dimana ia juga ingin menunaikan ibadah.


"Mas, Dera mau ke kamar dulu ya". Melihat Aran fokus pada layar ponsel tapa melihat ke arahnya.


"Iya, tapi kamar kamu diatas lho sekarang", sahut Aran yang melihat Dera ingin masuk ke kamar yang dulu ia pakai.


"Wah Dera lupa, Dera kira mas Aran gak merhatiin aku", sahutan Dera yang langsung berbalik untuk jalan ke arah tangga.


Aran yang tak terima pun langsung ikut lari menyusul Dera. "Kamu kira mas gak merhatiin kamu apa?", kata Aran sambil berhasil mengendong Dera dan membopongnya ke tangga untuk naik ke atas.


Rasanya pengantin baru ini tak ada henti-hentinya membuat senyum satu sama lainnya. Dera malu karena diperlakukan seperti itu sedangkan Aran sendiri juga merasa jika ia sudah tak bisa melepaskan Dera sedikit saja. Apakah mungkin dia sudah sangat mencintai Dera saat ini?


Kita tunggu untuk kelanjutannya di episode seterusnya.

__ADS_1


****


Salam hangat dariku kakak. Jangan lupa tapā¤ļø untuk menyemangati saya...


__ADS_2