MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Akhirnya Aran mengangkat telfon orang tua Dera


__ADS_3

Karena sampai dua kali dering ponsel Aran itu akhirnya ia memutuskan untuk menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan orang tua Dera yang sebenarnya sudah dia anggap menjadi orangtuanya juga. Suara laki-laki yang pertama menyapanya, yaitu Om Toso pastinya.


"Halo pak bagaimana kabarnya, sudah dua hari ini Dera gak ada kabar pak?. Apakah dia baik-baik saja?".


"Iya pak, Dera lagi banyak lembur pak. Karena akhir bulan maka ia ngejar target pak. Oya nanti saya sampaikan jika bapak sudah menghubunginya pak. Oya pak saya sudah kirim untuk uang jajan Teo ya pak". Sebelum akhirnya panggilan itu terputus Aran menyampaikan apa yang ia kirimkan siang ini. Kewajiban yang terus ia lakukan tiap bulannya.


"Aduh pak kok repot-repot sih, yang bulan kemarin aja masih lho pak. Oya yang kirim Bapak? Bukanya Dera!", suara pak Toso yang merasa janggal akan perkataan Aran barusan.


Aran yang terpojokkan langsung memikirkan apa yang akan ia jawab nantinya.


"Ehm,,, yang kirim Dera tapi lewat saya pak. Oya pak makasih ya pak sebelumnya salam buat Ibuk sama Teo".


"Iya pak, bilang ke Dera suruh jaga kondisi ya pak".


Akhirnya panggilan itu terputus. Aran langsung mencari dimana Raka berada. Karena ingin langsung ketemu ia langsung mencarinya langsung karena jam makan siang biasanya Raka sedang makan di kantin. Benar saja Raka yang sedang duduk di paling pojok sampai tak melihat bos Aran datang.


"Raka, makannya buruan kali. Kamu masih banyak tugas untuk bantu saya",!!


Sentak Aran yang memihak anak buahnya makan sambil melengak- lengokkan badannya.


Karena kaget Raka langsung berdiri dan berbalik melihat bos Aran didepannya.

__ADS_1


"Iya pak, sa...saya sudah selesai makan pak".


"Ok kita pergi nyari Dera, kalau udah langsung ke parkiran pabrik aja", suruh Aran yang jalan duluan. Ia tak mau menyia-nyiakan waktunya. Walaupun pabrik masih banyak pekerjaan tapi Dera paling utama saat ini. Ia rasanya ingin sekali menjaga Dera dan anaknya. Sudah lama Aran menantikan kehadiran seorang anak tapi belum pernah ia dapatkan. Pas Dera ketahuan hamil ia malah tak ada di sampingnya.


Didalam mobil yang ternyata Raka yang di suruh mengemudikannya. Aran ingin fokus melihat kanan kiri jalan agar tahu jika ada sosok Dera di sana. Tanpa kata apa-apa mobil itu berjalan begitu jauh. Tapi mungkin belum juga jodoh Aran karena Dera belum juga terlihat sama sekali. "Sampai kapan hal ini Dera, maafkan aku yang tak jujur sebelumnya. Pasti kamu berfikiran yang macam-macam" gerutu Aran dalam hati.


"Bos, kita cari dimana lagi bos", tanya Raka yang sudah 2 jam menjalankan mobilnya mewah bosnya.


"Kita harus temukan Dera secepatnya Raka. Aku gak bisa hidup tanpa Dera", ungkapan Aran pada Raka yang membuat Raka melototkan kedua matanya. Bos Aran sepertinya baru satu bulan terlihat bersama dengan Dera tapi kenapa ia bisa hidup tanpa Dera?


"Udah bos, tapi anak buah pabrik juga udah saya sampaikan siapa mungkin mereka juga bisa bantu kita nantinya", ucapan Raka sambil mengemudikan mobil.


****


"Dera, nenek kasian sama anak ku Ratmi. Dia banting tulang untuk menghidupi aku. Dan sedangkan anaknya juga belum bisa membahagiakannya sendiri. Anaknya mungkin seumuran kamu tapi belum juga mau menikah. Aku rasa pikiran ku hanya bagaimana membahagiakan anakku Ratmi", curahan hati nenek Aminah yang bisa keluar karena merasa jika Dera cocok untuk ia jadikan teman berbagi. Selama ini beliau tak menemukan yang cocok diajak bercerita sampai akhirnya nenek Aminah hanya memendamnya dalam-dalam.


"Nek, Ibuk Ratmi ikhlas melakukan ini semua kok nek. Asalkan nenek mau dirawat beliau bahagia lagi. Karena sebelum saya kesini beliau berharap saya bisa menjadi terakhir untuk merawat nenek. Oya masalah anak ibuk Ratmi biarkan nek jangan mungkin ia beliau mendapatkan jodohnya saja. Yang penting nenek sehat sampai anak ibuk dapat istri ya", ucapan Dera panjang lebar.


"Apa kalau aku minta kamu nikah sama cucuku kamu mau?


Aku rasa kami pada untuk dia. Dia laki-laki yang takut untuk mencoba jalinan kasih lagi Dera. Karena bayangan masa lalunya begitu suram".

__ADS_1


Dera takut atas apa yang di bicarakan oleh nenek Aminah. Dia tak mau terikat dalam perjodohan dengannya karena ada darah daging orang lain yang bersemayam di rahimnya. Walaupun bagimana ia masih menganggap Aran adalah suaminya Ayah dari anaknya itu. Ia berjanji jika akan selalu menjaga anak yang ia kandung itu sampai lahir, baru mungkin ia berani untuk pulang ke rumah orangtuanya. Tak ada yang ia takuti karena ia yakin orang tuanya akan memaafkan Dera.


Karena bengong memikirkan apa yang sedang Aran lakukan saat ini, Dera sampai di kagetkan oleh nenek Aminah yang sudah memanggil berulang-ulang.


"Dera, kamu mau kan?"


"Iya nek, ada yang bisa Dera bantu?"


"Aku ingin kamu antarkan aku ke ruang tengah. Aku ingin menghubungi cucuku Dera", ucapan nenek yang tahu jika Dera tak mendengarkan apa yang ia ucapkan tadi. Mungkin jika ia meminta cucunya datang baru nenek akan membahasnya lagi di depan keduanya. Karena ia tahu jika cucu kesayangannya itu tak pernah menolak apa yang di minta olehnya.


"Iya nek", akhirnya Dera mendorong kursi roda itu ke ruang tengah. Dia juga membantu mencari nomor ponsel cucu nenek Aminah yang ternyata laki-laki. Ia tak tahu jika cucunya tak ada di rumah ini.


"Nanang, kamu udah berapa hari tak pulang ke sini? Kamu gak kangen lagi ya sama aku!", terdengar suara marahnya nenek Aminah di depan telfon rumah itu. Sampai Dera yang ada disampingnya kaget ternyata nenek masih bisa semarah itu.


"Nenek, kan akhir bulan kan, aku masih sibuk sekali pekerjaanku menumpuk nek", balasan yang di terima oleh nenek Aminah.


"Ok jika kamu lebih mementingkan pekerjaan kamu jangan anggap aku nenek kamu lagi. Aku udah dapat cucu yang bisa aku banggakan dan aku ajak curhat kok Nanang", marah nenek Aminah yang langsung menyerahkan telfon rumah itu pada Dera. Sedangkan cucunya memanggil-manggil neneknya agar mau ia jelaskan lagi tapi tak dijawabnya.


"Nek, nek"..


"Iya mas, nenek marah udah minta ke kamar dulu ya", pamit Dera yang menjawab ucapan cucu nenek Aminah tadi. Sedangkan sang cucu yang mendengarkan suara yang asing baginya langsung bertanya-tanya siapa dia.

__ADS_1


Akankah cucu nenek Aminah bisa bertemu dengan sang punya suara itu. Rasanya nenek Aminah yang ingin menyatukan Dera dan cucunya benar-benar akan beliau lakukan. Siapa yang akan Dera pilih nantinya?


Kita tunggu besok ya kakak...😍🥰😍


__ADS_2