
Aran yang masuk ke ruangannya tadi langsung mendekati Dera dan membenarkan rambutnya yang berantakan. Saat seperti ini yang Aran tunggu karena mengingatkan pada kenangannya yang telah lalu. Menyadari Dera sedikit bergerak akhirnya Aran langsung memundurkan tubuhnya agar Dera tak merasa jika sedang diperhatikan. Tapi ternyata Dera tak terbangun karena hal itu. Dengan gerakan pastinya Aran langsung mendekat lagi dan langsung mengecup bibir Dera. Karena ruangan miliki Aran bisa ditutup agar tak bisa terlihat dari luar ruangan.
Dera akhirnya terbangun karena ulah suaminya itu. Merasa jika ada sesuatu yang menempel di bibirnya akhirnya ia langsung kaget karena ternyata itu semua ulah Aran. Tak sepantasnya hal ini terjadi disini takut ada orang yang akan tahu ulahnya itu.
"Mas kok gitu sih, Dera malu lah mas".
"Kok malu, mas aja mau kok".
"Ah mas, udah lah kita makan siang aja Dera lapar banget mas". Ajaknya karena takut akan perdebatannya membuat para karyawan yang lainnya tahu.
"Tapi habis makan kita gak balik sini lagi ya. Kita mau ke suatu tempat", ucap Aran memberitahu Dera.
"Terserah mas aja, Dera capek pingin tiduran aja".
Akhirnya Aran langsung menghubungi nomor Raka untuk datang ke ruangannya. Setelah menerima kunci mobilnya dari Raka tadi, Aran langsung pergi bersama Dera dan meninggalkan pekerjaannya untuk ia titipkan untuk dikerjakan oleh Raka. Biasa karena Aran sangat percaya pada Raka jadi ia memberikan kewajibannya untuk mengawasi para karyawan.
"Mentang-mentang mau makan aku gak diajak tapi kalau mau nyari istrinya aja aku langsung di panggil", gerutu Raka yang masuk ke dalam ruangan Aran tadi.
"Kring...
__ADS_1
Suara ponsel Raka yang berbunyi. Ternyata pesan dari bos Aran yang memberitahu jika bonus untuk semalam di meja kerjanya. Bahagia sekali Raka sampai loncat-loncat tak menghiraukan jika ia sedang di lihat dari beberapa orang yang ada di luar ruangan itu.
Didalam perjalanan untuk mencari makan, Aran binggung ingin mengajak Dera untuk ikut menemui Bagus atau tidak. Tapi ia ingin memastikan jika Bagus benar-benar sudah di penjara agar ia jera. Atau nanti Dera ia suruh menunggu di mobil saja agar ia tak bertemu dengan Bagus. Karena terus memikirkan apa yang akan ia ucapkan pada Dera sampai tak melihat jika Dera memperhatikannya. Padahal ia sering berbicara jika di mobil entah membahas apa itu. Dulu pernah Aran jutek tapi setelah Dera menangis di depan matanya Aran mengubah kebiasaan itu menjadi lemah lembut jika dengan Dera.
"Mas kenapa kok sepertinya mas menyembuhkan sesuatu dari Dera. Apa ini menyangkut tentang Teo tadi pagi mas. Udah jangan di pemikiran masalah itu, toh nanti Teo juga akan lupa kok mas karena hanya emosi sesaat". Kata Dera yang melihat suaminya seperti memikirkan sesuatu.
"Bukan Dera aku tak memikirkan hal itu. Aku nanti habis makan siang ingin ke kantor polisi sebentar tapi apakah kamu akan keberatan?", suara Aran pelan tapi terdengar oleh Dera.
"Terserah mas aja asal aku disana aman dan nyaman, jika aku merasa tak nyaman aku tak akan ikut mas mending aku pulang ke rumah duluan".
"Kok pulang aku gak mau kamu jauh dari aku, tidak ada yang akan menjaga kamu di rumah Dera. Kalau gitu nanti kamu gak usah ikut masuk jika tak mau. Sekalian kita nanti beli mobil-mobilan buat Teo habis dari kantor polisi".
"Mau lihat Bagus, aku akan pastikan jika ia benar-benar mendapatkan balasan atas apa yang ia perbuat padamu Dera".
Akhirnya Dera hanya diam tanpa menjawab atau membalas ucapan Aran tadi. Ia sudah tak ingin melihat Bagus ataupun bertemu dengannya lagi. Jika sekali ia tersakiti maka ia akan memilih memberikan jarak antara mereka. Tapi ia tetap patuh mengikuti suaminya pergi kemanapun. Setelah masuk di rumah makan besar yang akan mereka kunjungi Dera langsung duduk tanpa mengucapkan sepatah kata. Ia masih tak bisa menerima jika Aran akan bertemu dengan Bagus nantinya.
"Mau makan apa biar mas pesanin? Atau kamu mau makan yang kamu suka!". Aran menyerahkan selembar daftar menu pada Dera.
"Ikut mas aja aku binggung mau makan apa".
__ADS_1
Akhirnya beberapa menu sudah tersaji di meja mereka. Begitu banyak makanan yang sudah Aran pesan apalagi karena Dera tak begitu banyak makan pagi tadi maka ia berharap jika Dera akan makan banyak. Tapi itu semua tak seperti pikiran Aran karena Dera hanya sanggup memakan beberapa potong makanan yang tersaji. Alasannya hanya gak selera rasanya untuk makan.
Setelah selesai makan dan membayar tagihan akhirnya Aran langsung menuju ke kantor polisi. Dera yang tak mau bertemu dengan Bagus akhirnya memutuskan hanya ingin duduk di depan bersama beberapa polwan yang sedang jaga. Hanya Aran yang masuk dan menemui Bagus.
Akhirnya Aran pun tiba di kantor polisi dengan lancar. Bagus yang melihat Aran langsung meminta maaf atas apa yang ia perbuat. Ia menyesal telah melakukan hal ini pada Dera yang ternyata sudah menjadi istri dari bosnya. Bagus meminta keringanan atas hukumannya. Ia tak mau jika sampai perjaka tua di sini.
"Ini buah hasil atas apa yang kamu perbuat Bagus, ini belum ada apa-apanya jika kemarin sampai kamu sudah memegang tangan Dera sekalipun", ancaman Aran yang langsung berdiri. Ia tak akan lama-lama di tempat ini, takut nanti Dera di luar akan menunggu lama. Sesekali Aran melihat ke arah luar takut jika Dera akan pergi dari tempat itu.
"Maaf pak, jam besuk sudah habis", ucap dari petugas yang langsung membawa Bagus masuk ke sel tahanan lagi. Walaupun Bagus terus mencoba meminta maaf kepada Aran tapi itu tak akan langsung mengabulkan untuk masalah pencabutan laporannya. Biarkan para hakim yang akan menghukum Bagus nantinya. Karena apa yang kita tanam akan kita petik hasilnya. Maka berbuatlah yang baik karena Karma akan berbalik ke kita lagi.
Aran langsung keluar dan mendekati Dera yang duduk di luar. Ia langsung mengajak Dera untuk langsung mencari mainan buat Teo dan langsung akan dikirimkan lewat expedisi agar cepat sampai. Mainan yang bagi Dera sangat begitu menghabiskan uang untuk Aran. Dera merasa tak enak karena ia sudah membuat Aran mengambil uang tabungannya untuk kebutuhan Dera. Padahal Teo bukan siapa bagi Aran tapi kasih sayangnya terlihat tulus karena ia tak melihat berapa besar ia mengeluarkan uang yang sudah ia kirim.
"Mas, apakah ini tak terlalu banyak untuk Teo mas. Aku mereka tak enak mas karena mas mengutamakan keluarga Dera".
"Sudah kalian adalah keluarga aku juga Dera, dan aku berharap jika kamu akan segera memberikan Teo adik. Aku ingin sekali merasakan memiliki anak Dera", ucapan Aran yang menjadi kode untuk Dera sesegera mungkin memberikan Aran keturunan. Karena Aran juga memintanya sudah lebih dari 3x ini, seperti minum obat saja 🤭.
*****
Akankah permintaan Aran cepat terkabul. Kita tunggu saja di bab selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️
__ADS_1