MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Kembali kerja Dera dalam ancaman


__ADS_3

Pagi ini Dera seperti biasa terbangun lebih awal dari Aran dan langsung menunaikan ibadah, tapi di ikuti oleh Aran juga yang sebagai imamnya. Karena Aran ingin yang terbaik untuk Dera juga jadi ia akan merubah kebiasaannya sedikit demi sedikit.


Setelah itu Dera menyiapkan dari baju dan makanan untuk suaminya. Sedangkan Aran menyiapkan apa yang ia kerjakan nanti di pabrik. Karena tak ada satupun dari anak pabrik yang tahu jika Dera dan Aran sudah menikah maka hubungan mereka akan ditutupi jika di pabrik. Dan Dera juga tak mau jika semuanya tahu kalau dia istri dari bosnya itu.


Entah disengaja atau tidak Dera juga memakai baju yang warnanya senada dengan milik Aran. Aran yang melihat istrinya keluar dari rumah dan masuk ke mobil pun tersenyum. Inilah jodohnya mungkin pikirannya seperti itu karena saya hanya berandai-andai.


"Kenapa sih mas Aran senyum-senyum seperti itu. Sepertinya kita sarapannya tadi sama kan masak gara-gara salah makan juga".


"Kamu bisa aja Dera, aku senyum karena baju kita sama lagi warnanya", jelas Aran yang memegang baju yang ia pakai itu.


Dera langsung melihat ke arah bajunya dan ternyata itu benar jika baju ia sama warnanya. Dera bingung kenapa ia lupa jika ia sendiri yang menyiapkan baju Aran kenapa ia bisa lupa.


"Sudah tak usah hiraukan. Yang penting kamu dan saya masih memakai baju jadi tidak memalukan", ucap Aran yang tahu jika Dera ingin mengutuk dirinya sendiri.


Diperjalanan Dera banyak diam karena ia bingung mau bicara apa pada Aran.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak telfon orang tua kamu?


Ini ponselnya jika akan menghubungi", ucap Aran yang memulai perkataan agar tak ada kecanggungan antara satunya lagi.


"Gak mas besok lagi aja, Dera takut Ibuk tanya-tanya lagi". Karena Dera tak ingin membohongi orangtunya banyak.


"Ya udah kalau gak mau, Oya mas nanti siang seperti makan siang diluar sebentar karena ada urusan kamu mau ikut gak?


Jika ikut mas akan bahagia karena bisa mengawasi mu nantinya".


"Ya udah nanti lihat dulu, mas akan pergi jika kamu memungkinkan untuk mas tinggalkan. Soalnya mas gak yakin jika kamu di pabrik gak ada yang jagain Dera".


"Terserah mas aja lah Dera ngikut gimana baiknya aja. Asal mas Aran mengijinkan Dera gak usah ikut aja". Iya yakin jika akan di pabrik aja biar bisa mengenal temannya yang lain.


Setibanya di pabrik Dera turun duluan dan di ikuti oleh Aran. Tatapan semua karyawan wanita begitu sinis pada Dera tapi Aran yang ada dibelakang sang istri itu mengetahui jika begitu banyak yang tak menyukai Dera. Jadi ia harus extra dalam mengawasi Dera agar tak ada yang melukainya.

__ADS_1


Aran dan Dera berpisah masuk ke ruangannya masing-masing. Apalagi Aran yang sedang sibuk karena kemarin tak datang mengharuskan untuk langsung mengambil pekerjaan. Langsung bergelut pekerjaan Aran sampai melupakan jika sudah tak melihat cctv di kantornya itu. Karena sudah jam kerja maka semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Bagus yang sedang mengawasi Dera dari kejauhan sambil menunggu jika ia nanti bisa mendapatkan kesempatan pasti ia akan menjalankan rencananya kemarin. Apalagi ternyata Dera yang ditunggu-tunggu akhirnya hari ini datang juga. Ada senyum di bibirnya yang mana ia akan yakin jika akan berhasil.


Tanpa terasa jam istirahat pun tiba. Dera yang langsung ke mushola pun sudah di ikuti oleh Bagus. Entah rencana Bagus apa yang penting ia akan mendapatkan Dera dengan apapun itu caranya. Setelah melihat Dera sudah keluar dari mushola Bagus langsung memanggil Dera untuk membantunya meletakkan hasil packing ke mobil box yang akan mengirimkan barang hasil produksi.


"Dera bisa bantu saya, berhubung kamu kemarin gak masuk maka bantu saya untuk mengantarkan beberapa pakaian yang akan di kirim sekarang ke mobil box depan Dera." Perintah Bagus yang langsung pada intinya.


"Iya pak tapi saya taruh mukena ini dulu ya pak ke almari". Dera tak tahu jika ia saat ini sedang dalam bahaya. Karena ia tak tahu sebenarnya Bagus itu seperti apa. Yang ia tahu jika disuruh oleh atasannya ia akan menurutinya. Padahal masih jam istirahat tapi ia lakukan karena tadi Bagus bilang karena ia tak datang kemarin.


Dera akhirnya mengikuti Bagus membawa tumpukan baju yang selesai di kemas ke mobil box. Bagus meletakkan tumpukan yang ia bawa itu kedalam dan Dera pun ikut kedalam box tadi tapi Bagus yang sudah ada di liar box tadi langsung menutup pintu. Membiarkan Dera didalam walaupun Dera berusaha berteriak sekencang mungkin tapi tak akan ada yang mendengar hal itu. Apalagi hanya ada celah kecil di box itu. Semakin Dera mencoba meminta pertolongan ia semakin kehabisan tenaga untuk tetap bertahan karena udara di dalam hanya ada sedikit dari celah lubang tadi. Bagus ternyata langsung mengemudikan mobil itu entah kemana karena ia hanya seorang diri. Temannya yang kemarin juga akan memberikan solusi pun ternyata tak tahu jika Bagus begitu nekat sampai seperti sekarang.


Dera yang menyadari jika mobil itu sudah berjalan hanya bisa duduk dan menangis di pojokan saja berharap ada orang yang bisa menolongnya. Tapi ia tak punya telfon untuk meminta pertolongan pada Aran atau siapapun itu. Kenapa semuanya terjadi padanya dan apa masalahnya sehingga ia di perlakukan seperti ini. Dosa apa yang pernah ia perbuat sampai ia di balas dengan begitu bertubi-tubi.


Hampir beberapa lamanya Dera hanya bisa menangis. Ia tak tahu saat ini akan dibawa kemana karena di dalam box itu hanya gelap gulita saja. Matahari semakin terik itu terasa oleh Dera yang semakin panas saja di dalam sana. Ia segera ingin keluar dari tempat ini karena ia sudah mandi keringat. Sampai-sampai baju yang dikenakan oleh Dera sudah basah. Kekebalan tubuhnya semakin melemah itu terbukti dari ia yang semakin tak berdaya apapun saat ini.

__ADS_1


Sedangkan Aran yang baru saja ingin keluar untuk makan siang bersama rekan bisnisnya langsung mencari Dera dengan harapan ingin berpamitan atau malah akan mengajak Dera ikut. Aran menengok di kanan kiri tapi ia tak menemukan orang yang ia cari. Aran langsung mencari di bagian Dera, karena tak berhasil menemukan Dera dari tadi. Kekhawatiran terlihat jelas sekali di wajah Aran. Dimana lagi ia akan mencari Dera. Karena tak menemukan Dera di bagiannya tadi ia langsung mencari di mushola takut Dera ada di sana. Tapi siapa sangka jika ternyata tempat- tempat yang ia cari tadi tak ada Dera sama sekali. Sampai akhirnya 20 menit lebih Aran hanya mencari Dera tak jadi pergi makan siang. Baru berangkat bekerja saja sudah dapat ancaman seperti ini. Aran tak mau jika Dera sampai terjadi apa-apa. Ia harus bisa segera menemukannya.


__ADS_2