MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Dera dan Teo yang menghilang


__ADS_3

Di kamar Aran dimana Aran yang sedang menunggu sang istri memilih untuk membersikan badan dulu. Tak mau menunggu sang istri nantinya menunggu lama. Apalagi Teo yang sudah ikut sang nenek dan kakeknya maka ada kesempatan untuk berdua dengan Dera nantinya.


Pintu kamar yang terbuka menandakan jika Dera sudah masuk ke dalam. Walaupun Aran masih di kamar mandi tapi ia mendengar suara pintu terbuka. Ada bujukan untuk keluar dari dalam situ secepatnya. Tanpa menunggu lama dan berganti baju pula akhirnya Aran keluar menggunakan handuk setengah badan.


Hanya beberapa centi saja yang tertutup. Memperlihatkan perut yang berotot. Dera yang melihat pemandangan itu geli sendiri. Walaupun sering ia lihat sebelumnya tapi tetap malam ini Aran begitu terlihat seksi. Karena terlalu terbawa suasana akhirnya Aran mendekati sang istri yang masih di dekat pintu kamar mereka tadi. Sambil mengunci pintu Aran menggoda sang istri dengan mencium leher pihaknya. Memberikan sensasi tersendiri bagi sang empunya.


" Mas, jangan gitu dong. Dera masih belum siap kalau masih sepagi ini. Apalagi Ayah juga masih butuh kita nantinya", tolak Dera tepat di telinga Aran tadi.


" Sebentar saja sayang, kamu gak kasian apa sama yang sudah kangen sama pasangannya?", mohon Aran lagi dan mengajak Dera untuk ke ranjang besarannya. Melakukan pemanasan demi pemanasan yang akhirnya malam ini di awali dengan percintaan mereka. Dera yang sempat menolak pun terbuai dengan kekuatan sang suami. Ya kalau di lihat usianya Aran sudah tak muda lagi karena sudah kepala 3 tapi semangatnya mengalahkan anak muda. Pengalamannya juga lebih jauh dari yang masih muda, memperlakukan sang istri yang sampai akhirnya Dera menyadari keperkasaan.


Setelah pergulatan tadi Aran menyapa kering Dera yang ada di keningnya. Memberikan kecupan manis yang Dera rasakan begitu berbeda dari sebelumnya. Sedangkan Aran melakukan ini entah karena apa ia merasa jika Dera saat ini yang terpenting baginya. Dan tentunya tak ingin terpisahkan bagaimana pun kondisinya. Akan ia jaga sampai titik terakhir Aran.

__ADS_1


Setelah melakukan aktivitas tadi akhirnya Dera langsung terlelap di samping Aran. Sedangkan Aran sendiri masih sibuk dengan melihat wajah lelah sang istri. Walaupun permainannya tadi hanya berapa kali tapi Aran menyadari jika sang istri sedang hamil dan tak bisa di ajak untuk memforsirnya.


" Andai aku yang pertama memilikimu dulu sayang, pastinya aku akan bahagia sekali. Tapi ini sedang rencana Tuhan karena aku pun bukan yang pertama untukmu juga sayang", kata Aran sambil mengusap kepala sang istri dan mulai merebahkan tubuhnya. Rasa kantuknya sudah mulai hadir.


Malam begitu cepat untuk para insan yang sedang kelelahan. Begitu cepat kembali ke mentari pagi yang bersinar dari sebelah timur. Menandakan jika para insan manusia harus memulai aktivitasnya kembali seperti biasanya. Begitupun Dera yang bangun lebih awal langsung membangunkan sang suami untuk melakukan aktivitasnya dan menjalankan kewajibannya untuk ibadahnya.


Aran yang sudah dibangunkan pun langsung beranjak untuk mandi dan mengikuti istrinya yang sudah lebih dulu ke kamar mandi. Pasangan yang sangat di dambakan oleh insan yang lain. Aran yang sudah melakukan kewajibannya untuk menjadi imam langsung membalikan badannya untuk memberikan kecupan pagi untuk sang istri dan sekaligus berpamitan jika hari ini ia sudah mulai bekerja di pabrik lagi. Kasian jika harus meninggalkan apapun tugasnya untuk Raka kerjakan.


" Ibuk udah bangun, Ayah bagiamana buk?", tanya Dera pada sang ibu yang ternyata sudah lebih dulu di dapur. Padahal masih pukul 05.00 tapi karena sudah terbiasa jadi tanpa berat hati Ibuk lakukan.


" Sudah baik nak, Teo semalam juga langsung tidur katanya capek mainan sama ayahnya. Ibuk bersyukur nak kamu dapat laki-laki yang bertanggung jawab serta sayang keluarga kamu apa adanya ini. Dan Ayah juga sudah ikhlas melepaskan kamu dengan Aran karena Ayah tahu ketulusannya", kata Ibuk Rini sambil memotong cabe untuk masakan tumisanya.

__ADS_1


"Iya buk Dera juga berterimakasih atas hadiah Tuhan yang mana Dera sangat bahagia untuk ini semua. Ya udah kalau Ayah sudah sehat lagi buk jadi Dera gak kepikiran terus", kata Dera yang akhirnya bisa bahagia karena ayahnya yang sudah mulai sehat dan bisa bersama keluarganya lagi.


Setelah semuanya melakukan sarapan Aran langsung berangkat ke pabrik dan berpamitan dengan yang lain. Sedangkan Ibuk membantu sang Ayah untuk membersikan badannya yang dari kemarin belum bisa mandi. Karena Teo merengek untuk membeli bola akhirnya Dera pamit kedua orang tuanya yang akan keluar sebentar untuk membeli kebutuhan Teo. Sebenarnya Ibuk Rini mau ikut tapi Dera gak mau karena sedang mengurus sang Ayah.


Setelah keluar pagar besar Dera yang menggandeng tangan Teo berjalan untuk mencari aplikasi online untuk ia pesan. Tapi siapa sangka jika ada mobil yang sedang mengikut mereka dan membungkam kedua orang itu. Dera dan Teo yang berhasil di masukkan ke dalam mobil akhirnya tak sadarkan diri karena bius yang para orang tadi suruh. Segera mungkin mobil itu pergi dari perumahan itu. Karena mobil yang mereka gunakan adalah mobil salah satu nama pengirim paket maka tanpa di curigai oleh satpam kompleks itu.


Hingga pukul 8 pagi Dera dan Teo belum juga pulang membuat Ibuk Rini dan pak Toso sangat binggung. Tak ada nomor yang bisa dihubungi Kate Dera tak membawa ponselnya. Karena binggung akhirnya Ibuk Rini menghubungi Aran dengan ponsel Dera berharap bisa membuatnya tenang. Dengan tertatih akhirnya Ibuk Rini menceritakan bagaimana Dera pamit dan pergi setelah keluar dari rumah Ibuk Rini tak bisa menceritakannya lagi karena beliau tak tahu apapun. Yang pasti sampai satu jam Dera dan Teo belum juga pulang. Takut terjadi apa-apa akhirnya memutuskan untuk menghubungi menantunya itu.


Aran yang sedang rapat pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu. Pamit jika ada yang sedang terjadi pada keluarganya. Kepanikan Aran begitu terlihat jelas di raut wajahnya. Raka yang menyadari itupun langsung mengantikan posisi sang bos besar. Memang Raka paling bisa diandalkan oleh Aran. Tak sia-sia ia menyekolahkan Raka agar menjadi seperti ini. Dulu Raka sudah mulai ikut Aran dari buka usaha angkringan yang sebelum sesukses ini. Bagiannya hanya mencuci piring dan gelas saja. Tapi karena ketekunannya dan kejujuran maka sampai Aran sesukses ini ia ikut dengannya terus. Sampai-sampai ia memilih beliau mau mempunyai pasangan hidup sebelum sang bos menikah lagi. Rumah sederhana yang dibelikan oleh Aran sudah cukup untuk membuktikan betapa Raka memang paling disayangi oleh sang bos.


****

__ADS_1


Kita tunggu bagimana cara Aran agar bisa menemukan Dera dan Teo lagi. Tentunya dengan dukungan kakak semua kami mohon cari tahu dimana keberadaan mereka.


__ADS_2