MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Bisik-bisik para karyawan


__ADS_3

"lbuk baik nak, Teo juga sehat. Oya kemarin Ibuk telfon nomor ini katanya ponselmu hilang ya nak, Terus bagaimana!" ,tanya Ayah pada Dera itu.


"Gak apa-apa Ayah ponselnya besok Dera beli lagi, Oya Dera kangen Teo ayah. Bisa bicara sama Teo?".


"Ya nak tunggu ya, Oya kok kamu kaya sedang di dalam mobil, mau kemana?".


"Ini mobil bos Dera' Ayah. Kami berangkat bersama-sama. Oya yah bos Dera' baik banget sama Dera". Dera yang merasa jika mas Aran baik pun menceritakan hal itu pada Ayahnya.


Sedangkan Aran yang masih mengemudikan mobilnya bingung kenapa Dera harus membicarakan hal itu pada keluarganya. Jika mereka ingin melihat wajah Aran dan akan mengenali wajahnya bagaimana sedangkan ia sendiri ingin melihat wajah Teo tadi tak mau terlihat wajahnya.


"Dera, udah lah jangan bilang yang aneh-aneh". Marah Aran.


Belum juga sempat Dera menjawab pertanyaan Aran suara Teo sudah mengalihkan perhatiannya.


"Ibuk".


"Teo kangen Ibuk, bagaimana kabar Ibuk. Teo pingin makan bakso sama Ibuk".


"Sayang gak boleh nagis ya nurut sama kakek nenek ya, Ibuk kan bentar lagi pulang juga kan kalau Teo nurut. Besok kalau Ibuk pulang Teo mau beli apa?". Pertanyaan Dera yang membuat Teo diam tak menangis lagi karena ia berfikir apa yang ia inginkan akan dibelikan oleh sang ibu.


"Teo ingin pergi ke kebun binatang kaya teman yang lainnya buk", jawab Teo lucu.

__ADS_1


",Ya udah besok kita kesana ya Ibuk kerja dulu sayang, Teo baik-baik nak gak boleh nakal ya".


Sebelum akhirnya telfon itu terputus Aran sempat melihat gambar Teo yang lagi akan menjawab pertanyaan Dera tadi. Akhirnya ia bisa melihat anak kecil yang ingin ia ketahui kemarin. Rasa perih di dadanya melihat anak seusia seperti Teo tak mendapatkan kasih sayang uruh dari kedua orangtuanya.


"Dera, Teo ganteng banget ya. Moga bisa jadi anaknya Soleh ya Dera". Doa Aran untuk Teo yang ia kenal lewat cerita Ibuk yang beberapa hari lalu.


"Makasih mas, Dera bersyukur karena Teo tak pernah rewel sama sekali. Dan kadang ia sangat perhatian pada kami jika kami belum bisa menuruti apa yang ia inginkan".


Perjalanan ke pabrik tak terasa sudah sampai karena asik ngobrol di telfonnya tadi. Aran yang masuk ke parkiran mobil pun langsung mematikan mesin mobilnya. Dan ingin bergegas segera masuk keruangannya. Tapi setelah Dera keluar dari mobilnya dan diikuti Aran beberapa karyawan yang juga baru datang melihat pemandangan itu. Karyawan baru yang bisa sedekat itu pada bos mereka apalagi baju mereka sama-sama biru. Seperti sepasang kekasih yang kapelan saja bisik orang-orang disekitarnya.


Dera jalan duluan yang di ikuti oleh Aran. Walaupun tak ada percakapan tapi Aran tetap melihat didepannya. Entah rasa was-was akan Dera di ganggu Bagus lagi membuat ia panik sendiri. Dera masuk ke bagian ruangan pun langsung duduk dan fokus pada pekerjaan yang ada didepannya. Sedangkan karyawan yang tadi di parkiran ternyata juga baru masuk dan duduk paling pojok.


Dera tak memperhatikan sekitarnya padahal semua karyawan yang sedang memegang ponsel melihat ke arah dia. Saling bisik-bisik dan menatap sinis pada Dera yang tak tahu apa-apa. Ada yang bilang kalau Dera wanita murahan yang menjual apapun untuk mendapatkan simpati bosnya segala. Untung Dera yang duduk jauh dari mereka tak mendengarkan hal itu. Beruntung Dera tak memiliki ponsel jadi tak melihat apa yang saat ini mereka bicarakan lewat WhatsApp gurup pabrik.


Aran duduk di ruangan dan melihat layar cctv lagi. Rasanya ia tak mau kecolongan lagi tentang Bagas yang mencoba mendekati Dera. Kalau untuk masalah gosip yang ada di pabrik ia tak tahu sama sekali karena ia tak ada kontak antar para karyawan. Hanya grup yang suka gosip yang tahu hal itu.


"Dera apa kamu tadi berangkat bareng pak Aran?". Pertanyaan Bagus yang membawa segelas kopi hitam yang ia buat barusan.


"Iya pak, kami berangkat bareng! Oya pak saya siap-siap mau mulai kerja ya pak". Karena permintaan Aran, Dera akan menjauh dari siapapun. Apalagi jika ia melanggar dan akan di pecat dari pekerjaan ia akan kesulitan untuk mencari pekerjaan lagi. Bayangan untuk setiap bulan mengirimkan uang untuk keluarga di kampung akan sirna jika itu terjadi padanya.


Hari ini pekerjaan semakin sibuk karena semakin banyak order yang masuk. Dari semuanya yang ia dapatkan setiap saat Aran selalu menyisihkan untuk orang yang wajib mendapatkan hal itu. Sedekah yang selalu di berikan untuk anak yatim-piatu membuat usahanya semakin membesar lagi dan lagi dari setiap bulannya.

__ADS_1


Maka jika kita memiliki rezeki yang lebih sebisa jangan lupa untuk berbagai dengan anak-anak yatim-piatu agar kita selalu diberikan rezeki yang lancar, diberikan kesehatan dan untuk semuanya lancar tanpa kendala apapun.


Bagus yang sedang mengawasi semua pekerjaan pun selalu mengecek apa yang ada di berita telfonnya itu. Jangan sampai ia tak tahu lagi kabar tentang Dera yang baru terliris. Jika ada kesempatan yang baik maka ia akan maju untuk memanfaatkan waktu itu. Apalagi Dera adalah wanita yang bisa memenuhi kriteria yang ia cari selama ini. Wanita idaman yang ia inginkan jadi pasangan hidupnya.


Kita lihat saja siap yang bisa Dera pilih. Karena Dera juga takut untuk memulai membuka hatinya lagi. Apalagi jika ia memiliki pasangan, ia ingin yang bisa menyayangi Teo. Karena ada Teo yang harus ia utamakan untuk kebagiannya.


Akhirnya jam makan siang pun tiba, Aran yang baru ingat ada undangan makan siang sama rekan bisnisnya pun bingung karena harus membawa pasangan. Sedangkan ia sendiri tak punya pasangan untuk saat ini. Jika rekanya ia tak mengajak pasangannya maka hal itu pasti akan membuat rekannya kecewa.


Dengan buru-buru akhirnya Aran mencari Dera untuk menyelamatkan hal ini. Karena hanya Dera yang bisa ia ajak untuk hal ini. Setelah tiba di stand Dera tadi Aran langsung memanggil Dera yang baru saja istirahat.


"Dera". Panggil Aran.


Walaupun masih ada sebagian karyawan Aran tak merasa malu sama sekali. Toh ini miliknya juga.


"Iya mas Aran, ada apa mas?". Tanya Dera setelah tiba di dekat Aran tadi.


"Temani mas dulu Dera", ajak Aran yang langsung menarik tangan Dera lari ke arah parkiran mobil.


"Ada apa mas, kok lari-lari kaya gini?", tanya Dera.


"Udah kamu masuk aja Dera, ini waktunya Uda mepet banget", jawab Aran yang langsung menyuruh Dera duduk di kursi depan dan ia masuk ke mobilnya juga.

__ADS_1


Tak mau menjawab pertanyaan Dera tadi Aran langsung menunju ke tempat dimana ia akan bertemu dengan rekan bisnisnya. Sambil melihat jam yang ada di tangannya ia langsung menyuruh Dera untuk duduk saja.


"Dera kamu temani mas ketemu rekan bisnis mas ya, kita masuk aja takut akan di tunggu nantinya", ucap Aran akhirnya setelah menjalankan mobilnya meninggalkan pabrik.


__ADS_2