MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Belanja bersama


__ADS_3

Perasaan Dera berubah drastis saat ini setelah melihat pemandangan tempat yang ia kunjungi saat ini. Walaupun ia dari kampung tapi tak ada pemandangan seindah tepat ini. Perlakukan Aran begitu manis untuk Dera sampai- sampai Dera merasa baper padanya. Yaa padahal ia dulu juga pernah diperlakukan seperti ini oleh mantan suaminya tapi pas masih setatus teman. Pas mereka jadi setatus suami istri tak pernah ia diperlakukan manis apalagi romantis seperti ini.


"Kamu suka Dera".


Anggukan kepala Dera menjadi bukti bahwa ia menikmati ke indahan tepat tersebut. Karena Dera menikmatinya maka Aran langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka. Aran tak mau Dera sakit karena tak makan. Apalagi jika moodnya hilang maka ia tak selera makan sama sekali. Dengan menu yang sedikit ia tambahi porsinya Aran berharap jika Dera akan makan dengan lahapnya.


Melihat Dera yang tak kunjung menghilangkan fokusnya pada pemandangan itu Aran diam-diam mengambil ponsel dan mengambil foto Dera. Entah siapa yang menyuruhnya yang penting Aran menyimpan foto itu agar sang pemiliknya tak menemukan foto itu. Mungkin selama beberapa hari bersama Dera ini Aran sudah mulai merasakan getaran yang berbeda dari biasanya. Tapi Dera yang tak merasakan hal itu, sulit untuk Aran gapai. Ia harus berusaha mengobati luka Dera yang dulu pernah tergores.


"Silahkan makanan sudah siap, tuan", ucapan pelayan yang membuyarkan kedua insan yang sedang saling memikirkan hal sendiri-sendiri.


"Iya mbak, terima kasih",sahut keduanya.


Setelah kepergian mbaknya tadi, Aran langsung mengajak Dera untuk makan. "Dera ayo makan dulu, nanti kelamaan lho kita keluarnya jadi gak balik ke kantor lagi dong"!, goda Aran..


"Iya mas, tapi Dera gak banyak ya makannya" melihat begitu banyak makanan yang dipesan Aran, Dera langsung bilang jika ia tak sanggup untuk makan semuanya.


"Heem, ok Dera. Mas gak maksa kok harus makan banyak yang penting kamu masih mau makan aja mas senang".

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua makan bersama, Aran dengan telaten mengambilkan sedikit demi sedikit menu yang berbeda-beda jadi Dera bisa merasakan menu itu semua. Entah lah iya juga tak tahu kenapa ia bisa memperlakukan Dera sesepesial seperti saat ini. Sedangkan dulu sebelum ada Dera biasanya jam makannya tak pernah ia pikirkan.


"Mas, Dera udah kenyang mas", menyadari jika Aran akan mengambilkan satu menu lagi.


"Ayolah Dera tinggal satu ini kan, setelah ini kita akan pulang", permintaan Aran agar Dera mau makanan yang terakhir ia hidangkan untuknya.


Karena Dera tahu jika Aran menginginkan itu ia pun mengangguk dan menyodorkan piring kecilnya, Ia tak akan membuat Aran kecewa karena ia sudah diperlakukan baik seperti ini. Dera merasa jika ia memiliki kakak laki-laki yang begitu sayang dengannya.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka langsung balik ke pabrik untuk melanjutkan pekerjaannya. Aran yang merasa begitu kenyang terus saja menguap didalam mobil, sampai akhirnya Dera menyadari jika Aran mengantuk. "Mas Aran, hati-hati jika mas ngantuk kita istirahat dulu aja mas".


"Aku bisa kok, tinggal sebentar lagi kita akan tiba di pabrik, kamu ajak aku bicara aja biar aku gak mengantuk". Jika tak ada teman bicara Aran pastikan ia bisa tertidur walaupun sedang mengemudi.


Karena masih ada pekerjaan sedikit Aran langsung masuk ke ruangannya. Tapi pas ia ingin masuk ia tanpa sengaja melihat Bagus yang mendekati Dera dan mengajak Dera bicara. Karena jarak mereka sedikit jauh maka Aran memutuskan untuk masuk ke ruangannya saja. Tapi bukannya mengerjakan tugas tapi Aran mondar-mandir penasaran tentang apa yang mereka bicarakan tadi. Rasanya ia ingin Dera tak jauh darinya. Tapi tak mungkin ia mengekang Dera untuk seperti yang ia inginkan. Dera juga punya privasi sendiri dan pastinya ia tak bisa masuk terlalu dalam di kehidupannya. Karena dia bukan siapa-siapanya juga.


Karena penasaran akhirnya Aran menghidupkan cctv dan melihat jika Dera sudah pergi dari tempat tadi dan hanya menyisakan Bagus saja.


Pekerjaan hari ini sedikit tak banyak, dan benar saja Aran yang sudah selesai ia langsung keluar untuk mengajak Dera pulang dan mampir belanja dulu. Pas Aran tiba di parkiran ia melihat Bagus tetap mencoba untuk mendekati Dera dengan alasan menawarkan tumpangan. Tapi Dera tak mau itu, sampai akhirnya Aran sendiri yang memberikan hukuman agar ia tak mengganggu Dera lagi.

__ADS_1


"Maaf Bagus, Dera harus pulang dengan saya jadi mungkin lain waktu jika ingin mengantar Dera pulang", ucapan Aran yang di angguki Bagus dan ia langsung pamit pulang duluan. Ia merasa takut jika sampai sang bos turun tangan seperti ini.


"Mas kok bilang gitu sih pakai lain waktu segala, Dera gak mau Bagus deket-deket Dera mas, rasanya risih". Karena Dera tak nyaman ia manyun karena perkataan Aran tadi.


"Udah nanti Bagus urusan mas aja. Udahlah kita belanja sekalian ya biar bisa buat setok menu kita".


Tujuan mereka adalah supermarket yang menyediakan bahan makanan. Karena mereka ingin berbelanja jenis bahan makanan. Dera yang mengambil troli belanja langsung direbut oleh Aran karena ia tak ingin Dera kelelahan. "Biar mas aja yang bawa Dera".


Seperti pasangan yang lainnya Aran dengan telaten mengikuti Dera pergi sambil menuntun troli tadi. Dera mengambil bahan apa saja yang ia butuhkan, kadang Aran juga mengambil yang ia inginkan.


"Udah mas, Dera Uda selesai kita bayar ya mas". Karena tak biasa belanja banyak Dera hanya mengambil beberapa potong bahan makanan saja. Ia tahu jika harganya begitu mahal dibandingkan dengan harga pasar tradisional. Tapi mau bagaimana mana mas Aran mengajak ia belanjanya disini.


"La kok udah ini hanya cukup untuk makan kita 3 hari Dera, biasanya aku kalau belanja lebih banyak lagi", kata Aran yang merasa jika belanjaan mereka belum cukup untuk satu Minggu.


"Dera bingung mas, harganya mahal semua", seru Dera pelan-pelan takut di dengarkan oleh orang lain.


"Hahahaha"....Tawa Aran yang mengema di telinga Dera. "Kamu lucu Dera, disini harganya udah kena pajak jadi ya segini, kamu pilih lagi aja apa yang akan kamu masakan untuk aku. Urusan bayar biar aku aja yang pikirin toh aku juga ikut makan kan". Karena kelucuan Dera yang membuat Aran ketawa semua pengunjung langsung memperhatikan mereka berdua. Terlihat pasangan yang romantis banget jika diperhatikan.

__ADS_1


Hayo iri gak sama pasangan ini. Bisa-bisanya mereka tertawa di tempat ramai seperti ini.


__ADS_2