MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Suara teriakan Dera


__ADS_3

"Baik jika anda bos dari mereka. Tapi aku mau ketemu bos besar kalian. Aku tahu kalian orang suruhan seseorang kan?. Jika kalian menginginkan uang yang banyak aku akan kasih asalkan antar saya ketemu bos besar kalian", penawaran Aran untuk ketiga orang tadi.


Karena tentang uang akhirnya ketiga orang itu berunding untuk memancing bos Aran untuk memberikan penawaran yang besar baginya. Dan pastinya menguntungkan bagi mereka.


"Berapa yang akan ada berikan ke pada kami tuan?. Jika itu akan melebihi uang yang kami terima maka akan kami antarkan anda pada bos besar kami". Sahut orang tadi yang Aran ikuti dari pasar.


Benar akhirnya Aran tahu jika mereka ada sangkut pautnya dengan Bagus. Dengan begitu ia akan cepat menemukan Dera. Jika ia sudah ketemu maka akan langsung menghubungi keluarga Dera agar Teo tak khawatir lagi.


"Untuk saat ini uang yang kau minta berapapun itu akan saya usahakan, dan jika yang saya cari ketemu karena kalian maka kalian bertiga akan saya jadikan pengamanan di tempat kami", penawar Aran yang masih dipikirkan oleh pengawal tadi. Jika mereka sampai memenuhi permintaan Aran sampai kapanpun sudah disiapkan untuk masa hidupnya untuk mencukupi keluarga. Pilih yang jelas menguntungkan dari pada mereka di tangkap polisi dan masuk penjara karena ikut kasus ini. Toh kalau masuk penjara anak mereka mau diberi makan apa belum lagi jika istri cantik mereka diambil orang pasti mereka akan menyesal di kemudian hari.


"Ok aku minta 50 juta untuk jaminan saat ini, jika anda mau memberikan hal itu akan kami antar ke bos kami", orang yang di ikuti oleh Aran dari pasar tadi yang bicara karena ia suruhan bosnya. Aran yang tak mau di bohongi langsung menawarkan hal lainnya.


"Jika 50 juta saya tak ada malam ini, aku kesini tak bawa apapun hanya bawa nyawa dan harapan bisa bertemu dengan bos kalian. Jika nanti kalian tak bohong padaku aku kasih yang kalian inginkan",kata Aran yang menyerahkan selembar cek tertulis 20 juta. Sebenarnya uang itu akan Aran pakai untuk menyewa Atris untuk iklannya tadi siang. Tapi karena siang tadi tak jadi pertemuan maka uang itu lebih baik untuk Dera dulu. Uang segitu tak Aran hiraukan asalkan Dera ketemu dan selamat.


"Ok, sahut bos yang paling besar badannya itu. Selembar kertas cek itu sudah berpindah ke tangan yang ngakunya bos dari segerombolan bertiga tadi. Dengan Aran berjalan di belakang laki-laki bertiga tadi akhirnya sampailah di lorong yang sangat gelap dan sedikit menakutkan karena hanya terlihat remang-remang dari cahaya lilin minyak yang terpampang di dinding. Raka yang takut langsung mengekori Aran entah walaupun laki-laki sangat penakut sekali untuk malam ini.

__ADS_1


"Kenapa kamu Raka?", tanya Aran yang sambil melihat arah belakang punggungnya itu. Karena baju Aran sedikit di tarik oleh Raka.


"Gak pak, gak apa-apa kok, kita fokus ikuti merdeka aja kok pak", sahut Raka tadi. Karena tak mau bosnya ikut memikirkan apa yang ia takutkan. Padahal bulu kuduknya sudah berdiri saat ini. Bayangan jika ada makhluk halus yang akan muncul setelah ini.


Pas semakin masuk ke lima orang tadi langsung menemukan satu pintu besar yang tertutup rapat. Aran yakin jika itu ada Dera didalamnya. Rasanya begitu ingin membukanya dan mendapati Dera sedang meminta tolong.


"Aa,, tolong"..


Suara yang Aran dengar dan itu jelas jika suara Dera. Setelah ia mendekati suara Dera tadi semakin dekat dengan pintu gelap tadi. Dan saat itu ketiga orang berbadan besar tadi berhenti.?


"Bos besar kami sedang disini, bagimana apakah saya sudah bisa mendapatkan kurangnya uang kami?".


"Saya tak berani karena bos besar kami sedang bersenang-senang dengan istrinya", ucapan laki-laki yang tadi di ikuti Aran tadi.


Aran yang mendengar ucapan itu langsung mengeluarkan ponselnya dan akan mencari aplikasi untuk mengirimkan uang ke rekening mereka asal mereka bertiga mau membuat menangkap Bagus. Siapa suruh Bagus ngaku-ngaku sudah menikah dengan Dera yang sebenarnya istrinya itu. Tangan Aran langsung mengepal karena tak terima dengan apa yang ia dengar barusan.

__ADS_1


"Ah,,ah".


Suara yang keluar dari kamar yang masih tertutup tadi. Rasanya Aran seperti tak mau menunggu lama karena suara itu sangat membuat pikirannya pergi ke nirwan berfikir apa yang Dera dan Bagus lakukan.


"Cepat lakukan aku akan langsung kirimkan uang kalian jika mau!".


"Akhirnya dengan dorongan uang, kedua anak buah yang disuruh bosnya tadi langsung mendobrak pintu dan terbuka langsung. Alangkah pemandangan yang tak di inginkan oleh Aran karena Dera yang tertidur di kamar itu sudah tak berdaya apapun. Sepertinya karena perlawanan itu Dera tak sadarkan diri. Tapi Bagus yang dicari oleh Aran ternyata tak ada di tempat itu. Ternyata Bagus di kamar mandi, karena mendengar dobrakan keras tadi Bagus keluar dari kamar mandi itu dan tertawa karena sudah ada bosnya di situ.


"Hahahaha,,, pak Aran akhirnya datang juga. Apakah bapak mau lihat malam pertama aku dengan Dera", ejekan Bagus yang ternyata Aran sadari hanya memakai handuk di sebagian badannya. Jadi Aran pastikan Dera belum diapa-apain olehnya. Mungkin suara Dera tadi karena Dera yang ingin melepas ikatan kakinya tapi tak bisa. Karena pakaian Dera juga masih utuh seperti yang tadi. Cukup membuat Aran tak mau marah karena hanya hal ini.


"Bagus, Bagus, kau bodoh sekali kamu pikir Dera mau malam pertama dengan kamu?


Dia pasti tak akan sudi di pegang olehmu sedikitpun itu hanya kulitnya".


"Pak Aran mau lihat dia mau atau tidak!", kata Aran yang tak ingin melepaskan kesempatan itu. Bagus langsung mendekati ranjang Dera tadi dan akan langsung naik. Tapi sebelum berhasil naik Aran langsung menendangnya dan jatuh kelantai.

__ADS_1


"Apa maumu Bagus, tak akan ku ijinkan kau memegang istriku", ucap Aran yang menekankan kata istriku. Bukan hanyalah Bagus yang kaget tapi Raka yang tadi ikut ke situ juga kaget sekali atas apa yang ia dengar tadi. Rasanya Bagus telah salah memilih sasaran. Tapi karena ia sudah terlanjur masuk permainan ini ia akan melanjutkannya juga.


"Istri pak !, asal bapak tahu tadi kita sudah melakukan yang bapak belum tahu. Sampai Dera tak berdaya seperti ini. Bapak tahu tadi Dera memintanya aku untuk hal yang lebih?", kata Bagus yang tak terima jika ia harus kalah malam ini. Apalagi ia melihat ke tiga orang yang menjadi anak buahnya tak ikut campur urusan itu. Apa gunanya tadi ia membayarnya mahal- mahal.


__ADS_2