
Hampir satu hari Aran dan Nanang di rumah sakit tanpa makan dan minum sama sekali. Meninggalkan Dera sebentar saja ke kamar mandi pun enggan untuk keduanya. Tak mau melewatkan waktu dimana Dera siuman.
Kedua suster yang ada di dalam ruangan Dera pun kagum karena selama mereka bergantian keluar masuk Aran dan Nanang masih tetap di tempatnya. Apalagi gosip dokter tadi yang mengucapkan jika mereka adalah suami dari pasien itu. Beruntung sekali jadi Dera, sanjung mereka.
"Jangan... jangan ambil anakku. Aku mohon jangan ambil anakku", suara samar-samar yang Dera ucapan. Walaupun kedua matanya masih tertutup tapi ia mengucapkan perkataan itu sampai dua kali. Suster yang tadi sedang membayangkan memiliki dua orang suami tadi langsung meminta pertolongan pada dokter. Kondisi pasien sudah mulai membaik dari detak jantung dan pernafasan yang sudah kembali normal lagi.
Suara peringatan lampu dari dalam ruangan Dera sudah berbunyi. Aran dan Nanang yang tadinya hanya diam langsung berdiri dan mendekati arah pintu. Kecemasan begitu terlihat di wajah mereka berdua. Dokter yang datang karena panggilan suster begitu kaget ternyata kedua suami dari pasien masih menunggunya. Gelengan kepala dokter kerena binggung dengan hal ini langsung menegur keduanya agar memberikan dia jalan.
"Ehem,,, bisa permisi dulu. Aku akan kabari kondisi pasien selanjutnya", ujar dokter membelah keduanya.
"Iya dok, aku minta tolong selamatkan istri dan anak saya dok", katanya Aran.
"Dok aku mohon berikan yang terbaik dok, sanggah Nanang juga.
__ADS_1
"Dua laki-laki aneh", batin dokter tadi yang sudah di dalam. Ia langsung memeriksa kondisi Dera yang benar sudah membaik. Dokter menanyakan apa yang saat ini Dera rasakan di perutnya. Tapi Dera tak mengeluh kesakitan sama sekali. Jadi dokter berfikir pasti janinnya akan kuat di rahim sang ibu.
Karena dokter tadi sudah memeriksa Dera dengan yakin bahwa keduanya membaik akhirnya mengajak Dera bercanda gurau. Agar Dera lebih rileks lagi dan bisa tersenyum. Melepaskan apa yang sudah ia pikirkan.
"Buk, saya salut sama Ibuk. Punya dua suami yang sangat setia dari tadi pagi udah buat saya setres", Keta dokter yang merawat Dera.
Sedangkan kedua suster hanya ketawa menahan apa yang mereka dengarkan. Kenapa bisa sang pasien sampai memiliki dua suami apakah bisa ia melayani mereka semua?.
Dera binggung setengah sadar apa yang di ketawakan oleh dokter dan perawat tadi. Karena ia sendiri masih begitu sadar mengenai dua suami. Padahal ia masih sadar jika ia tam ada suami. Mas Qosim juga tak ada di sana tadi. Karena Dera binggung dan tahu apa yang di maksud sang dokter dan perawat akhirnya ia berani bertanya langsung.
"Tadi ada laki-laki yang ngaku suami anda buk, sampai-sampai mereka berebut tadi. Apa Ibuk mau ketemu mereka langsung biar ingat siapa suami sebenarnya Ibuk".
"Ah gak mungkin dok aku rasa dokter salah lho", jelas Dera.
__ADS_1
"Ok sus panggilkan keduanya untuk masuk, biar Ibuk bisa ngobrol dengan mereka. Aku pusing ngurusin keduanya dari tadi gak mau diem. Tadi aja aku mau masuk udah di tanyakan lagi sambil bersaing".
"Ah buk aku juga mau lho satu suami Ibuk, udah ganteng perhatian juga lho", ejek satu perawat yang menggoda Dera.
"Check,,
Suara pintu terbuka ada dua laki-laki yang tak kalah ganteng masuk kedalam. Karena mas Qosim sedikit ada turunan luar maka sedikit tinggi dari mas Aran. Dera yang kaget apa yang ia lihat langsung mengucek matanya berharap apa yang ia lihat salah. Ia tak menyangka ada mas Aran di situ juga. Padahal selama dua bulan ini ia sudah sedikit lupa akan dia yang mungkin masih fokus pada istrinya itu.
Menyadari Dera tak mengucapkan kata apapun akhirnya suster dan dokter keluar. Karena ini sudah tanggungjawab keluarga mereka bukan urusan sang dokter. Keheningan di ruangan itu Qosim diam karena tak tahu mau mengucapkan apa. Ia ingin tahu sebesar apa rasa cinta Dera pada Aran. Jika sudah tak ada cinta diantara mereka ia siap untuk masuk dalam bahtera rumah tangga mereka. Jangan salahkan jika ia akan merebut Dera karena dia begitu masih mencintai Dera.
"Dera kenapa kamu pergi tanpa memberi tahu padaku. Kenapa kau tega melukai harapan ini Dera. Lihat saja tubuhku tak ada bagus-bagus sama sekali kurus dan hitam mencarimu. Seperti kau tertelan bumi karena aku tak mendapat informasi tentang mu. Apakah kamu sangat membenciku sampai kau pergi tanpa bilang padaku?". Aran mengucapkan apa yang Dera lakukan padanya. Agar Aran tahu antara dia atau Dera yang salah.
Dera melihat badan mas Aran yang kurus kerontang dan hitam. Ia tak menyangka jika Aran akan seperti ini. Tapi ia juga tak tahu keputusannya salah atau tidak ia bimbang pada pikirannya itu. Ia tak ingin jika Aran mempertahankan Dera padahal ia masih ada yang Aran tahan juga. Karena tak ada satupun wanita yang mau di jadikan yang kedua.
__ADS_1
Nanang seperti melihat ketoprak jawab yang sedang bertarung. Bedanya ini di dunia nyata yang mana itu benar-benar terjadi. Dari yang Nanang dengan sepertinya Dera tak akan bersatu lagi dengan Aran. Ini kesempatannya.
Akankah Dera bisa bersama dengan Aran lagi. Kita tunggu sampai esok ya semoga terhibur kakak.