
Tatapan Bagus untuk ketiga anak buahnya langsung membuat Aran maju satu langkah dan memukul badan Bagus hingga terjatuh ke lantai lagi. Aran sudah tak bisa membiarkan Dera seperti itu lebih lama lagi. Seperti tak berdaya dan menahan kesakitan.
Aran yakin jika Bagus juga belum berbuat apa-apa. Dengan bantuan Raka yang menyuruh ketiga orang besar tadi untuk menangkap Bagus akhirnya Bagus sudah di pegang oleh ke tiga anak buahnya sendiri. Aran langsung melepaskan ikatan Dera dan langsung membopongnya. Langsung pergi dari ruangan itu sambil bilang pada ke tiga orang besar-besar tadi.
"Antar Bagus ke kantor polisi, setelah itu kalian datangi pabrik saya (Garmen Hero) temui saya untuk meminta uang kalian. Aku tak bisa membiarkan istri saya seperti ini lebih lama lagi. Akhirnya Aran jalan keluar sambil menggendong Dera seperti bayi.
"Bagus sepertinya kamu udah gak laku ya sampai bisa-bisanya kamu menggoda istri bos sendiri", kata Raka sebelum akhirnya ia ikut keluar menyusul bosnya itu.
Setelah sampai di mobil Aran memilih duduk di belakang sambil memangku kepala Dera. Aran tak akan membiarkan orang lain akan melukai Dera cukup kali ini Dera seperti ini. Mulai besok ia akan menjaga Dera dan tak akan membiarkan Dera terlena dari pandangannya.
"Kita langsung kemana pak Aran?", tanya Raka yang sudah masuk di kemudi mobil.
”Antarkan saya pulang saja Raka, kasian istriku yang sudah tak berdaya ini", ucapan Aran yang langsung melepaskan jasnya untuk menutupi badan Dera. Ia tak ingin Raka juga memperhatikan badan Dera yang terkulai lemas seperti ini.
"Baik pak, tapi bagaimana dengan saya nanti pak jika ingin pulang. Karena kendaraan saya ada di pabrik".
"Tidur di tempat saya dulu saja Raka aku tak mungkin mengemudikan mobil sendiri dalam keadaan Dera belum siuman seperti ini. Aku ingin ada disamping Dera", ucap Aran sambil menyilakan rambut istrinya itu.
"Pak apakah saya boleh bertanya?
__ADS_1
Apakah benar jika Dera adalah istri Bapak sedari tadi bapak bila jika Dera adalah istri bapak, saya kaget karena tak ada yang tahu hal ini pak", tanya Raka sambil mengemudikan mobil itu.
"Iya Raka kami menikah waktu saya tidak berangkat kerja kemarin. Dera meminta agar tak ada yang tahu sama sekali tentang kabar ini, tapi sebenarnya aku ingin kalian tahu jika Dera milik ku jadi tak ada yang berani melakukan seperti ini lagi Raka".
"Waduh baru kemarin pak berarti masih pengantin baru pak", goda Raka lagi agar ia tak mengantuk maka ia mengajak ngobrol Aran.
"Kamu bisa aja Raka, mau pengantin baru atau tidak yang penting udah bisa kumpul lagi aku udah bahagia Raka. Bayangkan tadi kalau Dera tak juga ketemu pasti kita belum juga pulang lho. Oya besok jika ketiga pengawalan Bagus datang ke pabrik kamu urus ya aku tak mau jika semua anak tahu jika Bagus sampai akan mencelakai Dera".
"Siap pak, oya sebenarnya Dera itu udah bapak kenali dari lama ya karena setahu saya baru 6 hari kan kerja di pabrik?". Raka terus saja menanyakan hal yang lebih dari apa yang seharusnya ia ketahui terus.
"Kamu mau tahu lebih aja sih Raka, jangan bilang kamu juga suka ya dengan Dera", karena hal itu Aran sedikit penasaran apa yang membuat Raka menanyakan hal begitu banyak seperti ini.
"Ah bapak bisa aja, mana berani saya bertanding dengan Bapak, saya hanya mengagumi sebenarnya sebelum tahu jika Dera milik bapak. Tapi jika sudah milik bapak kaya gini saya menyerah deh pak". Ucap Raka sambil melirik ekspresi wajah bosnya yang duduk di belakang.
"Kamu baik-baik saja Dera, apakah tadi Bagus sempat melakukan hal yang senonoh padamu", ucap Aran masih mengusap-ngusap kepala Dera. Sampai- sampai Raka yang melihat pemandangan lewat cermin kecil di mobil itu tersenyum kaku. Selain perhatian bosnya termasuk laki-laki yang bertanggung jawab. Itu semua dapat dilihat dari apa yang ia lihat sendiri.
Dera yang akan beranjak duduk langsung dibantu oleh Aran. Karena ia masih begitu lemas jadi ia mesti harus di bantu. Entah karena tak makan atau apa tapi Aran merasa jika Dera begitu lemas sekali.
"Aku tadi sepertinya baik-baik saja mas Aran, Bagus tak mengganggu ku hanya saja aku belum makan dari siang tadi aku mau di suapin Bagus tapi aku menolaknya", akhirnya Dera menjawab seperti itu.
__ADS_1
"Ya udah kita makan dulu ya nanti kamu sakit jika gak makan, kita nyari makan dulu Raka", perintah Aran yang di angguki oleh Raka. Dan tanpa di rasakan akhirnya tinggal beberapa kilometer lagi mereka sampai di rumah Aran. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari waktu untuk subuh tinggal beberapa jam lagi.
Akhirnya mobil Aran berhenti di depan penjual nasi uduk di pinggir jalan. Walaupun hanya kedai tenda biru yang penting Dera bisa makan. Jika Aran tak makan pun tak apa-apa. Aran langsung memesan 3 makanan sekalian untuk mereka bertiga. Tapi siapa sangka jika hanya tinggal 2 porsi yang ada di kedai itu. Akhirnya Aran mengalah tak makan untuk Dera dan Raka saja.
"Udah kita makan dulu aja", kata Aran sambil meletakkan dua piring nasi uduk tadi.
"La bapak mana kok gak ikut makan", Aran merasa curiga karena hanya dua piring saja yang tersajikan itu meja panjang mereka.
"Hehe,, tinggal 2 porsi tadi jadi untuk kamu sama Dera aja", jawaban Aran sambil nyengir.
"Punya Dera gak abis mas kita bagi berdua ya mas", Dera juga tak mungkin habis jika sang suami tak makan sesuap sama sekali.
"Dera aku suapin ya, biar mas lihat kamu makannya banyak. Kalau mas nanti gampang kok". Jawaban sambil melihat sang istri yang terlihat pucat sekali.
"Dera makan sendiri aja mas, malu sama itu", sahut Dera yang langsung mengambil sendoknya tadi dan melihat Raka yang ada di depannya.
"Gak ah, aku mau suapin kamu kalau kamu gak mau mas siapin mas gak akan ikut kamu makan". Ancaman Aran yang langsung membuat Dera tak bisa menolaknya.
Akhirnya mereka makan berdua dengan Aran yang menyuapinya. Sampai-sampai penjualan nasi uduk tadi merasa jika Aran sedang menuruti isterinya yang sedang hamil. Wajar jika suami yang sedang menuruti istrinya sedang ngidam pasti jam berapapun akan ia turuti.
__ADS_1
Raka yang malu langsung berbalik dan menghabiskan makanan. Karena ia tak mau terpengaruh oleh kemesraan bosnya itu. Karena di lubuk hatinya hal seperti itu belum pernah ia lakukan sama sekali. Dera makan dengan sedikit-sedikit tapi pasti karena ia sangatlah lapar.
Setelah menghabiskan makanan mereka langsung melanjutkan perjalanan pulang. Karena tak mau menghabiskan waktunya hanya untuk di sini. Dan pastinya ingin segera mengistirahatkan tubuhnya juga.