MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Pertemuan Bagus dan Dera


__ADS_3

Dera yang sudah terbangun dan langsung ke bawah mencari sang suami langsung menemukannya di meja makan. Dera yang juga sudah lapar akhirnya ikut duduk dan makan masakan Ibuknya.


" Dera, kok baru bangun nak?.


Apa karena gak enak badan", tanya Ibuk Rini yang sambil mengambilkan makanan untuknya. Ibuk Rini selalu memperhatikan Dera seperti itu. Walaupun Dera sudah mau memiliki dua anak tapi kasih sayang Ibuknya tak kan pernah luntur. Itulah yang di maksud kasih Ibuk sepanjang masa.


"Dera lagi capek aja sih buk, pasti entar juga enakan kalau udah buat tidur malam buk. Oya gimana Ibuk betah kan di sini?", tanya Dera seperti Aran yang menanyakan hal itu juga tadi.


"Ibuk betah kok nak, Oya bapak kok belum keluar ya. Ibuk tak bangungkan bapak dulu ya!", pamit Ibuk pada Dera dan Aran. Sepeninggal Ibuk Rini tadi Teo di suapi oleh Aran. Entah Dera melihat perhatian Aran pada Teo murni tanpa dibuat-buat. Iya yakin jika Aran bisa membagi kasih sayangnya untuk anak-anak nanti dengan adil. Walaupun Teo bukan darah dagingnya sendiri.


" Tolong, nak Aran, Dera!!!", teriakan Ibuk Rini dari arah kamarnya.


Aran dengan gesitnya langsung masuk ke kamar Ibuk mertuanya itu. Ternyata Ibuk sedang membangunkan sang suami tapi tak ada respon darinya. Dalam tangisan Ibuk Rini hanya meminta tolong pada anak mantunya itu. Rasa takutnya akan kehilangan sang suami. Sambil menanti keajaiban agar sang suami terbangun dari tidurnya.


Aran langsung mengangkat pak Toso dan jalan ke arah mobil. Sedangkan Teo serta kedua wanita itu berjalan mengekorinya. Tujuannya adalah rumah sakit. Aran juga tak tahu harus berbuat apa untuk hal ini selain ke rumah sakit. Dengan ke ahlinya Aran mengemudikan mobilnya dengan laju tak seperti biasanya. Dera yang duduk di samping Aran terus saja berdoa karena binggung harus berbuat apa. Teo yang juga diam di pangkuan Dera terus melihat ke arah nenek dan kakeknya yang duduk di belakang.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit Aran langsung menyuruh dokter untuk langsung menangani mertuanya itu. Setelah memastikan pak Toso mendapatkan penanganan Aran langsung ke ruangan pendaftaran untuk membayar administrasi. Tapi siapa sangka Bagus yang sedang mengantar sang Ibuknya mengetahui hal itu dari jauh. Dengan hati-hati ia sedikit menguping percakapan yang di bicarakan oleh Aran dan perawat tadi. Ada kegembiraan karena ternyata ia mendengar nama orang tua Dera sedang di sebut oleh Aran. Karena mengurungkan niatnya Bagus langsung mencari dimana keberadaan Dera saat ini. Dengan cepat agar Aran tak sampai mengetahui hal ini.


Benar saja di depan ruang UGD akhirnya Bagus melihat sosok sang mantan istri yang sedang cemas. Sedangkan mantan mertuanya sedang duduk di samping Dera sambil memangku Teo. Bagus menunggu sampai tak sengaja Dera berdiri dan melangkahkan ke arahnya karena tak mau ketahuan akhirnya Bagus masuk ke ruangan yang sedang kosong. Dear yang sedang menahan ke kamar mandi akhirnya ia langsung masuk toilet di lorong itu. Yang tak tahu jika di ruangan itu juga ada Bagus orang yang ia hindari selama ini. Kenangan masa lalunya terus terbesit jika melihat wajah Bagus yang sebenarnya masih Dera ingat.


"Dera, masihkah kau ingat dengan ku. Aku ingin kita baikan lagi Dera. Aku ingin kau kenalkan sebagai Ayah dari Teo di depan anak kita Dera", ucapan Bagus di pantulan kaca toilet itu.


Dengan melihat kaca Dera langsung berbalik dan melangkah mundur. Ia langsung menjauh dari Bagus yang mencoba mendekatinya itu.


" Pergi jangan mendekat. Aku tak ingin melihatmu lagi. Kau telah membuang aku dan Teo, pergi", tangisan Dera pun pecah saat ini. Ia tak menyangka jika akan bertemu dengan Bagus di sini. Hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu.


" Tolong Dera, aku hanya ingin seperti dulu. Kau akan tetap jadi orang yang penting bagiku. Aku yakin jika kamu pun masih sama menyimpan rasa untukku kan", kata Bagus dengan yakinnya mengucapkan hal itu. Bagus tak tahu saja jika Dera sudah mencintai Aran sang suaminya baru.


" Tidak Dera, Teo anakku tak akan ada yang memisahkan aku dengannya. Jika itu suami mu yang baru tetap akan aku pertaruhkan. Oya apakah kamu ingat bagaimana aku menyayangimu dulu Dera?", tanya Bagus.


Baru saja Bagus akan memegang tangan Dera, Dera dengan gesitnya mengibaskan tangannya agar tangannya tak di pegang oleh Bagus. Ia tak sudi lagi di dekati oleh Bagus. Tapi bukannya Bagus menyerah dia malah memepet tubuh Dera yang sudah sedikit gemetar memojok ke dinding ruangan. Dera yang akan teriak meminta pertolongan langsung di bungkam dengan kedua tangan Bagus.

__ADS_1


"Dera, Dera, ada apa kamu di dalam Dera. Kok lama banget", panggil Aran dari luar kamar mandi. Dengan adanya panggilan Aran tadi Bagus melonggarkan bungkamnya padahal ia baru saja akan mencium kening Dera. Dengan mencari tempat persembunyian akhirnya Bagus lari ke satu ruangan agar ia tak di temukan oleh suami Dera. Sedangkan Dera yang mengatur nafasnya langsung menjawab panggilan Aran tadi agar sang suami tak khawatir. Karena gedoran pintu sudah semakin keras.


" Iya mas, Dera mules", jawab Dera yang jalan keluar dan bertemu sang suami. Aran langsung menuntun Dera untuk duduk terlebih dahulu. Pas Aran membantu duduk tanpa sengaja ia mencium punggung Dera yang sedikit wangi parfum laki-laki yang ia tahu bukan punyanya. Apalagi ia tahu Dera sendiri tak mau memakai parfum masa hamilnya ini. Jadi ini parfum siapa?. Pertanyaan Aran tiba-tiba terlintas. Tak mungkin Dera main belakang dengan laki-laki lain, tapi ia tahu ini adalah kejanggalan yang harus ia pecahkan.


" Dera, kok sepertinya ada yang kamu tutupi dari mas. Apakah kamu tak mau jujur dengan mas, Dera?", pancingan pertanyaan Aran agar ia tahu apakah sang istri mau terbuka atau tidak.


" Hi, hi, hi, tangisan Dera akhirnya pecah di depan Aran. Hanya pundak sang suami yang bisa ia jadikan tumpuhan. Ia tahu lebih baik ia jujur daripada akan membuat hubungan mereka hancur nantinya.


" Sudah kamu jujur saja sama mas, Dera. Mas gak akan marah jika itu tak sampai kelewatan di mata mas", bujuk Aran agar ia cepat tahu apa yang sudah di lakukan oleh Dera.


" Tadi Dera ketemu mantan suami Dera. Dia meminta Teo mas. Aku tak ingin dia mengambil Teo dariku. Sampai ia membengkak Dera dan tadi di gagalkan oleh panggilan mas Aran tadi", jawaban Dera yang membuat Aran langsung sedikit marah.


"Apa, dimana dia sekarang. Aku pastikan dia tak akan mengambil Teo dari ku. Teo anakku tak akan ada yang mengambilnya", marah Aran yang akan berdiri dan masuk ke kamar mandi tadi. Tapi Dera mencegahnya tak mau ada perkelahian di rumah sakit ini apalagi sang ayah juga belum sadarkan diri.


" Sudah mas, gak usah cari dia. Dera gak mau lihat dia lagi mas. Biarkan dia pergi jauh kita jaga anak kita saja", pinta Dera padahal Dera sudah berbohong tak hanya itu yang di bicarakan di toilet tadi. Jika ia jujur semuanya pasti Aran lebih akan marah.

__ADS_1


****


Maaf kakak lama gak up karena dikejar setoran ni. Kerjaan begitu menumpuk jadi saya gak bisa bagi waktunya untuk memecahkan kasus dari Dera dan Bagus tadi. Semoga terhibur kakak, salam sehat dari aku kakak😍😘♥️.


__ADS_2