MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Jalan-jalan bersama keluarga


__ADS_3

Akhirnya sudah dua hari Aran di rumah Dera dimana hari kedua ini ia ingin jalan-jalan bersama keluarga barunya. Dengan semangatnya Teo sudah siap dari pagi. Janjinya sang Ayah yang ingin mengijinkan dia untuk libur sekolah di tunggu darinya. Sampai-sampai dari pagi ia mengikuti kemana sang Ayah kemampuan pergi. Mungkin jika anak besar sudah tak nafsu makan juga, tapi karena bujukan Aran tadi Teo bisa makan banyak karena di suapinya.


Tugas pagi ini benar, Aran yang mengizinkan Teo di sekolah sekalian mau pergi jalan-jalan. Teman-teman Teo saling mendekat dengan Teo dan menanyakan siapa yang bersamaan itu. Dengan bangganya Teo menjelaskan jika itu adalah ayahnya. Karena ke tampanan semuanya kagum apalagi guru-guru yang sudah ada di sekolah. Keluarga yang serasih, Teo yang juga ganteng tak terlihat jika mereka a dalam bukan anak kandung.


Dera yang juga ikut menyusul jadi pusat perhatian para ibu-ibu yang mengantarkan anaknya. Wanita yang saat ini perutnya sudah sedikit buncit memperlihatkan jika ia sedang hamil. Karena sekolah itu untuk beberapa desa maka ada yang belum tahu jika Dera sebelumnya sudah nikah siri jadi bahan obrolan mereka. Ya bisalah jika orang itu tak suka dengan kita maka ia akan menceritakan apapun ke kurangan kita itu.


Sampai akhirnya mereka pergi dari sekolah Teo. Ibuk Rini dan pak Toso yang tak turun dari mobil hanya melihat Teo yang terus tersenyum di gendongan Aran, sedangkan Dera jalan sambil di gandeng oleh Aran. Semoga keluarga anaknya akan bahagia terus doa kedua orang tua itu. Karena Aran tak tahu daerah situ maka pak Toso yang mengemudikan mobilnya untuk jalan-jalan. Mungkin saja niat mereka akan jalan-jalan ke pantai saja toh mereka juga punya wisata di daerah mereka yang tak begitu jauh tapi tetap akan bisa menyegarkan pikiran mereka untuk cuci mata.


Debaran ombak langsung menyambut kedatangan mereka. Udara pantai yang begitu sejuk begitu membuat Aran tersenyum. Jarang ia bisa berlibur seperti ini. Apalagi ke pantai karena di Jakarta tak seasri di kampung Dera. Pantai Indrayanti yang begitu di gandrungi para wisatawan di sanjung juga oleh Aran yang baru pertama kali main ke sini. Indah, itu yang Aran ucapakan. Teo yang sudah lari mendekati air laut langsung disusul oleh pak Toso dan ibuk Rini, sedangkan Dera duduk di pinggir pantai yang di ikuti Aran. Begitu banyak inspirasi yang Aran dapatkan pagi ini. Ia sangat bahagia karena jalan-jalan saat ini.


" Dera, mas mau mulai besok kamu terbuka ya sama mas. Apapun yang terjadi padamu mas mau kamu bicara pada mas. Mas gak mau kamu kenapa-napa apalagi mas rasa kamu ada yang masih mengincar kamu", ucap Aran yang duduk berdua dengan sang istri. Ingatan isi pesan yang semalam ia dapatkan sangat mengganggunya, ketakutan akan Dera yang terlepas darinya.

__ADS_1


" Iya mas, Dera janji. Tapi mas apakah Gendis akan menerima Dera dan keluarga Dera nantinya. Apalagi Dera sudah ada Teo kan, dera takut mas semua keluarga aku akan di musuhi oleh adikmu mas", ungkapan hati Dera.


" Tak mungkin Dera, mas gak akan ijinkan itu terjadi. Siapapun tak boleh mengganggu kalian semua kok. Ya udah mas besok pilih rumah lagi untuk kita tinggali bersama keluarga kita dan ibuk Bapak ya. Kan jika rumah baru Gendis gak tahu", bujuk Aran sambil mengusap pipi sang istri.


" Mas ini di tempat umum lho, perlakukan mas itu di perhatikan oleh orang-orang tu", kata Dera risih dengan perlakuan Aran.


" Cup,"


" Mas Aran", rengek Dera sambil memukul-mukul dada sang suami. Rasanya Dera sudah sedikit terbiasa dengan Aran yang tadinya sering memaksanya. Tak pernah ia bayangkan dimana Aran yang pertama kali meminta jatah dari Dera dengan sedikit ancaman akhirnya bisa ia rasakan kelembutan hatinya setelah sah jadi suaminya. Dera yang juga tadinya sedikit takut untuk berumahtangga bisa merasakan angin segar karena pasangannya sebaik Aran yang tadinya kaku itu.


Tak mau menghilangkan kenangan yang ada Aran langsung mengambil ponselnya dan mengambil foto mereka berdua. Romantis dari beberapa foto terlihat Aran yang mencium wajah Dera. Pak Toso yang tak sengaja menengok ke belakang pun geleng-geleng kepala karena anak dan mantunya seperti tak tahu malu. Mengumbar kemesraan di depan wisatawan yang lainnya. Tapi bagi kedua insan yang lagi di madu kasih itu tak memperdulikannya.

__ADS_1


" Oya Dera besok kita berangkatnya agak lagian aja ya biar sampai Jakarta juga gak sore-sore aman. Dan juga biar Ibuk dan bapak bisa istirahat sebelum malam tiba ya", kata Aran yang membahas pemberangkatan ke Jakarta mereka. Karena tadi Aran ke sekolah Teo buka ijin karena libur saja maka Teo juga bisa langsung pindah sekolah. Ya karena Aran mengizinkan Teo untuk pamitan pindah sekolah. Pokoknya Aran mau semuanya bisa bersama dengannya. Pastinya akan menyenangkan jika Aran pulang kerja dan berangkat kerja bersama sang anak.


" Iya mas asal mas gak ajak Dera begadang pasti Dera akan bangun pagi, tapi kalau mas minta lembur ya Dera gak tahu nantinya bagimana", jawab Dera yang menyadari jika sang suami sering mengajukan lembur malam.


" Oh kamu mau mas ajak lembur ya, pastinya seru ya kita nginap di sini pastinya aku akan lembur terus. Tapi jika kelamaan di sini kasihan juga Raka, Dera. Aku janji deh gak akan lembur cuma paling benar ronde aja", goda Aran yang melihat ekspresi wajah Dera berubah malah tertawa. Tak menyangka jika Aran malah bicara seorang itu.


"Mas Aran", marah Dera sambil memanyunkan bibirnya.


Dari kejauhan ternyata ada anak buah Bagus yang mengambil beberapa foto kemesraan Aran dan Dera dan langsung mengirimkannya pada sang bos. Karena tugasnya hanya untuk seperti itu maka ia melakukan tanpa kurang sedikit pun. Tapi siapa sangka jika Bagus yang di kirimi beberapa foto itu tak memperingatkan ke marahnya sama sekali karena ia sedang di kamar dengan sang istri yaitu Gendis. Karena ia tak mau terlihat menutupi sesuatu maka ia tak merubah expesinya sama sekali. Sandiwara yang begitu apik pastinya jika di jadikan peran utama di sinetron Bagus bisa mendapatkan peran utama yang antagonis. Karena ia merencanakan semuanya dari belakang sang istri. Jika Gendis tahu, Bagus akan langsung dia usir dari rumah besar itu karena rumah itu juga pemberian dari sang kakaknya.


****

__ADS_1


Apakah rencana Bagus bisa bikin Dera menjadi orang yang ia miliki lagi. Kita tunggu selajutnya ya kakak. Salam sehat untuk semuanya,,amin.


__ADS_2