MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Kondisi Dera


__ADS_3

Pagi ini Dera yang biasa bangun pagi dan langsung memasak untuk suaminya langsung meninggalkan Aran ke dapur. Biasanya Aran juga akan menyusulnya jika sudah mencium bau wangi masakan yang sudah terhidang di meja makan. Tapi entah hari ini Dera begitu benci melihat bawang putih yang akan ia kupas. Apalagi bau bawang yang menyengat membuat Indra penciumannya semaikan memberontak.


"Howek, howek".


Suara Dera yang akhirnya mual dengan ini semua. Langsung saja ia berlari ke wastafel pencucian piring untuk memuntahkan apa yang ada di perutnya. Karena kejadian itu Dera yang belum makan apa-apa langsung terduduk lesu di kursi ruang makan. Sedangkan Aran yang mendengar Dera seperti kesakitan itupun langsung mencarinya. Menemukan Dera dalam keadaan lemah ia langsung menanyakan apa yang Dera rasakan atau alami.


"Dera kamu masuk angin kah?". Suara Aran yang datang langsung memijit punggung Dera. Pucat sekali Dera saat ini bisa kakak bayangkan bagaimana wajahnya. Aku saja yang menceritakannya ikut ngilu melihat expesi dari Dera. Walaupun aku sendiri pernah merasakannya keracunan nastar lebaran yang begitu menyakitkan 🤭.


"Gak tau mas, Dera benci sama bawang putih itu apalagi Dera baunya langsung bikin Dera nek mas", jelasnya.


"Ya udah mas yang masak aja ya kamu tunggu disini aja, sambil nunggu kamu mau minum apa biar mas bikini dulu", ternyata Aran begitu baik dan perhatian untuk Dera. Pengabdiannya untuk membahagiakan mendiang orangtuanya begitu besar apalagi setelah mengenal Dera lebih lama ia merasa jika Dera emang cocok untuknya.


"Gak, Dera gak mau minum apapun selain minum jahe wangi yang ada di iklan-iklan itu mas". Jawaban Dera sambil manyun, entah ia merasakan apa tapi ia seperti ingin dimanjakan untuk hari ini.


"Mana ada di iklan-iklan mas punya?


Mas bikin kan aja ya yang masih fresh dijamin kamu suka, dulu mas pernah lho jualan angkringan lho sebelum mas buka konveksi. Asal Dera tahu mas bisa buat konveksi juga karena tabungan dari mas buka angkringan".

__ADS_1


Aran dengan telaten membakar jahe merah yang ada di dapurnya itu. Setelah itu merebusnya dengan sedikit air dan gula aren yang asli. Setelah mendidih ia hidangkan untuk Dera nikmati. Walaupun hari ini ia sedikit sibuk tapi Dera tetap nomor satu baginya apalagi saat ini Dera sedang sakit seperti ini.


Setelah menyelesaikan minuman untuk Dera tadi Aran langsung membuat nasi goreng dengan nasi sisa kemarin sore. Karena Dera yang tak mau mencium bau bawang putih akhirnya Aran memasak dengan bawang Bombay. Ya namanya ahli masak gak sampai 20 menit akhirnya masakan itupun jadi. Pas minuman jahe milik Dera juga sudah tinggal separo gelas. Entah merasa enak atau karena kepingin tapi minuman itu tak Dera komentari sama sekali.


"Makasih mas", ucap Dera yang menerima sepiring nasi goreng dari Aran tadi. Tak sabar ia ingin merasakan bagaimana rasanya masakkan Aran. Setelah ada Dera tak ada lagi masakan cepat saji di kulkas milik Aran yang tinggal di panaskan saja jadi ia hanya memasak itu karena yang tersedia bahanya cuma itu.


Aran melihat Dera yang sedikit berbinar saat melihat nasi goreng tersebut. Antar ingin memakannya atau apa Aran juga tak tahu itu. Aran yang juga lapar langsung mengambil satu piring nasi untuknya sendiri. Pas suapan pertama Aran langsung melotot karena ternyata sedikit asin. Aran tak bisa jika makan terlalu asin. Tapi berbeda dengan Aran, Dera dengan lahap memakannya.


"Dera ternyata asin lho nasi gorengnya", ucapan Aran yang akan merampas piring Dera agar tak jadi dia makan lagi.


"Udah gak apa-apa mas, Dera udah kasih kecap kok jadi ya enak-enak aja". Karena ucapan Dera tadi Aran juga ikut menuangkan kecap dan hasilnya sedikit enak tak ke asinan lagi.


"Dera apakah kita gak sebaiknya cek kehamilan kamu. Apakah selama kamu disini kamu pernah datang bulan? . Sepertinya kamu saat ini sedang mengandung anakku Dera. Penerusku nantinya".


"Gak mas gak usah, ini belum tanggalnya kok. Dera kadang maju mundur tanggalnya. Mungkin Dera lagi gak enak badan aja kali".


"Gak Dera, mas rasa kamu hamil mas ingin merasakan menimang bayi Dera. Jangan- jangan kamu memakai KB ya Dera?". Suara Aran yang meninggi. Pengorbanan Aran yang setiap hari melakukan hal itu agar Dera cepat hamil sia-sia jika Dera memakai KB. Walaupun pernikahan mereka hanya siri tapi Aran berharap jika Dera akan cepat memberikan dia keturunan.

__ADS_1


"Gak mas, Dera gak KB kok. Dera hanya belum ngerasain yang aneh dari Dera aja", jawabnya sambil ketakutan melihat wajah Aran.


"Ok kalau kamu belum rasa in apa-apa terus kamu mual tadi kenapa?.


Gini aja Dera kita nanti beli tes kehamilan sebelum ke pabrik kamu cek apa yang aku bicarakan padamu benar atau tidak. Tapi aku yakin jika kamu saat ini sedang hamil", jelas Aran langsung pergi ke kamarnya. Dera yang takut akhirnya ikut ke kamar untuk membujuk Aran. Dera tak bisa melihat jika Aran marah lagi.


Pas Dera masuk ke kamar ia langsung mengikut Aran pergi ke kamar mandi. Belum juga Dera selesai mengucapkan kata maaf Aran sudah menariknya ikut ke kamar mandi. Aran langsung memberikan serangan pada Dera yang tak siap apapun. Dengan mencium Dera akhirnya olah raga pagi ini terlaksana di kamar mandi mereka. Dera dengan lincah mengikuti gerakan Aran naik turun. Begitupun Aran yang merasa jika Dera saat ini sudah hamil tak begitu kasar melakukannya.


"Makasih Dera, untuk semuanya", kecupan mesra untuk Dera dari Aran setelah Aran merasa lega di pagi ini. Karena aktivitas pagi ini Aran tambah semangat setelah ia siap memakai baju kerja langsung menunggu Dera sambil menghidupkan mobilnya.


Dera datang mengunakan baju sederhana yang ia percayai bisa membuat tubuhnya nyaman. Rasanya mau memakai baju yang berat ia tak mau apalagi kalau hawanya panas. Setelah tiba dan masuk mobil akhirnya mereka berangkat ke pabrik. Takut akan terjebak macet akhirnya pagi ini mereka lebih awal sedikit dalam melakukan perjalanan ke pabrik apalagi Aran mau beli tes kehamilan untuk Dera juga.


Pas Aran menemukan apotek ia langsung memarkir mobilnya dan turun sendiri mencari apa yang ia inginkan.


"Bisa dibantu pak". Petugas apotek yang mendekat Aran tadi.


"Saya mau mencari alat tes kehamilan Mbak, bisa mbak rekomendasikan?".

__ADS_1


"Ada beberapa jenis pak tapi sama cara penggunaannya. Yang mana pak?".


"Saya beli 3 jenis yang berbeda saja tolong mbak pilihkan". Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan akhirnya Aran langsung keluar sambil menenteng tas belanjaannya. Dera yang tadi sedang memegang kantong plastik itu pun terlihat pucat. Ternyata dia gak mengikuti Aran masuk ke apotek karena sedang mual-mual.


__ADS_2