MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Penolakan Gendis


__ADS_3

Baru saja Bagus ingin menghidupkan mobilnya dan berbalik arah. Tanpa sengaja ia melihat Ibuk Rini dan Teo keluar dari rumah besar itu. Mau menghentikan niatanya untuk segera pulang tapi takut di hubungi sang istri lagi. Dengan berat hati akhirnya ia memajukan mobilnya sebelum ia mengambil foto Teo yang sedang tertawa.


" Sayang tunggu Ayah, Ayah janji akan membahagiakan kalian nantinya. Apalagi Ayah juga sudah punya segalanya untuk mengambil mu dari Ayah tiri mu itu", ucap Bagus langsung pergi dari depan rumah Aran. Dengan bangganya ia mengucapkan hal itu ya mumpung tak ada yang dengar, kalau ada yang dengar pasti di tertawakan karena apa yang ia punya saat ini adalah milik Gendis semua. Walaupun tambah berkembang dari sebelumnya tapi kan modal awal atas nama Gendis.


Sambil mengemudikan Bagus terus tersenyum karena niatanya begitu busuk untuk mengambil Teo dan Dera juga. Ia tak tahu diri dimana dulu ia mencampakkan itu semua dan dengan mudahnya akan mengambilnya dengan paksa. Jika Aran tahu ini semua pasti sudah di bunuhnya si Bagus itu. Atau kalau tidak akan dijadikan perkedel kentang goreng saja.


Sedangkan Aran yang sudah sedikit terbangun langsung mengusik Dera yang masih tertidur. Entah rasanya ia sudah lapar sekali dan akan segera makan. Karena Dera tak ada perubahan pergerakan sama sekali, akhirnya Aran langsung keluar dan ternyata Ibuk Rini dan Teo sudah main di luar rumah. Dengan tergesa-gesa Aran langsung mendekatinya.


" Sayang, udah bangun ya. Bagaimana tidur siangnya?", tanya Aran pada Teo yang ia jujung tinggi seperti anak kecil. Rasa sayangnya sudah terlihat seperti ia memperlakukan anaknya sendiri.


" Teo bisa tidur Ayah, tapi kamarnya dingin sekali. Apa Ayah dekat pantai juga disini kok dingin gini ya?", tanya Teo yang masih menatap ke arah Aran.


" Kan rumah Ayah ada ACnya. Oya Teo udah makan belum nak?. Kalau belum kita beli diluar yuk. Sama nenek kita belinya", ajak Aran sambil melihat ke arah Ibuk Rini meminta persetujuan.


" Gak usah beli nak, tadi Ibuk gak bisa tidur jadi Ibuk udah masak. Bapak juga masih tidur jadi Ibuk takut jika nanti nyari in. Oya Teo juga udah makan, udah Ibuk suapin. Dimana Dera kok belum kelihatan?", tanya Ibuk Rini pada Aran.

__ADS_1


" Dera masih tidur buk, biarin mungkin capek. Ya udah buk Aran makan dulu ya. Ibuk temani makan Aran ya biar Aran lebih nikmat", ajak nya sambil menggendong Teo masuk ke dalam rumah.


Akhirnya Ibuk Rini masuk ke dalam rumah mengikuti Aran yang jalan di depannya. Dengan telaten Ibuk Rini menyiapkan makanan untuk Aran seperti anaknya sendiri. Aran yang merasa tersentuh langsung mengambil piring yang sudah terisi penuh itu dan memakannya. Hingga tak terasa tetesan air mata Aran tumpah. Kerinduan pada sang ibu langsung terbesit saat itu juga.


Ibuk Rini yang menyadari sang Aran menangis langsung mengusap punggung sang menantu. Ia sadar jika sang anaknya seperti sedang sedih.


" Sudah anggap Ibuk sebagai Ibuk kamu nak. Dan satu lagi Ibuk akan sayang kamu seperti Ibuk sayang ke Dera juga. Walaupun Ibuk tak bisa menggantikan Ibuk kamu tapi Ibuk ikhlas nak mengakui kamu sebagai anak ibuk", ucap Ibuk Rini.


" Ibuk, terima kasih atas semuanya. Aran akan menganggap Ibuk sebagai Ibuk Aran. Oya buk, mari makan buk", ajak Aran.


Tapi Gendis yang masih takut karena belum KB sedang memikirkan penolakannya. Ia takut jika akan menyakiti sang suami. Ia juga kepikiran jika sang suami akan mencari wanita lain untuk melampiaskan sesuatu yang di inginkan. Karena anaknya sudah tertidur dan dia juga sudah habis makan akhirnya ia melihat sang suami.


" Mas, Gendis takut kalau mau kaya gituan mas. Jadi kita tunda aja ya mas", kata Gendis tadi.


Sebenarnya Gendis ada rasa ketakutan di hatinya karena telah menolaknya. Tapi ia juga takut kalau kebobolan nantinya. Biasanya kan juga gak bisa kalau nahan sampai beberapa hari tapi untuk hal ini ia mengalah kan niatnya. Tapi berbeda dengan Bagus yang sepertinya sudah tak tahan untuk memendamnya. Dengan gerakan lincahnya Bagus langsung menerkam Gendis dari belakang. Menciumi tengkuk Gendis dengan lembutnya. Menciptakan beberapa sensasi bagi Gendis sambil membayangkan jika ia sedang melakukan hal itu dengan Dera. Sungguh tak benar jika seperti itu tapi dia merasakan hal yang tak baik itu nyatanya.

__ADS_1


Sedangkan Gendis yang tergoda akhirnya membalas ciuman itu dengan asik dan pikiran yang kosong. Bagus yang bisa membuatnya terbuai membuat pikiran jernihnya hilang seketika. Setelah menciptakan beberapa tanda ke pemilikan di leher putih sang istri tadi Bagus langsung membalikkan Gendis agar mereka bisa berhadapan. Tapi karena ia yang membayangkan wajah Dera yang ia jamah akhirnya Bagus sambil memejamkan matanya.


Hingga akhirnya kedua tangan Bagus sudah mendapatkan mainan yang saat ini sudah asik ia mainkan. Membuat Gendis semakin bergairah dan sensasinya semakin memuncak. Gendis akhirnya mengiyakan permintaan sang suami untuk melakukan hal yang lebih agar ia juga lebih puas dari permainan ini. Benar saja Bagus yang sudah tak sanggup untuk menunda akhirnya mengajak Gendis untuk melakukan yang sebenarnya ia inginkan.


" Ah, mas Gendis udah gak tahan lagi mas", ucap suara berat Gendis tadi.


" Iya sayang, mas akan lakukan yang selajutnya aku harap kamu tak merasakan kesakitan karena aku akan lebih pelan lagi", bisik Bagus di telinga Gendis.


Akhirnya satu helai baju Gendis sudah di koyak oleh Bagus dan ia lemparkan ke betah tak tau. Baru mau akan Bagus lanjutkan untuk melakukan aktivitas yang lainnya akhirnya sesuatu menganggu mereka.


"Owek,, owek..


Suara tangis anaknya yang menganggu aktivitas kedua mempelai itu. Bagus yang sudah tersulut akhirnya minggir dan memberikan kesempatan sang istri untuk mengambil anaknya tadi. Sungguh malang nasibnya saat ini, ke inginkan hanyalah angan-angan saja. Sambil memanyunkan bibirnya Bagus akhirnya keluar ruangan untuk mendinginkan otak. Sambil meminum minuman dingin Bagus membayangkan melanjutkan yang tak bisa ia lakukan tadi.


*****

__ADS_1


Maaf ya kak hari ini baru bisa up. Semoga sehat selalu kakak.


__ADS_2