MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Jawaban dari pak Toso


__ADS_3

Ibuk Rini yang tahu sang suami binggung akhirnya memegang tangan pak Toso. Memberikan keyakinan apapun yang akan suaminya itu ucapakan itu yang terbaik.


" Pak apakah tak sebaiknya kita ikut nak Aran dan Dera dulu. Biar kita juga lebih akrab lagi dengan dia. Tepat juga biar lebih puas mainan sama ayahnya", kata Ibuk Rini yang begitu terdengar oleh Aran dan Dera. Kedua orang itu saling pandang ternyata ada yang memihak padanya juga.


" Ya udah karena Ibuk kalian memintanya maka rumah ini akan bapak tinggal untuk beberapa saat sampai bapak bosan ikut kalian", kata pak Toso yang akhirnya setuju untuk ikut ke Ibuk kota Jakarta itu.


" Bapak tenang aja Aran sudah suruh anak buah saya untuk mencarikan orang yang akan menjadi rumah ini pak. Em, tapi Aran pinginnya bapak sama Ibuk menatap di sana aja biar ada yang jaga Dera juga pak. Bentar lagi lahiran pastinya akan kerepotan juga", ujarannya. Akhirnya Aran sudah bisa masuk ke keluarga Dera dengan mudahnya. Ia juga sudah merasakan jika ayah Dera sudah mau menganggapnya sebagai bagian keluarganya juga.


" Itu bisa diatur nak Aran. Ya udah kita siap-siap untuk persiapan ke kantor KUA saja agar tak terlalu siang nantinya. Apalagi Dera juga belum merias wajahnya juga kan", kata Ibuk Rini mengingatkan.


Setelah obrolan tadi semuanya langsung bersiap-siap untuk mandi. Teo yang di mandikan oleh sang nenek menyisakan Dera dan Aran di kamarnya sendiri. Aran yang melihat sang istri akan masuk kamar mandi langsung ikut masuk juga. Tak tau malu, dirumah mertua juga seperti itu. Tapi Aran yang dilihat oleh Dera mah hanya cuek karena ia sudah merindukan sang istri. Sudah beberapa Minggu ini ia tak pernah merasakan penyatuan yang ia inginkan. Setelah keduanya sudah di dalam, Aran langsung menciumi bibir ranum milik Dera. ********** dengan lembut memberikan kerileksan untuk semuanya. Hingga tak terasa suara lembut Dera keluar dengan sendirinya.


"Ah..".


"Sayang kita lakuin sebentar saja boleh?.


Aku udah puas beberapa hari lho", bisik Aran pada sang istri.

__ADS_1


Dera yang sudah terbawa hanya bisa mengangguk tanda ia. Aran langsung melancarkan aksinya dengan lembut. Ia ingin Dera merasakan ke nikmat bukan kesakitan. Mungkin sudah beberapa menit kamar mandi itu jadi saksi perbuatan mereka. Suara ******* sang istri membuat Aran semakin di tuntut untuk melakukan yang lebih. Pas ia yang mempercepat gerakan dan pelepasan tanpa di duga pintu kamar mandinya di ketuk dari luar. Siapa lagi kalau bukan Teo.


"Ibuk, Ayah". Dor. dor.


Karena panik akhirnya Aran langsung melepaskan persinggahan barusan mencari bajunya lagi. Tapi ia belum juga mandi karena akhirnya Dera yang menjawab Aran dan Dera tetap masih melanjutkan mandinya.


Karena tak mau Teo menunggu kelamaan akhirnya Aran keluar duluan. Takutnya Teo mengadu pada pak Toso dan ibuk Rini bakalan akan malu sekali dia. Dera yang masih membilas badannya langsung ikut keluar yang hanya mengunakan handuk mandinya.


" Ibuk sama Ayah mandi bareng?", tanya Teo yang menyadari keduanya barusan keluar dari kamar mandi bersama-sama.


" Tadi Ayah bantu Ibuk buka pengait bajunya nak, karena perut Ibuk sudah lumayan besar maka gak bisa laku in sendiri nak. Oya apakah kamu sudah siap?", tanya Aran yang bisa membuat anak itu mengalihkan perhatiannya lagi.


" Teo udah wangi Ayah, tinggal nunggu Ibuk sama Ayah. Kalau gitu Teo nunggu Ayah sama Ibuk di bawah aja ya. Kan Ibuk belum juga berhias", ucap Teo yang ternyata sudah besar.


" Wah anak pintar, ok bilang ya sama nenek dan kakek Ibuk sama Ayah baru siap-siap gitu", perintah Aran pada Teo sebelum pergi dari kamar itu.


Setelah kepergian Teo Aran langsung memeluk Dera lagi. Rasanya Aran malas pergi kemana-mana. Ia hanya ingin berdua dengan sang istri saja. Karena tuntutan mereka harus ke kantor KUA jadi ia mengurungkan niatnya hanya untuk mengurung sang istri. Setelah Aran sedikit memberikan kesempatan Dera untuk siap-siap ia sendiri juga berganti baju memakai jas yang masih ada didalam kopernya. Setelah ia selesai memakai baju dan jas tapi ia menghampiri sang istri yang sedang bersolek.

__ADS_1


" Dera kamu mau mas kawin apa dari mas. Tapi mas Aran gak sempat beli apapun karena ini semua mendadak Dera. Jika kita pulang nanti apapun yang kamu mau, mas akan belikan", kata Aran sambil memeluk tubuh Dera. Ia melihat bayangan dirinya sendiri di depan cermin rias sang istri.


" Dera gak minta apapun kok mas, Dera hanya ingin kalian semua sayang sama Dera aja. Aku takut kehilangan orang yang Dera sayangi. Karena selama ini hanya Ibuk dan Ayah yang tulus sayang pada Dera. Selebihnya Dera gantian mencurahkan kasih sayang Dera pada Teo", kata Dera lembut dan memegang tangan sang suami. Rasanya ia bersyukur berkali-kali lipat karena Aran begitu sayang padanya.


" Iya mas janji akan menyatukan kalian. Esok kita akan hidup bahagia Dera dengan Ayah dan ibuk serta Teo. Dan mas tak akan menyia-yiakan kamu sedikitpun. Ya udah udah cantik kok, kita turun ya takut Ibuk dan Ayah menunggu lama.


Akhirnya Aran dan Dera turun bersamaan. Pak Toso dan ibuk Rini kagum karena Dera begitu cantik. Walaupun tanpa MUA tapi ia tak kalah profesional dari yang sebenarnya. Kebaya yang dulu ia punya masih pas di badan ya yang sedikit gemuk tapi hanya bagian perutnya saja. Wajar karena sudah 4 bulan usia kehamilannya.


" Wah kamu cantik banget nak, ini pasti cucu kita bakalan perempuan ni", goda sang ibu yang tahu jika konon pas hamilnya cantik itu pasti anaknya perempuan.


" Ah Ibuk bisa aja, Aran mau dikasih apa aja mau kok buk. Kan anak aku udah ada Teo yang laki-laki pastinya akan menjaga adik-adiknya. Aran gak salah pilih Dera ya buk, pastinya Dera akan Aran jaga bagikan permata", kata Aran sambil memeluk pundak sang istri.


Pak Toso akhirnya tersenyum ia merasakan jika ini adalah akhir dari penantiannya. Sedangkan Teo yang ikut bahagia langsung mendekati Aran yang meminta di peluk juga. Sudah lengkap keluarga ini pada akhirnya. Dan tinggal keberangkatannya mereka semua untuk ikut ke Jakarta Aran esok. Karena takut kesiangan akhirnya semuanya berangkat ke kantor KUA untuk ijab Kabul. Apa yang diperlukan sudah di siapkan oleh Aran kemarin yang sengaja ia bawa dari rumah. Pastinya akan lancar untuk selanjutnya.


******


Maaf kakak beberapa hari tidak bisa up. Karena kondisi badan kurang mendukung. Pekerjaan karena libur tahun baru jadi ramai banget tokonya. Semoga kakak semua sehat selalu ya...🥰🥰🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2