MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Teo yang menanyakan tentang siapa Aran


__ADS_3

Telfon Dera yang langsung diangkat oleh ayahnya tadi langsung di rebut oleh Teo, Ibuk serta Ayah Dera hanya melihat dari belakang sang cucu saja. Mereka semua mengkhawatirkan kabar Dera yang sehari kemari tak menghubungi mereka semua.


"Assalamualaikum Ayah, Ibuk dan Teo. Bagaimana kabar semuanya. Maaf kemarin gak sempat menghubungi semua. Karena bangun kesiangan dan banyak aktifitas yang lainnya Ayah, Ibuk. Bagaimana kabar Teo ya?" Dera menanyakan hal itu pada anak laki-laki yang baru berusia 2,5 tahun. Kalau dari parasnya terlihat seperti anak turunan luar karena mempunyai mata yang sipit sekali.


"Ibuk, Teo kangen banget sama Ibuk, gak ada yang akan ajak Teo jalan-jalan. Nenek sama kakak sibuk semua gak ada yang mau Teo ajak jalan-jalan buk", tangisan Teo seolah-olah sedang mengadukan nasibnya pada Ibuknya. Sedangkan pak Toso dan ibuk Rini hanya tersenyum mendengar cucunya seperti itu. Kebiasaan jika ia tek mendapatkan apa yang ia inginkan dari kakek akan mengadu ke Ibuknya sedangkan jika tak mendapat dari Ibunya ia akan mengadu pada kakeknya. Mungkin semua juga seperti ini hayo siapa yang kaya Teo.


"Ehem,,


Suara Aran yang seperti tersedak dan Dera langsung mengalihkan tatapannya pada Aran dan tanpa sengaja telfonnya juga langsung memperlihatkan wajah Aran yang jelas-jelas tersenyum pada Dera. Hal itu membuat Teo yang sedang memegang ponsel kakeknya bertanya siapa laki-laki itu.


"Ibuk siapa laki-laki itu lagi. Kenapa dari kemarin Ibuk sama dia terus gak ajak Teo?, Apa jangan-jangan dia Ayah Teo?" Sebelum Teo mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu pak Toso langsung merebut ponselnya dan bertanya pada Dera. Apa yang sebenarnya terjadi pada Dera.


"Maksud Teo apa Dera?, Kamu dengan siapa Ayah tak mau ya kamu disitu ternyata hanya bermain-main dengan laki-laki dan membuat kami disini menanggung malunya saja". Ucapan pak Toso yang sangat terlihat jika menandakan sedang marah. Sampai-sampai Raka dan Aran yang mendengarnya juga ikut sedikit ketakutan, karena ponsel Dera dalam mode loud speaker. Ternyata orang tua Dera tak seperti pikiran Aran yang akan mudah ia luluhkan. Melihat expires wajah Dera yang ketakutan akhirnya ponsel itu diambil oleh Aran. Berharap jika pak Toso akan percaya jika di adalah bosnya.

__ADS_1


"Pak, tadi Teo lihat saya pak. Bapak percaya kan pada Dera, saya pastikan jika Dera tak melakukan hal apapun pak. Tapi apakah saya bisa melihat Teo lagi rasanya aku ingin menjelaskan pada anak kecil itu sendiri pak", Aran mencoba meluluhkan hati pak Toso yang saat ini sangat terlihat sedang menahan amarahnya. Wajar ketakutan pak Toso pada Dera akan terulang lagi apalagi Dera saat ini jauh dari orangtuanya.


"Boleh pak, tapi kenapa bisa bapak jadi satu sama Dera kaya gini kan udah jam kerja?". Tanya pak Toso yang sedikit binggung juga.


"Karena Dera asisten saya, yang mana kami keluar untuk melakukan rapat diluar pak". Jelasnya berharap jika pak Toso langsung percaya.


Akhirnya pak Toso memberikan ponselnya pada Teo kembali karena permintaan bos Dera tadi. Ibuk Rini yang juga penasaran pada siapa yang di pertanyaan oleh Teo tadi akhirnya tetap tak jauh dari sang cucu.


"Teo sayang, ini bos Ibuk Teo bukan Ayah Teo. Kenapa Teo tetap mikir kalau saya Ayah Teo?". Kata Aran yang sangat ingin menemui langsung sang anak tiri.


"Karena Teo benci Ayah, Ayah tak pernah bertemu dengan aku, aku ingin sekali main sama Ayah seperti teman-teman. Tapi nyatanya aku hanya memiliki nenek, kakek dan ibuk. Teo ingin sekali melihat wajah Ayah yang sudah tak menganggap aku ini", ucapan anak kecil yang ternyata hatinya terluka sebegitu besarnya. Wajar jika ia berbicara seperti itu karena ia tak pernah satu kali pun bertemu dengan ayahnya sendiri. Sampai-sampai Dera ikut menangis ternyata perpisahannya membuat anaknya juga merasakan sakit seperti apa yang ia rasakan.


"Udah mulai sekarang Teo panggil aku Ayah ya. Besok Ayah janji jika Teo gak nakal maka Ayah akan kirimkan mobil-mobilan yang besar untuk Teo. Dan satu lagi jika besok Ibuk kamu mau pulang ke kampung Ayah akan ikut Ibuk, biar Teo bisa main sama Ayah ya. Teo di rumah sama kakek dan nenek gak boleh telat makan ya biar cepat besar dan bisa ikut Ibuk ke sini biar bisa main sama Ayah terus". Ucapan Aran yang membuat Ibuk Rini dan Dera semakin percaya jika Aran adalah laki-laki baik-baik. Tapi tidak pak Toso yang merasa jika Aran akan melukai hati cucunya nanti jika tak benar di lakukan tentang apa yang sudah dijanjikan tadi. Tapi melihat cucunya yang tersenyum sumringah pak Toso hanya diam saja.

__ADS_1


"Iya Ayah, janji besok Teo gak akan nakal asal Ayah beneran bisa tepati janji Ayah ya. Ya udah Teo ingin main sama teman Teo dulu ya Ayah". Pamitan yang langsung meninggalkan ponselnya pada sang nenek.


Setelah Teo mematikan telfonnya tadi Aran langsung menatap Dera yang sedikit tertunduk di sampingnya. Ada bekas air mata yang ternyata Dera keluarkan. Aran sampai mengusapnya agar tak terlihat lagi. Dera begitu bahagianya akhirnya anaknya merasakan memiliki sosok Ayah dari Aran.


Setibanya di pabrik Dera tak di ijinkan untuk masuk ke bagiannya dulu. Mulai saat ini Dera hanya duduk di ruangan Aran saja tanpa melakukan aktivitas apapun. Dan Aran akan mengumumkan perihal status baru mereka, jika Dera sampai menolaknya untuk sekedar patuh. Hanya Raka yang saat ini tahu perihal ini. Karena tak mau semuanya tahu akhirnya Dera hanya di ruangan Aran sambil membaca buku yang ada di sana tanpa menolak apapun yang di inginkan sang suami.


Hal yang di inginkan Aran berjalan seperti yang di inginkan. Aran tak mau Dera jauh darinya. Jika Aran menginginkan untuk memesan kopi hanya para karyawannya saja yang datang dan membuatkannya karena Aran tahu jika ketiga anak buah Bagus belum juga datang ke pabrik padahal sudah 1 hari mereka bertemu malam itu. Takut akan terjadi hal yang sama lagi nantinya.


Tanpa terasa akhirnya siang ini Dera tertidur di kursi sofa milik Aran. Rasanya Dera seperti di sihir dan tak ingat apapun. Karena ada ketukan di pintu ruangannya akhirnya Aran langsung berdiri dan membukanya takut ada yang sampai tahu Dera sedang tertidur. Mendapati Raka datang dengan ketiga orang yang sudah ditunggu oleh Aran tadi akhirnya Aran memilih keluar ruangan dan menanyakan kabar selanjutnya kabar Bagus. Dan benar saja ada bukti bahwa Bagus sudah masuk di jeruji besi. Tapi Aran akan membuktikan sendiri ucapan mereka bertiga jika benar maka pekerjaan yang dijanjikan kemarin malam masih berlaku bagi mereka. Dengan meninggalkan nomor ponsel mereka akhirnya semuanya kembali pulang dan meninggalkan Aran sendiri dan memikirkan bagaimana ia akan bertemu dengan Bagus.


******


Kita tunggu kelanjutannya di season berikut kakak. Semoga akan lebih menantang lagi kakak.

__ADS_1


__ADS_2