
Pagi ini benar adanya Teo bangun lebih awal dari biasanya. Ia semangat sekali untuk mandi pagi. Padahal biasanya ia lebih susah untuk mandi pagi dengan begitu banyak alasan. Dera yang membantu Aran untuk memenuhi kebutuhannya langsung menyiapkan apa saja yang dibutuhkan oleh sang suami. Sedangkan Teo jadi urusan Ibuk Rini.
Pagi ini sebelum keluarga pak Toso dan yang lainnya keluar rumah anak buah Aran yang ditugaskan untuk menjaga rumah pak Toso datang dengan membawa tas ganti juga. Aran berpesan untuk menjaga rumah ini agar tak berubah sedikitpun. Pak Toso juga meminta ia untuk menganggap rumah beliau sebagai rumahnya sendiri agar bisa menjaganya sepenuh hati.
Dengan diantar mobil travel akhirnya keluarga Dera berangkat ke Bandara Adisucipto. Teo yang bisa jalan-jalan lebih jauh dari sebelumnya terus saja mengucapkan ke kagumnya. Sampai-sampai Aran dan Dera binggung menjawab dari pertanyaan- pertanyaannya. Maklum anak yang ingin tahu jadi sering bertanya. Pas sampai di pesawat Ibuk Rini dan pak Toso sengaja di dekatkan sedangkan Aran duduk berdekatan dengan sang istri. Teo karena takut jadi di duduk pangkuan pak Toso.
Pemandangan yang begitu indah akhirnya bisa semuanya lihat dari atas. Ciptaan Tuhan indah sekali hamparan sawah yang hijau dan birunya laut sedikit jelas terlihat sebelum akhirnya tertutup awan-awan putih. Semakin pesawat itu terbang tinggi semakin tak terlihat pemandangan itu. Aran yang tadi sudah menghubungi Raka untuk menjemput mereka di bandara Soekarno Hatta tampak tenang karena sang sekartaris menyanggupi permintaan bosnya tadi dengan catatan bonusnya di dobel.
Rumahnya yang sudah 5 hari mereka tinggal juga sudah di bersihkan oleh bawahan Raka kemarin untuk membenahi pintu kamar Dera dulu yang masih rusak. Karena tak mau nantinya mertuanya berfikiran macam-macam. Walaupun rumahnya ada tiga kamar tapi entah ia tak mau siapapun membuka kamar yang tertutup rapat itu. Dera saja juga tak mau dan tak berani untuk mengambil tindakan itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka tiba dan di sambut oleh Raka sang asisten. Semua barang bawaan keluarga Dera sudah di pindahkan ke mobil besarnya itu. Karena mereka langsung pulang akhirnya Aran memesan makanan untuk mereka makan siang di rumah nantinya. Teo yang teriak-teriak di mobil karena melihat bangunan yang begitu megah pun hanya di tertawakan oleh pak Toso dan ibuk Rini. Walaupun orang tua Dera juga kagum tapi tak terlihat jelas jika mereka semuanya seperti itu.
Rumah yang besar bagi pak Toso dan ibuk Rini. Karena sudah sampai di kediaman Aran akhirnya semuanya masuk dan dipersiapkan untuk duduk terlebih dahulu sambil memberitahukan kamar pak Toso dan ibuk Rini. Dan untuk Teo Aran sebenarnya ingin jadi satu dengannya tapi ditolak oleh pak Toso. Mosok pengantin baru mau diganggu, pikir pak Toso. Dan dengan rayuan pak Toso dan ibuk Rini akhirnya Teo memilih untuk tidur dengan sang nenek kakeknya, takut jika akan menganggu calon adiknya.
Setelah Raka pamit kembali ke pabrik pesanan makanan pun sudah tiba akhirnya makan disiang dulu untuk mengisi tenaga masing-masing. Rencananya besok Aran akan ajak semuanya untuk jalan-jalan sekalian untuk memeriksakan kehamilan sang istri. Aran ingin mencarikan sekolah untuk Teo dan mengajak pak Toso dan ibuk Rini ke pabrik juga. Karena ia yakin jika pak Toso akan kagum, bukanya sombong tapi ia ingin membahagiakan mertuanya seperti orang tua sendiri. Apalagi pak Toso juga udah ia anggap orang tua dari dulu. Tapi entah kenapa ia belum berani jujur tentang siapa sebenarnya dia kepada pak Toso dan bibik Rini.
Karena lelah akhirnya semuanya masuk ke kamar masing-masing dan istirahat. Apalagi pak Toso yang langsung tertidur di ranjang empuk yang bersebelahan dengan Ibuk Rini dan Teo. Sedangkan Aran yang masih sibuk memijit punggung Dera tak bisa tidur siang. Dera merasakan begitu nyeri di punggungnya, dengan gosokan minyak akhirnya Aran memanjakan Dera agar Dera bisa tertidur. Tapi baru Dera merasakan ke enakkan Aran langsung membalikkan badan dan memijit yang lainnya. Dengan pelan akhirnya Aran bisa mendapatkan yang ia inginkan. Boba yang sudah ia lahap dan ia mainkan dengan menghisapnya. Suara aneh Dera pun jadi saksi jika permainan Aran begitu memukau. Dera tak bisa menahan suara yang kuat dari mulutnya itu. Sampai-sampai Aran membisikkan permintaannya untuk bersatu dengan sang istri. Dengan anggukan karena Dera sendiri sudah tak bisa menahannya. Aran tanpa henti mengoda sang istrinya itu. Akhirnya siang ini mereka melakukan aktivitas fisik terlebih dahulu sebelum terkapar tidur. Entah Aran meminta haknya terlebih dahulu sebelum akhirnya ia tertidur. Seperti Nina Bobo agar ia bisa tidur nyenyak setelahnya.
Tapi bukan keberuntungan Bagus karena sampai pukul 15.00 tak ada tanda-tanda jika rumah Aran sudah berpenghuni. Nyatanya tak ada yang keluar dari rumah bercat kan putih itu. Sampai tak sadar ponselnya berbunyi yang mana Gendis sudah menghubunginya. Karena takut Gendis menanyakan hal aneh-aneh akhirnya ia langsung mengangkatnya. Tapi buka karena suami takut istri ya. Karena kalau takut istri pasti ia tak berani mejeng di depan rumah orang kaya gini🤭.
__ADS_1
" Ia sayang, gimana dedek gak rewel kan?", tanya Bagus basa-basi.
" Kok kamu belum pulang sih mas, bisanya udah pulang. Dedek gak rewel tapi aku juga pingin jajan mas. Kamu belikan aku pecel lele Lamongan yang biasanya ya. Jangan lupa kobisnya digoreng yang banyak mas", marah Gendis karena sang suami jika tak di minta gak peka sama sekali. Tapi kalau buka karena Gendis yang cinta mati sampai ia cari dukun segala agar Bagus tergila-gila padanya mungkin ia sudah mendapatkan orang yang sayang dia tulus gak kaya Bagus yang main belakang seperti ini.
" Ini aku lagi di bengkel sayang, bentar lagi aku pulang ya. Oya pesanan kamu akan mas belikan jaga dedek ya. Oya satu lagi mandi yang wangi ya nanti, mas kangen", ucap Bagus mematikan ponselnya.
Belum juga Gendis menjawabnya tapi panggilan itu sudah terputus membuat Gendis binggung. Ia belum boleh melakukannya karena ia belum melakukan KB takutnya akan kebobolan lagi. Belum juga satu bulan lebih tapi sang suami sudah meminta jatahnya. Hayo bagimana ini bisa haredang haredang panas-panas.
****
__ADS_1
Maaf kakak baru bisa up karena lagi 🥰🥰🥰🥰😍😘. Berdebar-debar.
Salam sehat kakak semua❤️