
"Aduh, bengkak besok pastinya. Mas Aran sih kenapa juga harus kaya gini", gerutu Dera yang masih memegang bibirnya itu. Karena tak mau lama hanya memandangi wajahnya akhirnya Dera langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Hari ini ia sangat ingin istirahat awal karena ia lelah sekali.
Tapi jika ia tak kunjung datang untuk makan malam maka Aran akan marah pastinya. Dengan belum memakai pakaian lengkap Dera yang baru keluar dari kamar mandi di kagetkan oleh gedoran pintu kamarnya. Mungkin karena ia mandi terlalu lama yang jadi Aran sudah merasa jika Dera sangat lama.
"Dera"...dor...dor...dor
Sura gedoran pintu kamarnya karena tak ada jawaban dari Dera. Aran takut jika Dera kenapa- napa maka ia mengendor pintu itu sampai akhirnya terbuka dengan paksa. Slot kancing pintu sampai rusak karena ulah Aran.
"Dasar mas Aran",,, aaa teriak Dera dan langsung menutup tubuhnya dengan handuk yang ia letakkan di ranjangnya tadi. Sebenarnya Dera baru mau memakai pakaian jadi ia tak menjawab teriakan Aran agar tak di buru-buru. Bukanya dia selamat malah menjadi seperti ini. Sedangkan Aran yang sudah melihat pemandangan yang tak sengaja ia lihat langsung menatap Dera seperti mencari kesalahan Dera agar ia tak 100% disalahkan.
" Kenapa kamu gak jawab tadi kalau sedang ganti baju!", sentak Aran yang memang tak mau disalahkan dalam hal ini.
"Mas sendiri kenapa main dobrak pintu segala mas?, bukanya jagain Dera kalau kaya gini lama-lama Dera semakin takut berdua dengan mas Aran", sentak Dera yang semakin mundur dan memegangi ikatan handuk yang ia lilitkan di setengah tubuhnya itu. Sedangkan sebagian terlihat jelas untuk Aran lihat.
" Kamu takut Dera, apa kamu bilang", tak mau kalah dengan Dera, Aran saat ini semakin maju ke depan untuk lebih dekat lagi dengan Dera. Walaupun Dera terlihat sedikit ketakutan tapi Aran tetap saja maju, entah antara ego atau naf**su saat ini yang ia utamakan.
__ADS_1
"Mas Aran, mas, mas, jangan mendekat mas Aran, aku mohon". Tangisan Dera sangat terlihat jelas di matanya karena saat ini jarak antara Dera dan Aran hanya tinggal beberapa centimeter lagi. Dera yang sudah terpojokkan takut untuk bergerak sama sekali. Ia tahu saat ini Aran terlihat seperti sedang marah karena ulahnya yang menyalahkannya barusan. Tapi siapa yang mau diperlakukan seperti ini, dan posisi mereka juga masih belum ada ikatan apapun.
"Tak akan Dera, tak akan aku sia-siakan kesempatan ini. Apalagi Bagus yang ternyata menyukaimu membuat ku frustrasi Dera". Penjelasan Aran yang membuat Dera tak bisa berbuat apapun.
"Mas aku mohon beri aku waktu untuk semua ini mas, aku mau pakai baju dulu mas Aran". Dera memohon agar Aran mau keluar dari kamarnya tapi apa Aran semakin mendekat dan mendekap tubuh Dera. Dera takut jika lilitan handuk yang ia kenakan akan jatuh. Untuk menjaga dirinya dari Aran, Dera berusaha untuk mendorong badan Aran tapi malah handuk yang ia kenakan lepas.
"Sudah Dera tak usah kau pakai lagi handuk itu", ucap Aran sambil berbisik di telinga Dera dan membuang handuk itu dengan kakinya. Kali ini Aran memperlihatkan betapa ia sangat tak manusiawi karena tadi pas sepulang dari makan siang ia mendengar ucapan Bagus yang akan menjebak Dera agar mau dengannya. Sebelum Bagus melakukan hal itu duluan maka Aran akan melakukan hal yang seharusnya Bagus lakukan bersama Dera esok. Apalagi permintaan sang Ayah Aran yang selalu ia inginkan untuk menemukan anak dari sahabatnya dulu untuk ia nikahi.
"Mas aku mohon mas, aku ingin pergi dari sini jika mas melakukan hal ini padaku mas", ancam Dera yang tak tahu jika ia akan seperti dulu naas dan tak beruntung lagi.
"Udah Dera, aku akan kabari Ayah kamu jika kamu tak mau melakukannya, pilih yang mana?". Pertimbangan yang sulit untuk Dera saat ini. Baru beberapa hari di ibu kota ia sudah diperlakukan seperti ini oleh orang yang Dera anggap baik karena menolongnya.
"Ok aku tak akan memberitahu hal ini pada orang tua kamu asal kamu mau jadi punya aku seutuhnya", pilihan yang diberikan oleh Aran membuat Dera tak bisa berbuat apa-apa. Ibarat mau maju jurang mundur ada penculik ya bingung.
Tak mendapatkan jawaban dari Dera akhirnya Aran langsung mencium leher Dera dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Ada tiga tanda yang Aran berikan. Walaupun Dera menangis tapi Aran tak berubah pikiran sama sekali.
__ADS_1
"Mas udah ya kita makan, Dera lapar banget mas", ajakan Dera agar Aran tak melakukan hal yang lebih dari ini. Ia takut hanya di kamar berdua apalagi kondisi malam seperti ini.
"Beri aku kesempatan lebih Dera, izinkan aku memanjakan naluriku". Tak mau menyudahi permainannya Aran melakukan yang lebih dari itu memainkan sesuatu yang kenyal yang belum terbungkus oleh apapun. Penolakan yang Dera berikut akhirnya runtuh karena permintaan Aran yang begitu berirama. Membuat Dera yang selama ini hanya melakukannya sekali itu pun, karena dipaksa menginginkan perlakukan yang lebih. Ia seperti ingin dimanjakan oleh si lawan permainan.
"Ah" erangan yang lolos dari mulut Dera. Mulut tak bisa berbohong karena ia merasakan kenikma'tan yang lebih dari dulu ia terima. Emang Aran paling jago untuk urusan ini. Belum juga ia memulai tapi Dera sudah merasakan sesuatu yang indah akan muncul.
Tak mau membiarkan kesempatan itu Aran langsung menggendong Dera ke ranjang yang biasa Dera pakai. Meninggalkan sehelai demi sehelai pakaian yang ia kenakan. Sudah lama Aran tak melakukan hal seperti ini setelah kejadian bertahun-tahun yang lalu.
" Ijinkan mas melakukannya Dera", bisik Aran yang tak kuat lagi menahan gejolak jiwanya itu.
Dera hanya terpejam tak berani melihat lawan mainnya. Apalagi ia akhirnya mengijinkan Aran menjamah tubuhnya hanya dengan ancaman akan memberitahukan pada kedua orangtuanya jika ia tak mau melayaninya. Tetesan air mata tak di hiraukan sama sekali oleh Aran yang sangat buas melakukan permainan itu. ?
"Masih sulit Dera", racau Aran yang mencoba melakukannya untuk penyatuan mereka.
"Ah, mas", suara Dera yang merasa sakit karena ulah Aran barusan hanya semakin memejamkan matanya. Sungguh nasibnya yang tak beruntung ia diperkosa oleh dua laki-laki.
__ADS_1
"Akhirnya aku mendapatkan mu Dera, tak kan aku ijinkan kau dengan siapapun", sela ia bermain ia sempat berbicara seperti itu. Menegaskan jika Dera sudah menjadi miliknya seutuhnya.
Dera yang menitihkan air mata karena ini merasa takutkan. Hanya untuk pelampiasan hasrat laki-laki. Padahal ia yang tadinya menganggap Aran orang baik ternyata ia juga salah. Karena ulah mereka malam ini Dera sudah terikat dengan Aran. Jika ia akan pergi dari rumah ini maka ia takut jika ia akan mengandung anak dari Aran yang sedari tadi tak mau berhenti bermain dengannya itu. Sungguh malang sekali nasibnya Dera.