MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Kecemburuan Aran


__ADS_3

Akhirnya hari demi hari Aran dan Dera semakin romantis saja. Apalagi Aran merasa jika ia juga diawasi oleh suruhan tuan Qosim yang memastikan jika Dera tak tersakiti lagi. Tapi mengenai penelpon misterius itu Aran tak memikirkan jika itu adalah tuan Qosim. Karena Aran tahu betul jika tuan Qosim juga tak tahu semua tentang Dera yang seperti di ketahui oleh si penelepon itu.


Siang ini Dera yang selalu di ajak oleh Aran ke pabrik mendapatkan kiriman misterius. Kiriman itu satu kotak coklat yang Aran tak tahu jika ada coklat semacam itu. Tapi Dera yang tahu jika itu makanan yang dari dulu ia sukai langsung melihat ada tulisan dari si pengirim gak. Siapa tahu ia sudah boleh makan jika tahu sang pengirim.


" Mas Aran, Dera boleh makan coklat ini gak?", tanya Dera memohon pada sang suami. Entah karena itu camilan kesukaan atau karena sang bayi yang penting pingin sekali.


" Dera aku gak tahu siapa yang kirim makanan itu. Apakah gak sebaiknya kita beli aja nanti jika kamu mau?", pinta Aran pada sang istri untuk sabar sampai mereka pulang.


" Ah... mas Aran, aku mau ini. Aku paling suka kaya gini mas. Tapi siapa ya yang kirim aku juga tak tahu. Gak ada pesan dari pengirim tadi, kata Raka juga hanya dari ojek online ya", pikir Dera yang terhenti waktu akan membuka bungkusan yang masih rapat tadi.


" Dera, jika makanan itu ada racunnya dan kamu sakit aku tak mau Dera. Apalagi jika ada guna-guna yang buat pergi dariku bagaimana", kata Aran yang mendekati Dera duduk dan mengambil kotak coklat itu.


" Lihat mas, ada kertas di bawahnya", kata Dera memberitahu pada Aran.


" Dera, aku tahu kamu pasti masih sangat suka coklat ini. Aku ingat bagaimana kamu sering makan kaya gini jika kita pergi bareng. Apakah aku masih bisa mengirimkan ini padamu Dera?", baca tulisan itu yang dibacakan oleh Aran.

__ADS_1


Aran yang membacanya langsung tahu siapa yang tahu hal ini. Dia langsung duduk di dekat Dera dan menanyakan siapa yang tahu hal ini. Sehingga ia mengirimkan ini padanya.


" Dera, aku ingin kamu jujur padaku. Sebenarnya siapa saja yang tahu makanan kesukaan kamu Dera. Tuan Qosim?


atau ada yang lainnya", tanya Aran. Ia sudah tersulut emosi karena selama ia hidup dengan Dera hampir 3 bulan ia tak tahu apa yang di sukai oleh sang istri.


Dera mencoba mengingat siapa yang tahu hal ini. Ia tahu betul jika mas Qosim tak tahu hal ini. " Mas Aran, mas Qosim tak tahu aku suka coklat seperti ini mas. Hanya teman- teman aku kerja dulu yang tahu hal ini. Dan mantan suami aku juga tahu hal ini mas Aran", kata Dera sambil menunduk takut.


" Apakah ini ada hubungannya dengan si penelepon waktu itu Dera. Sayang aku tak tahu jika kamu menginginkan makanan seperti ini jadi aku gak pernah membelikan kamu. Tapi aku ingin mencoba tahu tentang kamu Dera. Dan satu lagi sepertinya kamu sudah tak begitu aman lagi. Aku harus cepat-cepat minta restu pada orang tua kamu untuk menikahi kamu secara negara", jawab Aran yakin.


Aran yang masuk ke ruangan kaget melihat sang istri berbaring di sofa ruang yang dingin. Dengan hati-hati ia langsung meletakkan coklat yang tadi ia beli sendiri untuk Dera. Dan coklat yang tadi di berikan pada Raka. Ia tak mau jika Dera di guna-guna atau di ganggu laki-laki lain. Aran pastikan jika itu tak akan mungkin. Ia sudah sayang dan cinta pada Dera yang penurut sekali sama dia.


" Aku ingin sekali memilikimu seutuhnya sayang. Tapi aku tak bisa menggapai itu semua karena masa lalumu begitu banyak. Aku iri yang jadi pertama bagimu. Yang bisa mengisi hatimu dulu. Tapi dengan tiket yang di beli oleh Raka nanti kita akan pergi ke rumah orang tua kamu dan membicarakan hal ini pada semua keluargamu. Aku tak mau kehilangan kamu lagi sayang", ucap Aran pelan dan mengecup bibir sang istri. Entah setelah sang istri mulai membaik dan sehat ia meminta jatahnya untuk terus melakukan hasratnya yang tertunda. Ya mungkin itu hal wajar bagi pasangan suami istri tapi mereka kadang melakukan tanpa melihat jam, kapanpun lanjut 🤭.


Sambil menunggu Dera bangun Aran menyelesaikan urusannya di pabrik karena ia akan pergi ke rumah keluarga Dera. Ia tak ingin menunda waktu lagi karena akan menyulitkan dia.

__ADS_1


*****


Berbeda dengan Aran, Bagus yang ingin membuat keluarga Dera tahu hal ini langsung mengirimkan beberapa foto yang ia dapatkan antara Aran dan Dera yang bermesraan. Dan waktu yang Dera serta Aran di rumah sakit juga. Itu pastinya akan membuat pak Toso mantan mertuanya marah. Entah ia ingin sekali memisahkan antara Dera dan Aran sang kakak dari istrinya itu. Ia ingin meminta maaf pada Dera dan bisa kembali baik padanya.


" Aku percaya pasti pak Toso akan marah padanya. Dan aku ingin tahu apa yang mereka bisa lakukan", tawa Bagus yang langsung membuang nomor ponselnya yang sudah ia gunakan untuk mengirim foto-foto tadi.


Sedangkan pak Toso yang membuka ponselnya langsung tertegun tak bicara apa- apa. Beliau tak percaya jika anaknya seperti ini pada bosnya sendiri. Ekspresi wajah marahnya langsung terlihat, dan ibuk Rini yang tahu langsung mendekati.


" Pak ada apa pak?", Tegus sang istri.


" Ibuk lihat sendiri apa ini buk, bapak tak tahu harus bagaimana", jawab pak Toso.


Ibuk Rini langsung mengambil ponsel itu dan melihatnya. Betapa ia juga tak percaya jika sang anaknya seperti itu. Mau bagaimana lagi semuanya tak dekat. Jika hanya dekat mungkin pak Toso langsung mencari kedua orang itu.


Kemarahan pak Toso langsung memuncak. Sia-sia mengijinkan sang anak pergi jika akhirnya ia kebobolan seperti ini lagi. Mau di taruh di mana wajah mereka jika penduduk akan tahu. Karena binggung dan merasa sakit kepala akhirnya pak Toso langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya. Tubuh bisa istirahat tapi pikirannya tetap terjaga.

__ADS_1


Bagimana besok expesi ayah Dera untuk Dera dan Aran ya?. Semoga tetap akan membaik sebelumnya


__ADS_2