MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Liburan ke pantai


__ADS_3

Sore yang begitu indah, karena kecapekan bermain air laut Teo yang sudah tertidur di pangkuan sang nenek hanya diam sedangkan semuanya sedang membahas ke berangkatan mereka besok. Pak Toso yang juga akhirnya setuju langsung menanyakan kondisi rumahnya yang akan ia tinggal itu. Jangan sampai rumahnya kosong dan terjadi perampokan atau apapun. Walaupun tak ada yang mau di rampok tapi beliau sangat takut untuk hal itu. Karena hartanya hanya rumah tua itu.


Aran yang sudah menyiapkan semuanya menjelaskan jika ada orang yang sudah Aran tugaskan untuk menjaganya, jadi pak Toso dan ibuk Rini tak usah menghawatirkan hal itu. Tinggal bagaimana mereka nanti mengadaptasikan agar betah tinggal di rumah Aran nantinya. Sebenarnya Aran berharap jika Ibuk Rini dan pak Toso bisa lama tinggal bersamanya dan menetapkan di Jakarta. Aran juga tak mau jauh dengan anak laki-laki. Bayangan dimana ia tak di terima di keluarga ini akhirnya hilang, nyatanya ia bisa dengan mudahnya mendapatkan hal itu. Ia ingin membahagiakan keluarga barunya itu mulai saat ini. Dalam hening akhirnya ia bisa mengucapkan apa yang ia pendam selama ini.


" Ayah, lihat aku bisa bersama dengan om Toso dan bibik Rini. Aku bisa menikahi Genduk yang dulu ayah jodohkan padaku. Tenanglah ayah di surganya Allah SWT. Sambil memejamkan mata Aran mengucapkan ini semua.


" Mas, kenapa mas lapar atau sakit mas?", tanya Dera yang menyadari sang suaminya memejamkan mata. Padahal barusan ia mengutarakan begitu banyak kata tapi udah bobok aja.


" Iya Dera, mas gak sakit dan gak lapar. Mas bayangin bisa bermain-main dengan kedua anak kita nantinya. Teo yang beranjak besar juga akan bisa ikut ngasuh adiknya. Aku ingin Ayah dan ibuk menetap lama di rumah kita Dera. Aku yang sudah tak punya orang tua ingin sekali merasakan disayang oleh orang tua kita.


" Nak Aran, Ibuk juga ingin sekali bersama kalian. Tapi Ibuk juga takut jika Teo akan menyusahkan kalian nanti, jadi biar kita liburan aja kesannya kita balik lagi ke kampung", ucap Ibuk Rini yang ada di dekat kemudi sang suami. Itulah yang di inginkan pak Toso dan ibuk Rini hanya beberapa saat saja di Jakarta dan akan berencana kembali ke kampung. Takutnya akan jadi masalah bagi keluarga Aran yang lainnya.


" Gak buk, Aran malah bahagia banget jika ada Ibuk sama Ayah. Apalagi Teo, Aran mau Teo juga bisa bahagia bersama Aran buk di sana. Aran sudah lama menginginkan anak laki-laki dan akhirnya Aran sudah memilikinya", jawab Aran langsung.

__ADS_1


" Udah kita lihat besok saja nak Aran, Ayah akan selalu ada di belakang kalian kok. Tapi asal kamu juga bisa jaga amanat Ayah untuk selalu membahagiakan anak ayah lho. Jika kamu tak sanggup untuk itu kembalikan saja padaku, aku akan membahagiakannya", sahut pak Toso.


" Iya ayah, aku akan berusaha untuk itu. Ya udah kita makan dulu sepertinya Dera sudah lapar juga dari tadi pegang perutnya", ajak Aran untuk menghilangkan kecanggungan itu. Ia tak enak jika dibahas tentang itu terus seperti mengingat waktu pertama ia bertemu dengan pak Toso yang begitu sedikit sulit ia luluhkan tadinya.


Sore ini akhirnya Aran dan Dera bisa sedikit istirahat sebelum akhirnya siap-siap untuk membereskan pakaian yang akan mereka bawa besok. Karena sedikit lelah akhirnya memilih untuk rebahan di ranjang mereka. Sambil bermesraan dengan sang istri. Entah walaupun ia belum bisa romantis pada Dera ia tak mau jauh dari ibu dari anaknya itu. Sambil manja-manja ia selalu mengorek apa yang sebenarnya pak Toso itu sukai, agar ia bisa meluluhkan hatinya besok jika di Jakarta.


" Dera, mas mau !", rengek Aran di telinga Dera.


Seolah-olah memancing Dera untuk meminta untuk di manjakan olehnya. Ia sedikit jual mahal agar Dera dulu yang memintanya.


" Tapi mas mau Dera!, atau mas nanti akan cari yang lainnya", ancam Aran pada Dera yang benar Dera langsung melihat ke arah Aran.


" Emang mas tahu daerah sini?

__ADS_1


Coba aja kalau mau nyari yang lain. Dera juga akan tidur ke kamar Ibuk", ancaman Dera balik.


" Ya udah mas gak usah minta deh, asal kamu tetap tidur di sini. Ya udah mas tidur duluan, jangan bangunkan kalau hanya untuk makan malam mas ngantuk", ucap Aran yang langsung tidur dan menyelimuti tubuhnya. Padahal baru saja adzan Magrib tapi rasanya ia lebih baik tidur dari pada sakit hati. Rencananya gagal untuk membuat istrinya meminta malah dia sendiri yang gak tahan. Kemarahan Aran yang seperti itu langsung membuat Dera yang menyadari jika sang suami sedang marah. Ia yang tadi menolaknya ada rasa bersalah karena malah membuat sang suami marah seperti ini.


" Mas kok gitu sih, jangan marah gitu lah. Iya Dera mau apa aja asal mas gak marah. Tapi mas makan malam ya. Aku takut jika Ibuk sama bapak nyari in mas", kata Dera yang sambil menggoyangkan tubuh Aran yang membelakanginya.


Sudah beberapa lama Dera akhirnya membujuk Aran. Baru kali ini ia merasa jika sang suami seperti anak kecil lagi yang suka ngambekan. Padahal jika Dera tahu semenjak Dera hamil dan jauh dari Aran sudah seperti anak kecil. Karena kewalahan membujuknya akhirnya Dera mengoda agar sang suami luluh.


Dera yang mengoda Aran tanpa sengaja membisikkan kata sesuatu yang langsung membuat Aran semangat lagi. Aran yang di berikan aba-aba oleh Dera langsung menerkam mangsanya dengan ganas. Mencium bibi*r ranum Dera dan **********. Mengakibatkan sang Dera tak bisa berbuat apapun. Tanpa menolak akhirnya sore ini Aran dan Dera melakukan apa yang Aran mau. Jika tida mungkin Aran tak duduk di meja makan dan memakan hidangannya itu. Dera yang duduknya paling ujung marasa risih karena lehernya yang sedikit ada tanda merah dari Aran.


" Ibuk, kenapa kok diam saja?", tanya Teo yang duduk bersebelahan dengan Dera.


" Gak ada apa-apa sayang. Besok pagi jangan telat bangun ya. Kita ke rumah Ayah, dan kita akan naik pesawat terbang lho", kata Dera memberikan anaknya semangat agar ia mau diajak bangun pagi.

__ADS_1


" Iya Ibuk, Teo bahagia sekali. Nanti Teo akan kasih tahu teman-teman Teo ya buk. Biar semaunya juga pingin naik pesawat", ucapan anak kecil itu.


Malam yang begitu indah bagi pasangan baru menikah itu. Setelah mempersiapkan apa yang akan mereka bawa besok pagi. Dera memilih tiduran di ranjang kamarnya. Rasanya ia sudah sedikit lelah hari ini. Tapi karena tugasnya untuk membahagiakan sang suami juga wajib akhirnya ia merelakan hal itu walaupun ia sendiri juga ingin istirahat dulu.


__ADS_2