MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Penyekapan Dera dan Teo


__ADS_3

Dera yang merasa pusing langsung merubah posisi tidurnya yang ternyata ia dan Teo sudah ada di kamar besar tapi terlihat rapi. Tentunya seperti apartemen yang terjaga kebersihannya. Ia tak tahu dimana ia sekarang, dengan melihat Teo yang masih tertidur ia menitihkan air mata karena ia takut terjadi sesuatu padanya.


Kapan ia akan bahagia, baru saja merasakannya sudah seperti ini. Apalagi sekarang dia di culik dengan sang anak yang membuatnya terluka. Karena tak mendapati Teo terbangun akhirnya Dera langsung mengusap wajah sang anak. Rasa bersalahnya tumbuh karena harus melibatkan anak kecil yang tak tahu apapun. Karena tak bisa menyadarkan Teo akhirnya Dera mencoba untuk keluar dari kamar itu dan akan mencari pertolongan. Tapi naas apa yang ia inginkan tak bisa terpenuhi.


Ruangan yang lebih besar ternyata yang ada di luar kamar tersebut. Dera mencari apapun yang bisa ia gunakan untuk menghubungi Aran, nyatanya tak menemukan telfon rumah sama sekali. Di dalam dapur ternyata sudah tersedia beberapa menu makanan yang masih hangat, mungkin saja yang memasaknya juga barusan pergi karena tak ia lihat di situ. Pas ia melihat pintu utama di apartemen itu ia mencoba untuk membukanya tapi tetap saja ia tak bisa membuka pintu tersebut.


"Ya Tuhan, apakah ini. Apakah ada yang tak suka dengan ku sampai-sampai aku di kurung disini bersama anakku. Aku mohon Tuhan berikan kesempatan aku untuk pergi bersama Teo", doa Dera sambil menitihkan air mata.


Benar apa adanya karena akhirnya pintu itu terbuka dan nampak ada yang ingin masuk. Dera yang langsung berdiri betapa kagetnya karena sang mantan suaminya yang datang membawakan paper bag yang katanya baju ganti untuk Dera dan Teo anaknya.


" Kamu sudah bangun sayang, ini ada baju ganti untuk kamu dan Teo", ucap Bagus sambil memberikan apa yang ia bawa tadi pada Dera. Kalau buka bantuan omnya mungkin ia tak bisa seperti ini, bersama Dera dengan sedekat ini tentunya.


" Mas apaan sih, ini berarti kerjaan mas Bagus. Aku ingin pulang mas, aku gak mau buat masalah sama kamu lagi aku menghormati suamiku", kata Dera sengguh tanpa mau menerima apa yang sudah Bagus bawa tadi.


" Hahahaha...


Tak akan sayang, kamu milikku saat ini. Sudah ada Teo yang akan memanggil aku dengan sebutan sayang juga kan. Aku ayahnya dan untuk anak yang kamu kandung saat ini juga akan menjadi milikku Dera", jawab Bagus sambil maju ke depan untuk lebih mendekatkan dengan sang mantan istri.

__ADS_1


Benar saja Dera yang di dekati Bagus langsung mundur sedikit demi sedikit sampai ia tiba di dekat kursi karena ia membelakanginya. Langkah Dera terhenti dan hanya memohon untuk Bagus take dekat lagi.


Tapi bukan Bagus jika ia menyerah seperti ini lagi. Karena akhirnya ia ada kesempatan untuk menaklukkan lawannya dengan mudah. Tanpa memberikan ampun akhirnya Bagus langsung mengunci tubuh Dera dengan kuat. Dera yang diperlakukan seperti itu hanya menangis dan meminta tolong pada siapapun yang ada di sana. Dera yang tak tahu jika di sana tak ada yang lainnya selain mereka yang mana sangat mudah bagi Bagus untuk melakukan apapun yang akan ia lakukan.


" Mas, tolong mas. Aku gak mau seperti ini. Kita buka siapa-siapa lagi mas. Kita bukan muhrim yang di perbolehkan untuk berbuat seperti ini", ucap Dera sambil menangis karena ia sudah tak bisa berbuat apa-apa karena Bagus sudah ada di atas tubuhnya itu.


" Aku bukan siapa-siapa bagimu Dera, tapi setelah ini aku jadi siapa-siapa kamu lagi. Aku akan buat kamu menjadi milikku lagi sayang", balasnya sambil berbisik di telinga Dera yang tentunya membuat sensasi tubuh empunya bereaksi.


"Mas, aku mohon aku sudah punya kehidupan lagi mas. Aku ingin bahagia bersamanya dan anak-anakku tentunya. Aku tak mau mas melakukan hal ini padaku aku mohon mas Bagus", mohon ya itu sambil menggerakkan kedua tangannya tapi pegangan Bagus begitu kuatnya.


" Tak akan sayang, bersiaplah aku akan buat kamu menjadi milikku", ancamnya sambil menggendong tubuh Dera ke kamar yang ternyata ada di sebelah kamar Teo yang tertidur tadi. Dera yang memberontak sekuat tenaga malah membuat ia saat ini kelelahan dan tak bisa berbuat apa-apa lagi. Tenaganya habis untuk melepaskan diri tadi padahal yang sangat di takutkan adalah hal ini.


Benar saja ulah Dera langsung memancing adrenalin Bagus yang langsung menuju pintu kamar mandinya itu. Dengan gedoran Bagus langsung membujuk Dera agar mau membukanya. Ia yang sudah di bisikan oleh orang jahat akhirnya ancaman untuk Dera langsung ia lontarkan.


Dor, dor...


Suara pintu yang telah di gedor oleh Bagus tadi.

__ADS_1


" Buka Dera, buka pintunya. Jika kamu gak mau membukanya maka akan aku pastikan jika Teo akan aku bawa pergi dari sini. Kamu tak akan menemuinya lagi sampai ia besar nantinya", ancaman Bagus yang mengeraskan suaranya agar Dera mendengarkannya.


" Deg,


Dera teringat jika saat ini ia bersama dengan anaknya. Yang mana tak bisa ia lakukan jika ia harus egois sedangkan Teo jadi taruhannya. Karena ancaman tadi akhirnya ia membuka pintu kamar mandi dan keluar dari persembunyiannya. Ia tak tahu harus berbuat apapun karena pikirannya saat ini hanya tertuju pada Teo yang belum juga sadarkan diri.


" Akhirnya kamu keluar juga sayang. Ayolah kita bersenang-senang dulu sebelum anak kita Teo terbangun. Dan satu lagi jangan buat aku menunggu lagi, ok", ucap Bagus tadi yang langsung mencium kening Dera. Hal sangat tak diharapkan oleh Dera karena ia sudah mengijinkan orang lain untuk melakukan hal itu padahal ia terdesak untuk menolaknya Teo taruhannya saat ini.


" Ayolah kita bersenang-senang dulu. Aku gak akan buat kalian menderitanya lagi", ucap Bagus yang melihat Dera diam saja. Menariknya untuk ke ranjang yang ia pakai untuk meletakkan Dera barusan. Dan begitupun Dera hanya menurut saja bagikan anak yang di ajak sang Ibuk untuk jalan-jalan.


Dengan pelan akhirnya Bagus merebahkan tubuh Dera dan di ikuti oleh dirinya sendiri. Seperti sepasang suami istri yang sedang rebahan dan bercerita posisi mereka. Bagus yang menatap wajah Dera seperti tertekan langsung menanyakan apa yang Dera rasakan.


"Kamu kenapa sayang, kok jadi kaya gini", tanya Bagus yang sambil membelai wajah Dera lembut.


" Mas aku anggap kita masih seperti dulu, kayak kakak adik sebelum kita akhirnya nikah. Yang mana mas selalu menjaga aku dari orang jahat. Tapi aku salah mas gak seperti yang aku kenal dulu. Aku tak ada pandangan untuk mengingat dimana aku kenal mas yang baik dulu", kata Dera lantang.


*****

__ADS_1


Akan terjadi apakah di kamar milik Bagas nanti. Jika penasaran tap ❤️ dan komentar ya kakak🥰...


__ADS_2