MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Kejadian yang tak terduga Dera


__ADS_3

Bagus yang mendengarkan kata-kata Dera langsung duduk. Ia kaget dengan kata-kata Dera saat itu.


" Apa kamu bilang Dera?


Kamu tak mau mengingat tentang aku lagi!.


Kurang apa aku padamu Dera. Aku hanya ingin bersama kamu dan anak kita Dera", sanggah Bagus yang saat ini sedang duduk di depan Dera.


" Apa mas ingat penderita yang mas buat untukku dan Teo. Apakah mas ingin waktu dimana mas meninggalkan aku waktu aku melahirkan Teo. Mas ingat kapan Teo lahir, sampai Teo umur 5 tahun mas tak pernah datang sekalipun untuk menengoknya. Aku sadar, mas aku hanya kau buang. Dan bagaimana aku mencoba sekuat hati untuk bangkit dari keterpurukan ku. Aku bahagia dengan apa yang aku punya saat ini mas. Izinkan aku bersama suamiku. Dan jangan mas muncul lagi di depan ku, aku mohon", kata Dera yang tak kalah menguatkan hatinya untuk tegar.


" Aku tak menginginkan itu semua Dera, aku binggung waktu itu. Dan izinkanlah saat ini aku menukar waktu itu. Aku ingin terus ada di samping kalian semua Dera. Jika perlu aku ingin ikat kamu saat ini dengan pernikahan", kata Bagus meyakinkan.


" Maksud mas Bagus apa. Tak mungkin aku menikah padahal aku sudah punya suami saat ini mas".


" Dan satu lagi aku tak main-main dengan ini semua Dera. Aku kangen padamu sayang", kata Bagus yang langsung memeluk Dera dan mencium kening mantan istrinya dulu. Setelah menciumnya Bagus langsung mengajak Dera merebahkan tubuhnya untuk istirahat lagi. Dan untuk Teo belum bisa sadar karena kadar alkohol untuk seusianya masih terlalu berlebihan. Maka mengakibatkan tidur yang cukup lama.


Dera sempat melepaskan tangan Bagus dari atas perutnya tapi Bagus memindahkannya lagi di situ. Karena binggung mau mencari alasan lagi Dera hanya mengikuti permainan Bagus dan akan mencari ke lengahnya.


Bagus mengusap perut Dera yang sedikit membesar dan menciumnya. Mengucapkan kata yang membuat Dera yang sebenarnya muak tapi mau bagaimana lagi ia tak bisa berbuat apapun.


" Sayang, perkenalkan ini Papa baru untuk kamu. Oya Papa ingin ajak Mama untuk bermain-main jadi kamu jangan rewel dulu ya", kata Bagus sambil mencium perut Dera tadi.

__ADS_1


Setelah meminta izin pada bayi kecil tadi Bagus mencoba mengajak Dera untuk permainan. Karena ia ingin Dera terbuai dengan apa yang ingin ia lakukan saat ini. Apalagi ponselnya yang sudah ia matikan akan membuat tak akan ada yang menganggu waktunya dengan Dera.


Karena merasa risih Dera langsung menendang kan kakinya yang mana mengenai alat tempur Bagus. Pastinya membuat Bagus kesakitan.


" Awu,, apa-apaan sih Dera kamu mau aku marah ya. Aku bisa pastikan kamu gak akan ketemu Teo lagi karena ulahmu ini. Kamu mau aku menyuruh anak buah ku untuk memindahkan Teo dimana kamu tak akan menemukannya?", marah Bagus.


" Jangan mas, aku gak mau terjadi apapun pada Teo mas. Aku akan melakukan apapun untuk Teo jangan sakiti dia mas", mohon Dera yang masih sambil tiduran tadi.


Dengan ancaman Teo tadi akhirnya Bagus membalas kesakitan apa yang di buat Dera dengan menyobek sebagian baju Dera dengan kerasnya sampai menimbulkan kesakitan bagi Dera sendiri.


"Ah, sakit mas.


" Aku hanya ingin bersama kamu Dera, jika bukan dengan cara ini aku tak bisa sama sekali. Ayolah kita bersenang-senang", ajak Bagus yang langsung mencoba ingin mencium bibir Dera. Tapi siapa sangka akan ada pertolongan untuk Dera saat ini. Walaupun pastinya tak sepenuhnya menguntungkan bagi Dera.


"Aw,, Aw...


Sakit mas perutku, rasanya sakit sekali", teriak Dera yang sambil memegangi perutnya itu.


Begitu terlihat jelas ada cairan yang keluar dari arah kedua paha Dera. Bagus yang melihat itu begitu khawatir dan langsung panik bukan main. Melihat hal semacam itu langsung teringat dimana Gendis akan melahirkan dulu. Melihat semakin Dera berteriak, Bagus langsung mengangkat tubuh Dera yang ia tutupi dengan selimut untuk menuju rumah sakit. Takut terjadi sesuatu pada keduanya Bagus langsung bergegas menuju parkiran mobilnya.


Dengan mendudukkan Dera pada kursi depan ia langsung melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah sakit. Kepanikan yang begitu terlihat jelas di wajah Bagus saat ini. Ia ingin Dera cepat selamat dan tak merasakan sakit lagi.

__ADS_1


****


Sedangkan di tempat lain, Aran yang sudah tiba di rumah langsung menanyakan kejadian sebelumnya Dera dan Teo menghilang. Ibuk Rini yang menceritakan semaunya yang ia tahu membuat Aran begitu marahnya. Tak mungkin kalau ini belum direncanakan. Dengan kondisi masih marah Aran langsung menuju ke tempat scurity untuk mengetahui cctv di kompleks tersebut. Dengan detik demi detik akhirnya Aran mengetahui alur yang Dera alami. Benar saja baru saja ia akan keluar dari halaman rumah langsung di sekap dengan dua orang besar. Amarah Aran semakin menggebu walaupun ia tak tahu siapa di balik ini semua. Dengan kemampuan penjaga scurity akhirnya plat nomor kendaraan sudah di catatan olehnya. Langsung saja ia memberikan pada Aran.


Dengan bantuan secarik kertas tadi Aran langsung menghubungi kantor kepolisian untuk mengetahui siapa pemilik mobil tersebut. Tapi sayang jika itu nomor yang hanya palsu saja. Tentunya hanya untuk menutupi penculikan itu agar tak terendus oleh kepolisian. Dalam keadaan binggung dan kusut Aran menuju ke rumahnya. Ia ingin ada di dekat pak Toso dan ibuk Rini agar saling menguatkan. Apalagi kondisi Ibuk Rini saat ini yang gantian melemah karena kabar kehilangan anaknya dan cucunya itu.


Sungguh malang nasib Aran yang tak bisa menemukan Dera saat ini. Dengan langkahnya lesu Aran duduk di kursi tamu dan memegangi kepalanya. Pusing yang tak ada obatnya untuk penyakit yang ia derita. Pak Toso yang mengetahui menantunya begitu terpukul langsung mendekatinya, memberikan semangat yang bisa memulihkan kembali semangat untuk mencari istrinya.


" Nak, kamu harus kuat untuk menghadapi ini semua. Bapak tahu pastinya berat bagimu. Bagi kami juga berarti nak, tapi kami tak tahu harus bagaimana. Apalagi Bapak juga baru di daerah sini nak. Mau pergi ke arah mana Bapak tak tahu", ucap pak Toso sambil menepuk-nepuk pundak Aran. Sedangkan Ibuk Rini hanya menangis di kursi sebelahnya itu.


" Maafkan aku Om, aku gak bisa menjaga anak Om dengan baik. Andai aku tak meninggalkan Dera sendiri mungkin tak akan terjadi seperti ini. Biasanya aku kemanapun akan selalu mengajaknya", kata Aran yang langsung mengucapkan kata-kata itu.


Padahal pak Toso yang mendengarnya langsung terdiam. Entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan sebutan Om yang Aran panggil tadi. Rasanya ia pernah merasakan ini sebelumnya tapi ia sendiri lupa kapan itu terjadi.


****


Akankah om Toso akan tahu dimana ia merasakan kapan ia dipanggil dengan sebutan seperti ini?


Kita tunggu episode berikutnya ya kakak...


Salam sehat 🥰❤️😍

__ADS_1


__ADS_2