MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Masuk ke kamar masing-masing


__ADS_3

Setibanya di rumah mereka langsung masuk ke kamar masing-masing. Walaupun Aran begitu lapar tapi ia tak berani berhenti dijalan untuk membeli makanan atau menyuruh Dera untuk memasakkannya. Sedangkan Dera yang sehari tak makan pun juga tak nafsu makan lagi karena hal tadi di mobil.


Setibanya Aran di kamarnya ia langsung memesan makanan dari aplikasi online. Ia berfikir tetap harus makan. Jadi ia memesan 2 makanan sekalian untuk Dera. Setelah selesai mandi ternyata makanan yang dipesan Aran pun tiba. Dengan sigap ia mengambil pesanan itu dan langsung menuju ke ruang makan untuk memanggil Dera sekalian. Tapi setelah ia pergi ke arah kamar Dera ternyata pintu itu tertutup dan tak ada cahaya sedikitpun.


Aran yang melihat dari celah pintu kamar itu gelap pun langsung panik dan berusaha untuk masuk. Dan ternyata pintu itu tak dikunci sama Dera. Dengan mencari tombol lampu akhirnya ia bisa melihat apa yang terjadi pada Dera. Ternyata setelah masuk ke kamarnya tadi Dera langsung duduk disudut ranjangnya dan menangis sampai Aran tiba tadi. Akhirnya terbesit pikiran yang rasanya ia telah melukai perasaan Dera yang lemah itu.


" Dera", panggil Aran yang ikut jongkok dan berusaha memeluk tubuh Dera yang lemas itu tapi ia takut akan membuat Dera takut. Ia ingin Dera mengobati traumanya dan agar tak seperti ini lagi. Aran berjanji akan membantu hal itu, bagaimana pun caranya agar melihat Dera ceria seperti sebelumnya. Rasanya ia laki-laki jahat yang sudah membuat Dera seperti ini.


Dera yang dipanggil hanya melihat saja tanpa bersuara atau ingin menjawabnya. Dera tak berani melihat ke arah Aran terlalu lama maka ia langsung menundukkan wajahnya lagi, inilah yang selalu ia takuti jika membahas tentang masa lalunya pasti ia akan jadi wanita yang lemah sekali. Padahal jika dipikir-pikir mantan suaminya saja tak menganggapnya atau malah sudah melupakan dia.


"Dera", kita makan malam yuk, seharian kamu belum makan lho. Mas gak ingin kamu sakit, nanti kamu mau kirim uang ke keluarga kamu bagiamana kalau gak bisa kerja". Aran mencoba membujuk Dera dengan kata keluarga.


"Aaa" ...Ibuk Ayah, maafkan Dera belum bisa jadi anak yang membanggakan untuk kalian. Aku berjanji untuk terus membahagiakan Ayah dan ibuk. Tangisnya pun sekarang bercampur dengan ocehan-ocehan.


" Udah aku tahu kamu wanita kuat kok, kita makan yuk aku udah lapar Dera''. Aran terus membujuk agar Dera mau makan malam sebelum ia tidur.

__ADS_1


"Tapi aku mau mandi dulu mas, aku malu sama mas Aran yang tahu tentang kehidupan aku. Aku wanita yang tak beruntung mas". Sungguh pilu sekali pikirnya saat ini.


"Udah aku walaupun tahu semuanya tapi tak akan yang lain juga tahu hal itu. Asalkan kamu bisa seperti biasanya sama aku. Aku gak ingin punya masalah sama kamu Dera' jika kamu butuh apapun kamu bisa minta ke aku ya. Oya apakah kamu perlu ponsel agar jika kamu ingin telfon keluarga tanpa menunggu aku?". Aran berusaha untuk memberikan solusi untuk mood wanita itu kembali lagi. Apalagi dia seperti saat ini juga karenanya.


"Gak mas, Dera ingin nabung dulu. Aku akan beli jika sudah gajian bulan besok kok mas". Sungguh Dera tak ingin terlalu banyak merepotkan Aran. Pasalnya ia sudah ditolong untuk tinggal di rumahnya pun sudah terima kasih.


"Gak apa-apa kita beli besok siang ya. Tapi kamu ingin jangan kasih nomor kamu di anak pabrik yang tak kamu kenali. Aku gak mau mereka tahu jika kita tinggal satu rumah kaya gini". Aran takut menimbulkan fitnah nantinya.


"Udah mas, Dera ingin usah beli sendiri kok mas jika mampu. Sekarang mas ke dapur aja dulu aku mau bersih-bersih. Oya mas makasih ya udah mau jaga aku dan berikan aku semangat kaya tadi. Dan satu lagi aku mau mas jika aku punya salah di tegur ya jangan hanya di diamkan. Biar aku tahu letak salahku dimana". Dera ingin bangkit dan membersihkan dirinya.


Benar saja Dera yang penasaran apa yang dimaksud langsung menatap wajah mas Aran dan menanyakan hal apa yang sudah membuat ia seperti tadi. Walaupun mas Aran judes tapi tadi ia tak sejudes biasanya.


"Emang apa mas yang buat mas marah. Apakah tadi aku membuat masalah atau buat salah?". Dera seperti tak melakukan salah sama sekali.


"Aku waktu nunggu kamu pulang tadi tak sengaja melihat cctv di laptop mas, pas kamu bicara sama Bagus tadi aku jadi gak suka Deraaa. Aku gak suka kamu dekat-dekat sama Bagus, mulai detik ini aku mau kamu menjauh dari laki-laki lain ya. Karena kamu adalah tanggung jawab aku disini. Jika kamu ada apa-apa aku gak mau ikut terseret dalam masalah kamu lho''. Ancaman Aran yang membicarakan hal itu, sebenarnya itu bukan alasannya yang benar ia tak tahu kenapa ia merasakan hal itu. ''Ya udah mas ke dapur dulu ya mas tunggu lho, kita makan bareng''. Pamitan langsung pergi dari kamar Dera tadi.

__ADS_1


Dera yang setelah mandi langsung bergegas ke dapur untuk makan malam. Ia tak memikirkan ucapan Aran tadi karena ia berfikir jika apa yang di ucapkan Aran tadi benar dia numpang sama Aran jika kenapa-napa pasti akan membuat ia masalah juga.


Setibanya di ruang makan Dera langsung di kasih satu bungkus makanan yang sudah dipesan oleh Aran tadi. Sedangkan Aran juga langsung membuka makanan ia sendiri. Aran walaupun sudah dari tadi tiba di ruang makan tapi juga tak kunjung makan menunggu Dera dulu. Lebih mementingkan Dera makan baru ia baru makan.


"Makasih mas'' Dera udah numpang hidup sama mas Aran. Andai Dera langsung bertemu dengan teman Dera pasti aku gak seperti ini mas.


"Udah makan aja' aku sama teman kamu juga sama kamu numpang kan ke dia. Mending kamu disini juga tak suruh bantuin beres-beres rumah jadi gak numpang banyak-banyak. Oya kalau kamu mau telfon keluarga kamu boleh ini pakai telfon mas.


" Iya mas benar' pokoknya makasih ya mas. Aku telfonnya besok pagi aja mas kan sekarang udah jam 11 malam pasti Ayah sama Ibuk udah istirahat. Dera juga habis makan pamit istirahat ya mas. Dera gak bisa kalau tidur larut malam". Pamitan takut besok kesiangan dan pekerjaannya terbengkalai.


" Iya selamat malam ya' Oya besok pagi mas minta tolong siapin baju untuk rapat ya baju mas ada di ruang cuci kamu setrika sekalian ya. Mas suka lupa kalau rapat pasti lusuh karena lupa tak sempat menyetrikanya.


" Siap mas, Oya warnanya apa besok bajunya biar aku nyarinya gampang? ", Dera menanyakan hal itu karena tadi mas Aran tak menyebutkan baju yang mana.


" Terserah kamu aja' yang penting rapi Dera. Ya udah makanan kamu udah abis belum?". Aran terus memperhatikan Dera makan yang tak begitu selera seperti tadi pagi mereka makan berdua.

__ADS_1


__ADS_2