MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Akhirnya Nikah Siri


__ADS_3

Aran yang merasa jika Dera sedang terpuruk dan menangis langsung menarik tubuh Dera untuk bisa ia peluk. Walaupun bisa membuat semua orang tambah bingung tapi ia ingin memberikan kenyamanan untuk Dera. Sambil meminta maaf akhirnya Aran menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Maaf pak, buk, saya tak bermaksud membohongi semuanya. Saya yang melakukan hal ini pada Dera. Saya tahu itu salah karena kami hidup satu rumah dan hanya kami berdua saja. Tapi saya juga akan tanggung jawab atas ini pak, buk", Aran menjelaskan panjang kali lebar pada semuanya. Walaupun nanti ia akan disalahkan tapi ia akan tetap melindungi Dera. Karena memang dia yang salah 💯% dalam hal ini.


"Untuk tak membuat dosa yang banyak lagi kami ingin pak Aran segera menikah walaupun hanya nikah siri. Karena jika tidak cepat dilaksanakan dosanya akan terdampak di komplek kita pak", saran pak RT yang menginginkan Aran tanggung jawab atas apa yang ia perbuatan.


Dera masih menangis saat ini sampai- sampai baju Aran sudah basah karenanya Dera tak henti-hentinya menangis. Dera meratapi betapa nasibnya seperti ini. Udah jatuh tertimpa tangga pula saat ini.


"Pak saya minta bapak panggil kiyai untuk menikah pak Aran", suruh pak RT yang menyuruh bapak-bapak yang ada di belakangnya. Mungkin kalau bukan insiden kebakaran tadi semuanya tak akan tahu hal ini. Tapi jika tak ketahuan maka dosa mereka semakin banyak karena mungkin setiap hari akan berbuat seperti itu.


Ibuk RT langsung menyuruh Aran dan Dera masuk ke kamar mereka untuk membantu Dera berdandan. Mau tak mau Dera harus menuruti apa yang di inginkan orang-orang itu. Ini juga karena Aran yang tadi malam membuat tanda itu jika tidak mungkin tak akan seperti ini. Setelah tiba di kamar Dera yang ia pakai Dera di dudukkan di meja rias oleh Aran dan di bantu beberapa ibuk-ibuk terutama Ibuk RT yang menyuruh Aran meninggalkan mereka. Aran disuruh untuk siap-siap untuk nikah hari ini setelah pak kyai datang. Hanya ini yang bisa dilakukan dalam keadaan mendadak seperti ini. Yang terpenting mereka sudah tak membuat dosa lagi.


Aran langsung masuk ke kamarnya sendiri dan siap-siap, hanya memakai baju dan jas yang bisanya ia kenakan untuk ke kantor yang ia punya. Ia pun bingung kenapa harus seperti ini, walaupun ia ingin bertanggung jawab pada Dera tapi tak seperti ini. Ia juga tak bisa menghindari ini karena para bapak-bapak tadi masih menunggu di ruang tengah rumah Aran. Dan sedangkan Dera sudah di rias oleh para Ibuk yang tak mungkin akan berubah.

__ADS_1


Semakin bingung karena Aran tak punya pilihan lagi akhirnya ia memutuskan untuk turun ke bawah dan menuruti apa yang di inginkan oleh semuanya. Dan sesampai di ruang tengah ternyata sudah di ubah untuk akad nikah oleh para bapak tadi. Serta sudah ada pak kyai yang duduk di depan meja itu.


"Pak Aran silahkan duduk di sini pak", pinta pak RT yang bertugas sebagai saksi di pernikahan ini. Pernikahan yang secara agama sah tapi secara negara belum terdaftar sama sekali.


"Iya pak", kata Aran yang tampak terasa gugup juga.


Karena merasa sudah sepersekian detik tak kunjung datang mempelai wanita akhirnya pak RT menyuruh untuk memanggil mempelai wanitanya. Agar pak kyai tak menunggu lama.


Setelah akhirnya di panggil mempelai wanita datang di bantu oleh Ibuk RT dan temannya tadi. Dengan baju seadanya yang dimiliki oleh Dera akhirnya acara hari ini terlaksana. Belum juga sampai di meja untuk acara nikahan tadi Dera di tuntun agar tak terjatuh karena gugup. Aran yang baru melihat Dera di rias senatural mungkin pun kagum ternyata Dera cantik bukan main. Karena selain ini ia tak pernah melihat Dera memakai apapun sudah cantik. Tatapan mata yang tak berkedip pun langsung di tegur oleh pak kyai yang menyadari hal itu.


Ditegur seperti itu akhirnya Aran menunduk sambil merasakan jantungnya berdetak seperti sedang maraton. Perasaan dimana ia pernah alami kurang lebih 5 tahun yang lalu. Akhirnya ia akan menikah dengan setatus hanya nikah siri.


Setelah Dera sudah tiba di kursi sebelah Aran dengan dibantu Ibuk RT tadi. Gantian tugas dari pak kyai yang akan menikahkan Aran dengan Dera. Yang disaksikan beberapa orang yang datang tadi.

__ADS_1


"Boleh kita mulai, Sebelumnya",,,,, doa pak kyai yang begitu panjang dan langsung memegang tangan Aran yang akhirnya akan dimulainya akad nikah itu.


Sedangkan Aran yang hanya tau nama Dera hanya Dera pun hanya menyebut nama itu saja tapi menurut pak kiyai dan semua saksi sudah sah. Akhirnya ia sekarang sudah menjadi suami dari Dera yang mana sudah di jodohkan oleh orangtuanya dulu. Apakah ini semua sudah direncanakan untuk cepat terjadi? Karena sudah sekian lama Aran tak bisa menemukan kabar keluarga om Toso tapi saat ini malah udah menikahi anaknya. Dalam keadaan yang mendadak akhirnya tak ada mas kawin ataupun yang lainnya untuk Dera hanya doa dari semuanya yang ada di rumah Aran tadi. Tapi setelah saksi mengucapkan sah Dera langsung mencium punggung yang mulai detik ini menjadi suaminya itu.


Tak menyangka ia akan seperti ini, menikah tapi hanya nikah siri yang tak diakui negara. Mau bagaimana jika mas Aran tak meninggalkan jejak untuk semuanya mungkin ia tak akan seperti ini. Jika mas Aran sudah bosan bisa kapan saja meninggalkan dirinya. Jika orang tuanya juga tahu mau menjelaskan bagaimana dia untuk hal ini.


"Ya udah nak, bapak mau ijin pulang dulu", pamit pak kiyai dan di ikuti semuanya setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Sekarang sudah urusan keluarga mereka untuk kedepannya karena sudah sah menurut agama.


Setelah semuanya pergi Aran langsung menutup gerbang rumah dan mendekati Dera lagi. Dera tak berpindah ke manapun masih setia di tempat itu. Rasanya hanya mimpi yang membuat ia seperti ini.


"Dera maafkan mas untuk semua ini Dera, mas janji akan membuatmu bahagia".


"Kenapa mas juga meninggalkan tanda ini disini mas", tanya Dera langsung menuju lehernya yang sedikit samar tertutup bedak tebalnya itu.

__ADS_1


"Sudah mungkin ini sudah nasib kita, apa kamu mau aku buat di tempat lain?". Aran mengucapkan hal itu karena ia tak tahu jika akan seperti ini. Siapapun itu pasti hanya memikirkan keinginan jika sudah di ambang pikiran tanpa memikirkan yang berikutnya.


"Mas, aku bingung sama mas kenapa mas gak seperti berfikir apapun mas, sedangkan aku saat ini bingung sekali kenapa nasibku seperti ini", untaian kata yang akhirnya keluar dari mulut Dera sangat membuat Aran juga bingung harus bagaimana mana lagi. Yang ada dalam pikirannya hanya membahagiakan istrinya.


__ADS_2