MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Keputusan pak Toso


__ADS_3

Tak butuh waktu lama akhirnya Aran dan Dera tiba di Bandara Adisucipto Yogyakarta dengan selamat. Setelah sampai sana mereka masih harus mencari taksi untuk mengantarkan mereka ke kampung Dera yang masih sekitar 2,5 jam perjalanan lagi. Mungkin sampai tempat Dera akan tengah malam. Tapi daripada menginap di hotel mereka berdua memutuskan untuk pulang dan istirahat di rumah kecil milik sang orang tua. Sambil bisa melihat sang keluarga di rumah.


Dari perjalanan itu Dera yang sudah sangat lelah tertidur di pundak sang suami. Sedangkan Aran yang tak bisa tidur melihat sekeliling jalan yang ia lalui itu. Tampak gelap dan begitu banyak lahan persawahan. Mungkin jika ia sendiri yang mau kesitu ia akan butuh waktu lama untuk sampainya. Tapi berhubung sang supir juga tahu medannya maka tepat pukul 23.14 menit keduanya sampai di depan rumah sang Dera yang sudah dibangunkan oleh Aran. Aran takut jika mereka akan kehilangan jalan makanya ia membangunkannya.


Dengan digandeng oleh Aran akhirnya Dera turun dari mobil dan menunggu sang sopir untuk menurunkan kopernya. Walaupun tak ada oleh-oleh yang mereka bawa tapi mereka tetap kekeh untuk langsung mengetuk pintu kayu jati itu. Sebelum tetangga Dera apa yang tahu ia datang dengan seorang laki-laki. Setatusnya yang masih janda membuat ia takut untuk melakukan hal ini.


"Tok, tok, tok.


Suara pintu yang di ketuk oleh Dera. Aran dibelakang Dera sambil membawa koper mereka. Sedangkan pak Toso yang mendengarkan ketukan itu terbangun dan membukanya. Dan pas pintu itu sudah terbuka beliau kaget karena Dera dan sang bos datang kerumah mereka.


" Silahkan masuk pak, Oya biar saya panggil Ibuk Dera dulu", ajak pak Toso sambil menutup pintu rumahnya lagi yang mana ia sambil melihat ke arah lainnya takut ada yang melihat tamunya itu. Takut jadi bahan gunjingan nantinya. Seburuk apapun seorang ayah beliau masih tetap menjaga keluarganya dari cerita jeleknya.


Dera yang duduk bersebelahan dengan Aran sangat takut jika ini akan membuat sang suami tak di terima oleh sang Ayah. Nyatanya beliau mengingatkan mereka berdua sampai beberapa menit. Walaupun rumah itu milik Dera tapi ia sedikit sungkan jika akan langsung masuk ke kamarnya dulu.


" Dera", panggil sang Ibuk pada Dera. Beliau langsung memeluk tubuh mungil Dera. Air mata beliau tak sengaja jatuh bercucuran.

__ADS_1


" Ibuk, Dera kangen Ibuk. Bagimana kabar Teo buk apakah dia sudah tertidur", tanya Dera yang duduk bersebelahan sang Ibuk. Menumpahkan beberapa waktu yang sudah ia lewati meninggalkan sang keluarga.


Sedangkan Aran langsung mendekati pak Toso. Tugasnya lebih besar daripada sang Dera. Setelah dipersilahkan untuk minum teh hangat tadi Aran di tanya tujuan dia datang ke rumah Dera itu. Kalau hanya untuk mengantar Dera pulang, bisa besok agar tak merepoti ya. Tapi keahlian pak Toso yang tahu lawannya seperti apa ia begitu yakin jika sang bos menyembunyikan sesuatu yang penting.


" Maaf kan saya pak Toso, sebenarnya saya dan Dera sudah nikah siri 4 bulan yang lalu. Dan saat ini Dera hamil jalan 4 bulan juga. Maaf tak memberikan pada bapak dan ibuk. Tapi saya kesini ingin minta restu untuk menikahi Dera secara negara pak. Saya sangat mencintai Dera pak Toso. Saya berharap bapak dan ibuk mau merestui kami berdua", ucapan Aran pada sang mertua tadi merestuinya.


Ibuk Rini yang mendengarkan ucapan Aran pun kaget dan akhirnya memilih mendengarkan apa lagi yang belum ia tahu. Sedangkan pak Toso yang mendengarkan itu semua langsung terlihat begitu marah. Ia tak dianggap sama anak sendiri, sampai-sampai nikah aja tak ada kabar.


"Saya pastikan jika ini semuanya akan membuat hati saya sakit tuan. Aku tak kalian anggap sama sekali. Aku masih wali Dera lho, atau jangan-jangan kalian sudah menganggap saya sudah mati ya", marah pak Toso.


" Plak".


Suara tamparan dari pak Toso yang marah karena mendengar Aran melakukan hubungan badan dengan Dera sebelum ia setatus suami istri. Pak Toso begitu murka dari tadi wajahnya sudah berubah menjadi merah. Dera dan ibuk Rini yang menangis hanya saling peluk. Mereka tak bisa berbuat apa-apa sama sekali. Menyadari kesalahannya fatal akhirnya Aran bersimpuh di bawah pak Toso untuk memberikan restu padanya. Ia tak sanggup jika di pisahkan oleh Dera lagi. Dan masalah dosa biarkan ia tebus sendiri nantinya asal dera sudah jadi miliknya.


" Kamu laki-laki tak punya adab tuan. Pendidikan dan setatus yang kau miliki hanyalah kedok untuk melecehkan wanita. Aku tahu kami hanya orang tak punya tapi kami tak terima jika anak kami diperlakukan seperti ini", sanggah pak Toso lagi. Dan saat itu juga Ibuk Rini berteriak memecahkan fokus pak Toso dan Aran.

__ADS_1


Dera yang tadi dipeluk oleh Ibuknya kini lemas tak bergerak karena pingsan. Dengan sigap Aran langsung membopongnya ke arah kursi dan mengusap telapak tangannya. Ia tahu dera seperti ini karena rasa ketakutannya pada masalah ini karena dari Jakarta tadi ia sudah gelisah. Melihat semuanya panik Ibuk mengajak sang suami untuk berunding di dapur agar Aran tak mendengar percakapan mereka.


" Pak sepertinya Dera juga mencintai nak Aran. Teo yang sangat sayang sama nak Aran juga apakah tak sebaiknya kita juga baik padanya pak", ucap Ibuk menenangkan hati yang mendidih itu.


" Tapi buk janji bapak pada mas Giman?.


Aku ingin Dera menikah dengan anaknya. Dan ini sudah dua kali Dera menikah dengan orang lain", jawaban dari pak Toso yang sebenarnya alasannya adalah perjodohan masa lalu.


"Sudah mungkin ini nasib anak kita. Kita juga tak tahu apa yang sudah direncanakan oleh Tuhan untuk mereka kan pak. Kita tanya baik-baik ya setelah ini. Yang sabar ada bayi di perut Dera lho pak", Kata Ibuk Rini lagi. Pokonya Ibuk Rini terbaik deh. Aku salut pada beliau yang mau menerima ini semua.


****


Apakah akhirnya yang terjadi selanjutnya kita tunggu di bab besok ya kakak. Makasih sudah mau mampir dan jangan lupa tap ❤️ ya kakak. Selamat hari Natal dan tahun baru yang merayakan.


Semoga kita sehat selalu dan bisa berkarya.amin

__ADS_1


__ADS_2