
Setibanya di kantor KUA tadi Aran langsung masuk mengikuti pak Toso. Ternyata di dalam sudah ada pak RT yang membantu melaporkan pernikahan Aran dan Dera. Itu semua pak RT lakukan untuk menebus kesalahan yang tadi pagi beliau lakukan. Karena hasutan sang anak akhirnya ia seperti itu, gegabah dan tanpa berfikir sama sekali.
" Wah kok udah ada disini saja pak RT?", tanya pak Toso sambil menepuk pundak pak RT. Sebenarnya pak RT dan pak Toso sangat dekat dari yang lainnya. Hanya pak RT yang tak pernah mencemooh sang anak dari pernikahannya yang dulu.
" Iya pak Toso, saya sudah mendaftarkan pernikahan nak Dera dan calon suaminya. Ini semua tanda maaf saya atas tadi pagi yang tak memikirkan resikonya dulu pak. Ya udah ini saja yang bisa saya lakukan untuk menebusnya pak", kata pak RT. Kebaikannya akhirnya bisa di rasakan tulus oleh Aran.
Pak penghulu yang langsung mendekati pak Toso dan pak RT tadi menanyakan dimana calon mempelai ya. Dan pas itu Aran dan Dera langsung dipanggil untuk duduk di meja pernikahan itu. Ada beberapa orang saksi yang ada di tempat itu. Dengan hidmat ya akhirnya semua ya duduk menghadap ke arah mempelai. Sedangkan untuk Aran dan Dera yang sudah mau ijab Kabul ke tiga ya masih tetap saja takut. Takut jika Aran menyebutkan nama dari Dera yang keliru atau apalah. Ketakutan yang sangat membuat keringatnya pada keluar.
" Maaf pak, apakah sudah siap?", tanya pak penghulu sambil menyerahkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Aran.
Sampai-sampai Aran yang bengong langsung di pegang oleh pak Toso. Memberikan keyakinan akankah ini akan terjadi atau hanya akan diam seperti ini.
" Eh, iya pak. Saya siap", jawab Aran gugup.
"Ok, saudara Aran mari kita mulai". Pak penghulu langsung memulai acaranya dengan di iringi doa terlebih dahulu. Pak Toso dan pak RT serta Ibuk Rini berdoa dalam hati, semoga ini yang terbaik untuk Dera. Kebahagiaan yang akhirnya akan Dera dapatkan nantinya. Dengan melihat Dera bahagia pak Toso dan ibuk Rini sudah lebih bahagia karena Dera satu-satunya yang mereka miliki.
__ADS_1
" Saya terima nikah dan kawinnya Genduk Derani dengan saham pabrik konveksi CV Madu kasih 50% tercantum di perjanjian di map tersebut di bayar tunai", ucapan Aran langsung tanpa terbata-bata. Ia sudah menyiapkan satu lembar saham kepemilikan pabriknya yang akan ia berikan pada Dera. Ia ingin Dera juga ikut mengawasi dalam pekerjaan setelah ini.
Akhirnya semuanya mengucapkan sah. Dengan ini Aran dan Dera resmi menjadi sepasang suami istri yang diakui negara dan agama. Tapi pak Toso dan Dera yang tahu mas kawinnya sangat besar langsung menanyakan hal itu pada Aran. Mereka tak mau jika di bilang hanya mengincar harta dari Aran semata. Tapi untuk pak RT yang kagum dan sadar jika suami dari Dera bukan orang biasa langsung undur diri. Rasanya ia juga merasa tak enak hati karena tadi pagi sudah mencari masalah dengannya.
" Mas, apakah tadi Dera gak salah dengar tentang mas kawin mas tersebut. Aku gak mau jika keluarga mas nanti mempermasalahkan ini semua mas", sangkal Dera sambil berbisik takut yang lainya akan mendengarnya.
" Tidak Dera, ini semua sudah mas rencanakan aku tak menginginkan semuanya jika tak ada kamu dan anak-anak kita nantinya. Kamu adalah segalanya bagi ku Dera. Ijinkan aku belajar membahagiakanmu dan keluarga kita nantinya. Aku yakin Tuhan menyatukan kita karena kita memang sudah dijodohkan dari dulu Dera", untaian kata Aran yang menurut Dera sangat romantis. Karena Aran tak pernah mengucapkan kata-kata cantik itu sebelumnya.
Karena kedekatan itu Aran yang langsung mau mencium kening Dera langsung di ganggu oleh sang Ayah mertua yang akhirnya menggagalkan rencana.
" Ah, bapak maaf pak. Aran udah kebablasan serasa jika kita hanya ada di rumah pak", jawabnya malu. Otak mesumnya sudah di baca oleh sang mertua.
" Bisa aja nak kamu, bapak juga pernah muda kok kaya kamu. Oya nak bapak kurang percaya atas mas kawin kamu tadi. Apakah itu tidak terlalu, kami hanya ingin sederhana nak tanpa musuh sama sekali. Karena uang dan tahta akan merusak persaudaraan kadang nak. Bapak ingin anak bapak hidup bahagia itu aja nak", kata pak Toso langsung pada intinya. Beliau tipe tak mau bertele-tele.
" Bapak tenang aja, itu semua murni punyaku pak. Jadi aku akan membaginya pada istri dan anak-anak ku kelak pak. Karena rezeki suami akan mengalir jika kita akan membahagiakan seorang istri kita", ujar Aran.
__ADS_1
" Terimakasih atas ketulusan mu nak, jika itu sudah dari hati mu Bapak tak bisa berbuat apa-apa. Ya udah bapak pamit dulu ya mau nyari Ibuk sama Teo", pamit pak Toso yang sengaja memberikan waktu untuk kedua pasangan itu.
Kabar ijab Kabul itupun langsung terdengar di telinga Bagus. Bagus yang tak terima langsung membanting vas bunga yang ada di kamarnya. Karena berhubungan ia akan berangkat kerja jadi ia belum sampai di kantor, malah belum berangkat. Peristiwa itu langsung di tanyakan oleh Gendis.
" Mas, kok banting vas sih?".
" Maaf sayang, tadi gak sengaja. Ya udah mas pamit berangkat dulu ya. Jaga Beby kita ya mas sayang kamu, MUACH 😘😘😘😘", pamitnya sambil mencium bibir Gendis. Perlakukan Bagus tak berubah sama sekali pada Gendis jadi Gendis tak mencurigai apapun yang suaminya lakukan. Padahal di balik itu semua Aran tak terima karena Dera akhirnya resmi menikah dengan laki-laki itu.
Ia yakin rencananya untuk selajutnya akan bisa membuat Aran benci pada Dera. Ia tak mau Dera dimiliki laki-laki lain. Dan untuk rencana itu hanya Bagus yang merencanakan jadi kita tunggu apa rencananya selajutnya.
" Tunggu Dera, aku ingin kamu bertekuk lutut di depanku agar aku tak meninggalkanmu lagi. Dan aku pastikan Teo akan tahu jika aku adalah ayahnya. Kasih sayang Teo yang akan aku dapatkan sebagai seorang anak juga", kata Bagus sambil mengemudikan kendaraannya. Dalam pikiran ia masih memikirkan bagaimana Dera tersenyum pada suaminya saat ini. Tak percaya jika ia malah yang akan kehilangan seperti ini. Padahal sebelumnya ia yakin jika meninggalkan Dera adalah jalan terbaiknya.
****
Hari demi hari akhirnya saya bisa sampai di titik ini. Semoga kakak semua terhibur ya dan pastikan dukungan kakak sangat saya tunggu ya kak. Terimakasih 😍🥰😘.
__ADS_1
Salam sehat dariku kakak semua.