
Karena ulah Aran tadi Dera begitu malu, karena dilihat oleh beberapa orang. Walaupun mereka tak mencuri tapi perhatian orang-orang yang ada di sana tertuju padanya.
"Mas, Dera malu, ayo kita pulang aja" ajakan Dera agar mereka cepat pergi dari tempat itu.
"Ayo tapi mas tambahin dulu ya belanjaan kita, biar kita gak belanja lagi besok-besok". Akhirnya Aran yang memilih bahan pokoknya sedangkan Dera hanya jalan di belakang Aran sambil sedikit menunduk karena malu. Dan pas Aran ingin mengambil buah tanpa sengaja berhenti dan tanpa Dera lihat langsung menubruk badan Aran dan akan terjatuh ke belakang, jika bukan Aran yang menariknya mungkin Dera udah jatuh ke lantai.
"Kamu gak apa-apa Dera, kamu fokus di apa sih?", tanya Aran yang langsung membenarkan tubuh Dera yang terhayung tadi.
"Maaf mas, Dera tadi gak lihat jadi kaya gini".
"Ya udah kita pulang ya besok kalau kurang kita belanja lagi aja", ajak Aran untuk membayar belanjaan mereka dan pulang. Benar saja setelah mengantri untuk membayar Dera yang ada disamping Aran hanya menunduk aja. Sampai Aran juga merasa jika Dera tak baik-baik saat ini. Dengan menyerahkan kartunya semua belanjaan sudah ia bayar dan langsung memegang tangan Dera untuk cepat keluar dari tempat itu.
Dengan cepat akhirnya Aran bisa mengajak Dera untuk pergi dan langsung menghidupkan mobilnya agar cepat sampai rumah. Karena ia yakin jika Dera membutuhkan ketenangan agar jiwanya pulih lagi. Dengan sedikit mencuri pandang Aran terus memperhatikan Dera yang tak mau menatap ke arah luar hanya menunduk saja. Entah apa yang dipikirkan Dera sehingga ia seperti ini. Tak butuh lama akhirnya mobil Aran tiba di rumah besarnya. Setelah ia keluar dan mengambil belanjanya tadi ia langsung membuka pintu mobil tempat Dera d?uduk.
"Dera ayo kita masuk, kita udah sampai", ucapnya yang tak di lihat dari Dera. Hanya gerakan kaki yang menandakan jika Dera mendengar ucapan itu dan dia segera turun juga.
__ADS_1
Karena Aran merasa harus tahu apa yang sedang di rasakan oleh Dera akhirnya ia langsung menarik tangan Dera dan menghimpitnya di dinding dalam rumah.
"Dera kamu kenapa!!!" Aran marasa frustasi dibuat Dera saat ini.
"Au,,, sakit mas", kata yang terucap Dera yang sambil menitikkan air matanya. Kenangan waktu ia dengan sang mantan suaminya langsung terpikirkan saat itu juga. Posisi Aran yang sedang menghimpitnya membuat memori tentang sang suami terbayang lagi.
Aran yang tak mau melepaskan genggaman tangan itu pun terus memojokkan Dera ke dinding agar ia tahu apa yang terjadi padanya. Tapi setelah ia melihat Dera menangis dan berlinang air mata Aran langsung melepaskan genggaman itu dan memeluk tubuh Dera yang lemas karena menangis.
"Dera kamu kenapa Dera, mas tak mau seperti ini", Aran sangat khawatir apabila Dera mengalami sesuatu. Sungguh Aran binggung pada Dera yang kadang bisa sesedih ini.
Dalam dekapan Aran, Dera semakin sesegukan karena tangisan yang ia pendam tadi. "Mas aku hina semua orang akan menatap ku seperti itu", ucapan Dera yang membuat Aran memeluk tubuh rentang itu. Bertambah lagi pengetahuan Aran pada Dera saat ini sedikit demi sedikit dapat diketahui oleh Aran tentang Dera.
"Aku dulu sering ditatap teman-teman ku waktu aku ketahuan hamil duluan mas, semuanya membenci ku. Aku tahu aku salah tapi itu tak keinginanku malam itu. Jika bukan dia yang melakukan hal itu aku kira aku akan bahagia sampai saat ini". Pilu ternyata cerita hidup Dera yang sampai ketakutan seperti ini.
Setelah mendengar cerita dari Dera akhirnya Aran memeluk Dera dan mengucapkan janji agar Dera akan bahagia mulai hari ini. "Mas janji akan membuat kamu bahagia, tapi kamu harus melupakan kenangan masa lalu kamu sampai siapapun orang yang memandang kau lemah akan tahu betapa kuatnya kau Dera".
__ADS_1
"Maksud mas Aran apa? , kenapa mas Aran akan membahagiakan Dera?". Bingung karena ucapan Aran akhirnya Dera meminta penjelasan itu padanya.
"Dera, mas janji jika mulai malam ini tak akan ada yang membuat kamu terluka terutama akan membuat kamu menangis lagi, dan ijinkan aku mengenalmu lebih dari sekarang", kata Aran yang saat ini melihat ke arah Dera sambil memegang tangan Dera.
"Maksud mas Aran?" Dera pun belum paham apa arti ucapan ini.
"Mas ingin kamu menjadi milikku seutuhnya, dan tak akan ada yang membuat kau terluka lagi Dera!" penegasan Aran yang langsung membuang mukanya karena marah bercampur malu. Karena tak langsung ia sudah meminta izin pada Dera untuk hubungan yang lebih dari saat ini.
Bingung karena ini adalah hal yang Dera takutkan setelah satu tahun ini dekat dengan laki-laki lagi. Sedangkan Aran yang melihat Dera takut langsung memeluk Dera dengan lembutnya. Walaupun ia yakin Dera belum mau menjawab hal ini tapi Aran akan usahakan mendapatkan hati Dera baru restu dari orang tua Dera itu sendiri.
"Mas, Dera ingin istirahat dulu mas. Dera ke kamar dulu ya", pamitnya Dera baru mau Dera beranjak dari tempat itu tangan Aran yang dari tadi memegang pergelangan Dera pun semakin erat menahannya sampai Dera terpental ke tubuhnya tegapnya.
"Izinkan aku mengobati lukamu Dera", ucapan Aran yang setelah mengucapkan itu langsung mencium bibir Dera. Dera yang menolak perlakukan Aran hanya bisa memukul badan Aran, tapi tak di hiraukan oleh sang pemilik raga. Karena Aran yang menginginkan hal ini terjadi. Selama beberapa hari Aran begitu tak bisa untuk membohongi dirinya yang sebenarnya menginginkan hal ini. Lama hidup sendiri membuat ia merasa haus akan belaian seorang wanita.
Karena Aran yang tak mau melepaskan hal itu akhirnya Dera pasrah dan menjaga pertahanan dirinya dengan tetap menutup rapat bibirnya. Tapi Aran yang tak mau kalah akhirnya mengigit bibir bawah Dera yang akhirnya ia bisa merasakan ciuman di malam hari ini. Karena Aran yang sudah puas dalam hal ini ia langsung mencium kening Dera dan menutun Dera untuk segera masuk ke kamar untuk mandi dan makan malam. Aran yang akan memasak ke kamar Dera untuk mengantarkannya dilarang karena sudah malam. Dera tak mau Aran melakukan seperti hal tadi.
__ADS_1
"Kamu mandi dulu ya habis ini kita makan malam bareng biar mas aja yang masak untuk Dera".
Dera ikut aja kemauan Aran karena ia juga sudah merasa kesakitan di bibirnya karena ulah Aran tadi. Baru aja bilang sayang udah kaya gini apalagi kalau aku udah bilang iya ya, pasti aku hancur, ucap Dera yang sudah masuk ke kamarnya itu. Langsung saja ia menuju ke kaca rias untuk melihat lukanya yang masih sedikit perih is rasakan.