MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Lembur kerja


__ADS_3

Setelah makan siang habis akhirnya mereka berdua langsung kembali ke pabrik lagi karena jam makan siang mereka sudah usai. Tepatnya Aran yang hanya makan sedangkan Dera hanya makan salad buah yang dibelikan oleh Aran tadi.


Kerjaan Aran yang begitu banyak membuat ia harus cepat sampai pabrik. Untuk menghandle pekerjaan yang sudah menumpuk dari tadi pagi yang ia tinggalkan hanya untuk mengawasi Dera dari cctv di ruangannya.


" Ya udah Dera balik ke bagian Dera dulu ya mas. Assalamualaikum nanti jika mas mau pulang duluan gak apa-apa nanti biar Dera cari ojek aja. Kan nanti takutnya jam pulangnya berbeda". Dera mengucapkan hal itu karena ia tak mau merepotkan Aran terus. Walaupun ia ingin mencari ojek tapi ia juga tak pegang uang sebenarnya juga tak mungkin.


" Emang kamu masih ada uang Dera?


Nanti aku tunggu kamu aja kita pulang bareng". Aran menjawab Dera dengan begitu nada tinggi, baru kerja satu hari aja udah mau ojek segala apalagi ia tahu Dera tak punya uang yang cukup untuk bayar ojek segala. Dasar wanita yang gengsinya tinggi sekali pikirnya.


" Hehe..


Kan uangnya nanti dikasih dari mas kan . Ah Dera pamit dulu deh keburu nanti dimarahi manager Dera". Pamit Dera lalu pergi meninggalkan Aran yang masih memperlihatkan tampang marahnya tadi. Tapi setelah Dera pergi Aran tertawa karena ulah Dera barusan yang membuatnya lucu.


Karena banyaknya yang harus dikerjakan Dera sampai tak melihat disekitarnya. Ia dari tadi diperhatikan oleh manager yang membantunya pagi tadi. Entah dia mau mendekati Dera dengan bagaimana untuk mendapatkan informasi tentang hubungannya dengan bos Aran. Karena ia juga ingin mengetahuinya agar ia bisa maju untuk mendekati Dera atau nggak nantinya. Paras cantik Dera membuat dia juga memiliki rasa untuk mengenal lebih jauh dari ini.


Karena ia juga tak mau menunggu lama akhirnya ia memutuskan untuk mendekati Dera dan sedikit mengajaknya ngobrol.


" Dera, kamu bisa kerjakan tugas-tugas ini. Aku lihat kamu begitu telaten untuk melakukannya", tanya manager itu agar bisa mendekati Dera yang sedang fokus.

__ADS_1


" Eh bapak, iya pak". Dera itu sedikit menghayati pekerjaan apa pun, karena sering melakukan pekerjaan seperti ini sebelumnya kan pak.


" Kok kamu panggil aku bapak?


Panggil aku Bagus saja, kayaknya usia kita juga gak jauh-jauh banget". Karena tak nyaman di panggil bapak maka ia terus langsung protes tentang hal ini.


" Gak sopan pak, kan masih di tempat kerja. Pak, Dera fokus kerja dulu ya rasanya gak nyaman jika diajak bicara seperti ini di lihatin sama yang lain tu". Karena Dera merasa diperhatikan oleh pegawai yang lainnya maka ia lebih memilih untuk mengusir managernya itu untuk tak mendekatinya, dengan cara ia tak mau menanggapi pertanyaan selanjutnya lagi.


" Ya ok, aku akan lihat yang lain dulu. Nanti jika kamu kesulitan bisa panggil aku Dera", pamitan langsung pergi dari tempat Dera tadi. Membiarkan Dera kerja dan dia akan memperhatikan dari jauh saja.


Dera yang tak mau menjawab pun hanya mengangguk tanda ia tahu akan ucapan sang manager itu. Jika di rasa ia sudah jahat karena mengusir managernya ini. Sifatnya yang mudah bergaul dan baik pada semua orang akhirnya runtuh di pabrik ini hanya karena tatapan pegawai yang lainnya. Sedangkan jika di kampung itu akan jadi bumerang jika ia akan judes dengan orang lain. Karena di kota ini ia harus bisa menempatkan diri jika ia memiliki teman kerja dari berbagai daerah yang pastinya berbeda adatnya.


Sedangkan di ruangan, Aran yang sibuk tak membuka layar cctv di laptopnya jadi tak tahu akan hal yang mungkin jika tahu si Bagus akan langsung dia panggil dan mendapatkan hukuman atas hal ini. Untung bagi Bagus untuk saat ini dimana dia mendekati wanita yang dekat dengan bosnya itu.


" Assalamualaikum Dera, bagaimana kabarmu nak. Tadi pagi kamu bilang sudah kerja ya. Pertanyaan dari Ibuk Dera sepertinya karena suara wanita yang ada di seberang telefon.


" Walaikumsalam buk, maaf ini teman Dera karja. Karena ponsel Dera hilang waktu kesini kemarin, jadi tadi ia telfon dengan nomor kantor Ibuk". Ucapan Aran yang berbohong pada wanita yang ia sedikit rindukan itu. Rasanya kangen waktu kecil dulu dimana ia terus-menerus dimanjakan olehnya seperti anak sendiri. Wanita yang sangat ke ibuan dan tak pernah membedakan antara dia dan Dera waktu kecil. Apa yang di minta mesti juga di turuti oleh wanita sosok ke ibuan itu.


" Ya udah nak, salam aja ya buat Dera suruh jaga kondisi ya dan jangan sering keluar malam. Jika ada kesempatan suruh telfon Ibuk ya nak", pamit Ibuk Dera yang sedikit kecewa tapi terasa tenang setelah mendengar jika teman kantor Dera tadi.

__ADS_1


" Iya buk akan saya sampaikan nanti. Salam kenal ya buk dari saya, salam buat keluarga Ibuk di sana baik-baik ya buk", kata sebelum Aran menutup telfonnya itu.


" Deg... perasaan Ibuk Rini yang mendengar perkataan orang yang ada dibalik telfonnya itu. Menenangkan dan membuat hatinya semakin yakin jika Dera akan baik-baik saja karena ada teman yang sebaik dia.


" Iya nak makasih ya nak. Ibuk matikan dulu ya ponselnya. Selamat beraktifitas lagi nak", pamitan sebelum mengakhiri telfonnya tadi.


Karena sudah pukul 6 sore Aran yang belum juga selesai mengerjakan pekerjaannya pun masih fokus. Apalagi terpotong pada waktu ia menerima telfon bibik Rini tadi. Lembut kerja emang sering ia lakukan mungkin hari ini juga ia akan lembur karena karyawan juga lembur untuk pengiriman besok pagi.


Tepat pukul 7 malam setelah adzan isya Aran yang ingin ke kamar mandi tanpa sengaja bertemu dengan Dera di dekat musholla di pabrik ini. Karena tadi Aran tak sempat bertemu dengan Dera maka ia menyempatkan untuk membicarakan tentang orang tuanya yang menghubunginya tadi.


" Dera tunggu", panggil Aran yang menahan Dera untuk terus pergi ke arah bagian kerjanya.


" Iya mas", panggilannya yang jika semua orang tahu membuat penasaran hubungan apa yang mereka sembunyikan dari semuanya.


" Tadi Ibuk kamu telfon dan jika ada waktu kamu suruh telfon balik. Tapi maaf aku tadi bilang jika nomor kantor dan menjelaskan karena telfon kamu hilang jadi kamu pakai nomor itu Dera. Aku salah gak bilang kaya gitu?".


Takut ia membuat salah maka ia tanya pada Dera tentang jawabnya itu.


" Udah mas gak apa-apa, Ibuk pasti tahu kok. Ya udah Dera pamit dulu ya". Sebelum akhirnya Dera melanjutkan pekerjaannya lagi. Ia meninggalkan mas Aran di tempat tadi karena sudah ada beberapa karyawan yang berbisik pas melihat pemandangan didepannya.

__ADS_1


Kok semua orang ngelihatin aku kaya gitu sih, sepertinya aku gak punya salah sama mereka. Aku juga gak enak jika sudah di panggil tapi gak berhenti tadi. Ah biarin ajalah aku juga gak akan ganggu urusan mereka toh aku disini juga dibantu mas Aran. Kata hati Dera yang akhirnya menganggap hal itu biarlah saja. Mungkin orang yang akan mencari kesalahan orang emang begitu mudah jadi ya biarkan nanti mereka akan malu sendiri kok.


Jika dipikir teman kerja Dera saat ini gak begitu kejengkelan seperti temannya waktu masih kerja di tempat yang dulu. Kalau yang sekarang mentok hanya dengan tatapan saja tapi kalau teman yang dulu ia langsung mengeluarkan sindiran- sindiran yang pedas di pendengaran Dera. Apalagi waktu semuanya tahu jika Dera hamil dulu, semaunya menganggap Dera hanya sampah yang akan mengotori mata dan hati mereka. Tapi karena dukungan orangtunya akhirnya ia bisa menganggap hal itu biasa aja, dan karena hal itu ia sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Yang terpenting ia tak mengganggu orang lain. Akhirnya ia memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi. Tak mau memikirkan hal-hal yang akan membuat hati dan pikirannya pusing.


__ADS_2