
Aran yang tahu jika Dera baru saja mual-mual langsung mengambilkan tisu dan minuman yang ada di mobilnya untuk ia kasihkan pada Dera. Rasanya Aran benar-benar percaya bahwa Dera saat ini sedang hamil anaknya. Dimana ia menantikan keturunan laki-laki yang tangguh yang akan menggantikan posisi dia nantinya.
"Minum dulu Dera, habis ini kita ke pabrik kamu tidur aja gak usah ngapa-ngapain ya. Mas gak mau kamu capek atau sakit. Tapi nanti kamu pakai ini sebelumnya ya". Sambil memberikan beberapa tes kehamilan yang sudah ia beli tadi.
"Kok banyak banget mas, 1 aja cukup lho". Dera tak habis pikir kenapa Aran membelikan begitu banyak tes kehamilan untuknya.
Senyum Aran pun akhirnya terbit karena pertanyaan Dera tadi. Ia tak pernah menghitung berapa ia mengeluarkan untuk Dera. Ia sangat menganggap Dera sebagai takdir hidupnya yang sudah di berikan pada kedua orangtuanya. Satu bulan bersama Dera ia tak pernah melihat sisi Dera yang negatif bagi Aran semua positif. Dan kenapa seorang Dera yang seperti ini bisa di tinggalkan oleh mantan suaminya dulu. Laki-laki bodoh yang sudah menelantarkan Dera karena itu Aran berjanji jika Dera harus bahagia dengan Aran. Aran juga tak pernah perhitungan dengan keluarga Dera karena selama satu bulan ini ia sudah mengirim uang sampai 3x yang mana itu cukup untuk 5 bulan berikutnya. Terimakasih karena jodoh Dera yang baik hati tapi misteri apa lagi yang akan terjadi dalam hubungan mereka tak ada yang tahu. Kita berdoa aja semoga akan indah selalu amin.
Diperjalanan Aran tak henti-hentinya melihat ke arah Dera yang tertidur. Aran ingin sekali segera sampai ke pabrik dan langsung melihat apakah hasil dari tes kehamilan Dera nantinya. Mungkin di bulan ini ia sangat beruntung dobel Dera yang hamil dan juga orderan di pabrik sangat banyak. Akhirnya tiba juga di pabrik yang sudah Aran nantikan. Dera yang masih terpejam langsung di bangunkan oleh Aran. Dengan memegang tangan Dera akhirnya Dera terbang dan tersenyum pada Aran.
"Udah sampai kita mas?". Dera sambil tersenyum ia bertanya.
"Iya ayo turun Dera, aku udah gak sabar menunggu ini", jawabnya sambil mengusap perut rata Dera.
Akhirnya Dera turun dan di ikuti oleh Aran di belakangnya menuju ke ruangan Aran. Karena ruangan bosnya maka Dera tak harus repot ke kamar mandi umum untuk melakukan tes itu. Dengan menenteng pastik tadi Dera masuk ke kamar mandi. Satu doa yang dipanjatkan oleh Dera agar ia tak benaran hamil. Satu celupan akhirnya alat itu masuk ke air seni milik Dera. Dera menunggu 5 menit agar alat itu berubah menjadi apa yang di tunggu ya. Sedangkan Aran tak henti-hentinya mondar-mandir di depan pintu kamar mandinya itu.
__ADS_1
"Check,
Suara pintu Dera yang terbuka. Sambil menggenggam alat tadi Dera keluar. Ternyata Dera juga takut untuk membukanya sendiri. Maka ia menggenggamnya sampai akhirnya Aran juga tahu.
"Gimana Dera hasilnya", tanya Aran antuasias banget. Nampak jelas wajahnya berseri-seri.
"Gak tahu mas, Dera belum berani membukanya", jawab Dera sambil geleng-geleng kepalanya.
Akhirnya alat itu Aran minta dan dia lihat. Terpampang jelas di alat itu dua garis merah yang menandakan jika Dera saat ini hamil. Aran langsung mengucapkan syukur dan memeluk Dera. Ia berterima kasih atas apa yang Tuhan berikan padanya. Dengan kabar kehamilan Dera ini Aran akan berusaha mencari waktu yang tepat untuk segera melamar Dera ke orang tuanya.
Aran yang memeluk Dera tadi tak melihat sebenarnya Dera saat ini sedang menangis. Dera tak tahu jika ia akan kebobolan seperti ini. Bagaimana ia akan melihat expesi ayahnya nanti. Terbayang beberapa tahu dimana ia sempat di diamkan oleh Ayahnya.
"Buka seperti itu mas, tapi untuk bicara pada Ayah akan sangat sulit nanti mas. Aku tak mau Ayah kecewa lagi".
"Sudah itu urusan ku Dera aku tak akan biarkan kamu memikirkannya lagi. Aku mau kamu bahagia dan buat anak kita sehat di dalam perutmu ini", ucapnya sambil mengajak Dera untuk duduk di sofa.
__ADS_1
Kebahagiaan Aran hari ini akan ia bagikan pada semua karyawan. Dengan ia memanggil Raka untuk ke ruangannya. Dalam hitungan detik orang yang ditunggu akhirnya datang juga sambil berlari.
"Tok, tok.
Suara pintu ruangan Aran tadi. Raka yang dipersilahkan untuk masuk oleh bosnya. Dengan tertatih akhirnya Raka masuk dan menanyakan apakah pekerjaan yang akan ia terima.
"Bagikan bonus ini pada semua karyawan yang masuk Raka", perintah Aran sambil menyerahkan lembaran uang 50 ribuan. Rasanya tak cukup untuk membeli kebahagiaan Aran tapi apalah ia hanya bisa berbagi segitu. Tapi jika di total ada 10 juta yang diberikan pada Raka untuk dibagikan.
"Untuk apa bos?", Raka yang binggung menanyakan hal itu. Tak pernah ia menerima uang sebanyak ini dalam lamanya ia kerja di pabrik Aran.
"Kamu bagikan saja, Dera hamil anak ku Raka. Anak yang akan meneruskan usaha ku nantinya", penjelasan Aran yang langsung ikut duduk disamping Dera.
"Jangan lupa semua harus rata kebagian, aku gak mau ada yang tak mendapatkan itu Raka", ancam Aran langsung menunjuk Raka dengan telunjuknya.
"Siap bos", pamit Raka yang langsung keluar ruangan menjalankan tugasnya itu. Raka memang orang kepercayaan Aran tapi ia juga tak mau dekat dengan Aran takut suatu saat malah akan menjadi bumerang baginya.
__ADS_1
Akhirnya kebahagiaan Aran dan Dera bisa bersambung di karyawan pabrik. Semua anak buah Aran yang mendapatkan bonus mengucapkan untaian doa untuk bosnya agar mendekap kebagiannya dan mendapatkan jodoh hidupnya. Karena tak ada yang tahu jika sebenarnya Dera adalah istrinya. Memang Aran pemimpin yang bijaksana maka dari itu semua karyawan yang ada di pabrik tak ada yang keluar karena tak kuat dengan aturan pabrik melainkan karena pabrik yang memecatnya karena memiliki salah seperti Bagus waktu itu. Dan mengenali 3 orang suruhan Bagus untuk menculik Dera malam itu sudah mendapatkan pekerjaan masing-masing. Dua orang jadi security pabrik dan yang satu jadi sopir pabrik.
Andai aku juga bisa kerja dengan Aran pasti aku akan tahu seberapa besar Aran menghargai karyawannya itu. Aku ingin sekali seperti Aran yang membedakan siap kita dan dari siapa kita seperti ini. Salam sehat untuk semua kakak yang sudah setia di aku. Aku berdoa agar kita semua bisa seperti Aran yang baik hati dan tak pernah menyombongkan diri kita. Tanpa orang lain kita tak bisa jadi siapa-siapa.❤️🥰😍😘