
Dengan beraninya Bagus masuk dan duduk di depan orang yang akan ia temui itu. Sedangkan bos itu yang membelakanginya langsung berbalik arah karena ingin tahu siapa yang akan bertamu tadi. Ia yang tak merasa ada janji juga penasaran siapa tamu besarnya.
" Wah kamu Bagus, ngapain nyari om disini. Apa jangan-jangan ada masalah lagi. Bilang sama om biar om bantu", kata bos bandar besar itu yang ternyata adik dari Ibuknya Bagus sendiri.
" Gak ada om, Bagus hanya ingin ketemu om saja. Toh kita udah lama gak ketemu om dari beberapa bulan yang lalu kan", sahut Bagus sambil melihat ke sekeliling ruangan, berharap tak ada yang mendengarkan dia bicara dengan Omnya itu.
" Ah bilang aja sama om, kamu tak akan mungkin mau ke sini jika kamu gak ada masalah kaya gini. Om sudah tahu kamu Bagus, jujur saja sama om jika itu bisa om bantu akan om usahakan", kata laki-laki berbadan besar itu. Jika dilihat orang itu seperti mafia tak berperasaan tapi dia punya perasaan jika menyangkut keluarganya yang masih setia padanya.
" Em, gimana ya om. Bagus malu bilang sama om. Toh ini menyangkut masa lalu Bagus om", ucapannya pelan tapi masih terdengar oleh lawan bicaranya.
" Udah bilang aja, tapi tunggu kamu bilang masa lalu!.
Jangan bilang tentang mantan istri kamu dulu atau malah pacar-pacar kamu yang dulu?", tanya om Bagus dengan penasaran.
" Tentang... mantan istri aku om. Aku bermaksud untuk",,,, ucapan Bagus yang terhenti karena ia canggung untuk mengutarakan apa itu.
" Jangan bilang kamu pingin balikan sama dia. Dulu udah om kasih tahu kan dia wanita baik-baik, tapi kamu tak mau mendengarkan ucapan om", Kata om Bagus sambil menghentakkan pulpen di mejanya.
Bukannya Bagus dapat solusi tapi malah dapat wejangan dari si om galaknya. Tapi walaupun begitu pasti dia mendapatkan apa yang dia inginkan karena bantuannya juga.
"Walah om, minta tolong aku hanya ingin bisa bersama anakku Teo yang tak pernah tahu aku ini ayahnya. Dan Dera saat ini berbeda sekali dengan dulu om". Permintaan Bagus yang sangat jadi Omnya ketawa.
" Hahahaha...
Rasakan, om sudah bilang lebih baik Dera kau pertahanan dulu bukanya kau malah mengkhianatinya. Jika itu buka mantan kamu mungkin om juga akan maju untuk mendapatkan hatinya. Tapi karena om adalah keluarga kamu pastinya dia tak mau denganku", ejekan om Bagus tadi.
__ADS_1
"Om cari solusi om, aku kesini ingin minta bantuan Om", pintanya sangat memohon.
" Maunya kamu gimana Bagus, ucapkan saja. Jika itu bisa om lakukan akan om lakukan", kata om itu yang bisa menjadi angin segar bagi Bagus. Benarkan omnya akan menyetujui apa yang ia inginkan.
" Aku ingin menculik Dera dan Teo om. Aku akan rawat mereka, tapi Dera saat ini sedang hamil anak suaminya yang baru. Aku gak rela dia di miliki laki-laki lain dan itu adalah"... Ucapan Bagus yang di sanggah sang Omnya.
"Gila kamu Bagus!!!
Dera yang sudah punya suami lagi ingin kamu culik, dan sedang hamil pula. Jangan gila lah, om gak ikut om takut akan terjadi sesuatu pada kehamilannya Bagus. Dan akan kamu kemanakah Gendis!", sentak om itu.
Walaupun Omnya seperti ini tapi ia tak pernah mau jika seseorang wanita di buat seperti ini. Ia tahu kehilangan wanita yang dicintainya sudah cukup membuat hidup menjadi seperti ini.
" Ayolah Om, Bagus masih sama Gendis. Gendis tetap yang utama tapi aku juga mau Dera Om", rengekya sambil menaggkupakan kedua tangannya.
" Gak Bagus, Om gak bisa aku hanya ingin membantu jika itu benar adanya. Dan satu lagi dipisahkan dari orang yang ia cintai akan sakit Bagus, ingat itu. Dera susah payah untuk melupakan kamu pastinya dulu, tapi sekarang kamu akan muncul lagi di hadapannya?", ucapan Omnya yang sedikit masuk akal jika bicara dengan orang yang juga akalnya sehat berbeda dengan Bagus yang akalnya mungkin lagi sakit.
" Tapi Om, walaupun Dera sudah menikah dan hamil itu juga anak kami. Iya waktu itu aku sempet mengurungnya di apartemenku sebelum akhirnya ia bisa lolos kabur. Dan laki-laki itu hanya kasihan dengannya maka mau menikahi demi anak itu memilki Ayah. Aku yakin itu anakku Om. Aku mau bersanding dengan anakku Om", ucapan Bagus yang sedikit sambil memegangi dadanya yang sesak karena mencoba untuk menangis.
Sedangkan laki-laki yang dipanggil Om oleh Bagus langsung berdiri dan menenangkan ponakannya. Entah Omnya juga langsung membenarkan apa yang di bicarakan oleh Bagus tadi mengenai bayi yang dikandungnya Dera miliknya. Mungkin karena Bagus juga punya apartemen jadi cerita itu seolah-olah nyata.
" Jika itu benar anakmu bagiamana Dera mau melakukannya lagi denganmu Bagus. Om masih binggung tentang ini semua. Rasanya tak mungkin kamu melakukan itu semua. Rumah tangga kamu dengan Gendis juga baik-baik sajakan?", tanya Om masih menyelidikinya.
" Iya Om, hubungan kami baik-baik saja Gendis tak ada masalah dan dia juga gak tahu tentang ini semua. Aku memaksa Dera mau menuruti apa yang aku mau selama aku sekap karena aku mengancam akan mengambil Teo darinya. Dan itu cukup membuat aku mendapatkan semuanya hingga dia menghilang dariku waktu itu. Tapi aku yakin itu anak kami Om, dan aku ingin bersanding dengannya untuk menebus semua itu", tuturnya menambahi.
" Jika itu benar anak kamu maka Om akan usahakan untuk bisa kamu miliki. Dan satu jangan sia-siakan dia lagi Bagus. Cukup kamu dulu menyakitkannya. Bahagiakan Dera dan Teo, dan jika Om sendiri tahu jika kamu menyakiti Dera maka Om langsung yang akan mengambil dia darimu. Kasih tahu Om dimana om bisa mendapatkan dia kembali Bagus", akhirnya kata itu yang Omnya ucapkan.
__ADS_1
Sedangkan Bagus bahagia bukan kepala karena akhirnya ia bisa membujuk Omnya agar mendapatkan apa yang ia inginkan. Dengan cepat akhirnya Bagus memberikan selembar kertas dimana Dera tinggal dan pastinya sangat mudah untuk laki-laki berbadan besar itu untuk mendapatkannya. Dan satu lagi tak akan menunggu lama akhirnya anak buah dari bos besar itu langsung bertindak mencari alamat itu. Bagus yang sudah di hubungi Gendis terus langsung pamit pulang dan menunggu kabar selanjutnya dari Om tercintanya itu.
****
Sedangkan di rumah Aran dimana pak Toso yang sudah membaik akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Dengan hati-hati akhirnya pak Toso di titah untuk tidur di kamarnya terlebih dahulu. Apalagi hari ini sudah sore dan waktu akan menjelang malam. Di luar rumah besar milik Aran ternyata sudah ada mobil hitam yang mengamati gerak-gerik penghuni rumah. Walaupun itu perumahan besar anak buah bos tadi cukup mudah untuk memasuki pos penjagaan itu. Mungkin aksinya akan mereka lakukan esok hari biarkan mereka istirahat dan melepaskan rindu yang akan terpisahkan.
Malam ini Dera yang menyiapkan makanan untuk makan malam. Aran yang sedari tadi bermain dengan Teo membiarkan sang istri berkutik sendirian di dapur yang mana sang Ibuk sibuk mengurusi sang suami. Walaupun terhalang perut yang sudah membuncit tapi Dera tak merasa kesulitan. Apalagi hal itu sudah kebiasaannya.
Menu sederhana sudah terpajang di meja makan. Yang mana ternyata Dera sudah mengantarkan dua porsi untuk sang ayah dan ibu di kamar agar bisa makan bersama tanpa meninggalkan sang ayah sendiri. Dera yang akhirnya makan bersama Aran dan Teo hanya fokus dengan makannya dan menyukai sang buah hati.
Ya namanya Teo yang sedikit sudah makan maka tepat hanya beberapa suap dan lari ikut sang nenek dan kakek di kamarnya. Meninggalkan Dera dan Aran seorang di meja makan tersebut.
" Mas, terima kasih untuk semua ini. Aku beruntung berlipat-lipat karena mas mau menerima aku dan keluargaku tanpa syarat sama sekali. Aku tak bisa memberikan apapun untuk mas Aran atas semua ini mas", kata Dera yang lembut.
" Aku juga ingin berterima kasih untuk semua ini Dera. Aku sudah yakin jika kamu adalah jodohku. Semoga kamu juga akan sayang padaku sampai tua nanti. Aku melakukan ini semua tak minta imbalan apapun asalkan kamu tetap ada di sampanku sayang. Aku boleh panggil kamu dengan kata sayang?", tanya Aran yang sambil mengusap air mata sang istri.
" Boleh mas, aku bahagia karena mas Aran sudah bisa menerima kami semua dan terutama ke aku. Aku akan tetap di sampingmu mas gak akan kemana-mana", jawab Dera.
"Ya udah mas tunggu di kamar ya. Mas udah kangen lagi", bisiknya pada Dera dan meninggalkannya di meja makan seorang diri.
*****
Bagaimana kelanjutan rencana Om Bagus ya. Apakah Aran juga mengijinkan itu terjadi?
Kita tunggu esok ya 😍🥰😍
__ADS_1