MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Makan bersama


__ADS_3

Setelah merasa lapar Aran menyudahi permainannya dan langsung membersihkan badannya di kamar mandi di kamar itu. Sedangkan Dera yang merenggangkan tubuhnya setelah kepergian Aran sedikit merasakan sakit di badannya. Ia tak pernah membayangkan jika ia akan berakhir seperti ini lagi.


Tangisan Dera lagi-lagi luluh tak terhentikan sampai akhirnya Aran melihat itu sudah selesai mandi tadi. Langsung saja Aran mendekati dan ikut tidur di sebelah Dera.


"Udah jangan menangis, mas janji akan membuat kamu bahagia Dera, Ijinkan mas membuktikan hal itu", ucap Aran yang memeluk Dera dan mengusap rambut perempuan itu. Aran akan mengutamakan keluarga Dera mulai malam ini. Dan tak Aran ijinkan jika Dera terluka sedikitpun saja. "Ya udah kamu bersih-bersih dulu dan kita makan bareng".


Dengan membantu Dera bangun, Aran menuntun Dera sampai kamar mandi dan menunggunya di luar pintu. Karena Aran ingin membebaskan Dera agar tak merasa tertekan. Setelah Dera membuka pintu kamar mandi Aran langsung berdiri dan membantu menuntun Dera lagi untuk ganti baju. Dengan telaten Aran membantu Dera memilih baju dan membantu memakaikannya.


Setelah memakai pakaian Dera langsung di ajak oleh Aran untuk makan bersama. Masakan yang dibuat oleh Aran sudah dingin lagi. Dengan pelan-pelan Dera duduk di kursi yang di gesekan oleh Aran. Mereka duduk berdekatan, dengan telaten Aran mengambilkan makan yang ia masak tadi. Memindahkan setiap menu ke piring Dera.


"Makanannya udah dingin Dera, apa perlu mas panaskan lagi".


"Gak usah mas terimakasih, Dera makannya sedikit aja ya udah ngantuk dan capek", jawabnya yang emang betul lagi capek dan masih tak percaya jika ia sudah melakukan hal tadi bersama Aran.


"Makan yang mas ambilkan saja gak harus habis yang penting makan dulu, dan berhubung pintu kamar kamu masih belum di perbaiki maka mas mohon untuk mau tidur di kamar mas aja ya", Aran menginginkan Dera bisa tidur dengannya.


"Gak mas, Dera tidur di kamar yang satu aja. Dera gak mau satu kamar dengan mas Aran".

__ADS_1


"Kamar yang satu itu, gudang Dera! gak ada yang boleh memakainya", kata Aran yang sedikit tak memperbolehkan Dera masuk ke ruangan itu. Rasanya Aran ingin menyimpan rapat-rapat rahasia yang ada didalamnya.


"Ya udah Dera tidur di kamar Dera aja, toh nanti masih bisa di tutup pakai meja kan", tak mau kalah sama Aran, Dera langsung kekeh tak mau satu kamar dengan Aran lagi.


"Ok jika itu ke inginan kamu, mas juga akan ikut tidur di kamar kamu mulai malam ini, karena disitulah aku mengucapkan janji ku untuk selalu menjagamu Dera". Bukanya Dera kalah telak dengan Aran tapi ia selalu saja kalah dalam hal apapun itu jika berdebat dengan Aran. Menyadari ia tak ada pilihan maka Dera putuskan untuk tidur di kamarnya sendiri walaupun mulai malam ini Aran akan ikut dengannya, toh tak setia hari dia akan seperti itu pikirnya. Tapi kenyataannya kita juga belum tahu kan.


"Aku tetap akan tidur di kamar ku mas, terserah mas gak boleh ikut atau pun hanya berbohong yang terpenting aku akan menjaga aku untuk tidak terus mas gunakan untuk mainan", ucapan sedikit menyentak.


Setelah perdebatan kecil tadi Dera langsung berdiri dan akan masuk ke kamarnya tapi baru mau satu langkah ia merintih kesakitan karena ia berjalan dengan sedikit tergesa-gesa.


"Au,, sakit".


"Udah biarkan seperti ini sebentar saja Dera, izinkan aku menjagamu disaat kamu seperti ini. Aku akan berjanji untuk ada di dekat kamu terus Dera. Toh ini semua juga kare aku", ucapnya sambil mengecup kening sang wanita.


"Tapi mas, Dera takut jika kita satu kamar dan mas sering ngelakuin seperti tadi aku akan cepat hamil mas, bagaimana dengan orang tua ku?. Janjiku untuk tetap mengirimkan uang untuk kebutuhan mereka sirna jika seperti ini mas", dengan tangisan saat ini Dera mengutarakan apa yang ia rasakan dan takutkan. Bayangan yang akan di tinggalkan menjadi momok terbesar baginya.


"Ok mana nomor rekening Ayahmu biar itu urusan mas mulai malam ini. Tapi mas ingin kamu tak akan pernah dekat dengan laki-laki lain sekalipun itu Bagus".

__ADS_1


"Mas gak akan mengurungku hanya dirumahkan mas?. Aku juga ingin kerja walaupun aku janji tak akan dekat dengan Bagus tapi entahlah dia juga selalu mendekati".


"Aku tak akan mengurungmu jika kau nurut padaku dan tak melanggar apa yang aku perintahkan. Dan satu lagi aku ingin kamu lebih terbuka jika kamu menginginkan sesuatu. Mulai malam ini aku akan memenuhi kebutuhan apapun yang kamu inginkan, sayang".


"Udah lah mas aku terus yang terpojokkan nantinya, mendiang aku tidur aja daripada harus berdebat dengan mas Aran. Apalagi besok aku mau kerja kan", ucapnya langsung berbaring dan berselimut untuk istirahat. Karena waktunya juga udah tengah malam saat ini jadi lebih baik mereka untuk istirahat.


Setelah Dera memutuskan untuk tidur Aran pun ikut tidur di belakang Dera sambil memeluk tubuh kecil Dera. Rasanya Aran takut untuk menceritakan bahwa sebenarnya ia yang selama ini di jodohkan sewaktu kecil dulu. Tapi Aran juga takut untuk kehilangan Dera jika ia tak melakukan hal ini dan kedahuluan oleh Bagus. Dera tak tahu bahwa diluar sana masih begitu banyak orang yang jahat ingin mendapatkannya.


Seperti di berikan obat tidur akhirnya Dera dan Aran terlelap dalam kondisi Aran memeluk Dera yang membelakanginya. Aran tahu jika ia tak pantas untuk melakukan hal ini tapi ia tahu jika bukan dengan seperti ini dia bingung akan mengikat Dera dengan apa. Sedangkan informasi demi informasi ia dapatkan yang ternyata Dera adalah anak tunggal dari om Toso dan bibik Rini. Itu dapat dipastikan jika Dera orang yang Ayah maksud untuk dijodohkan dengannya. Anak kecil yang dulu pernah ia jaga waktu puluhan tahun lalu.


Begitu indah malam ini bagi Aran yang bisa tidur di samping seseorang yang beberapa hari membuat ia berfikir keras bagimana untuk mendapatkannya. Sampai-sampai tak terasa adzan subuh sudah berkumandang. Menandakan jika hari ini sudah pagi. Dengan gerakan Dera yang akan menggeser tangan Aran pun ikut terbangun dan langsung menanyakan Dera akan pergi kemana.


"Mau kemana Dera". Karena merasa masih mengantuk maka Aran ingin 10 menit lagi tidur dan memeluk Dera. Rasanya Aran tak mau pisah dengan Dera sebentar saja.


"Mas udah subuh, Dera mau sholat dan mengerjakan pekerjaan rumah mas", ucapnya yang berusaha memindahkan tangan Aran yang masih senantiasa bertengger di perut Dera itu.


"Ya udah sholat bareng ya, mas ingin ada makmum yang mengamini setiap doa mas untuk mendapatkan kamu Dera", kata yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Ah bukanya bangun malah gombalin aku aja sih, ya udah Dera ngompol disini ya kalau gak di bukain tangan mas". Akhirnya keluar ancaman untuk Aran yang mau tak mau akhirnya ia melepaskan pelukannya itu.


Dera yang mendapat kesempatan itu langsung masuk ke kamar mandi dan langsung mandi besar untuk langsung menunaikan ibadahnya. Dosa sebenarnya tapi jika ia menolak permintaan Aran ia juga tak tahu akan pergi kemana lagi.


__ADS_2